Zulkifli Hasan: Salah Paham Jika Taat Beragama Dinilai Anti-NKRI

Publikasi: Senin, 16 Safar 1439 H / 6 November 2017 12:08 WIB

Foto: Ketua MPR, Zulkifli Hasan.

(mtf-online.com), Jakarta – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengungkapkan, bahwa saat ini bangsa Indonesia dikepung banyak salah paham, atau bisa disebut juga paham yang salah.

“Saudara-saudara kita telah merdeka selama 72 tahun, reformasi 19 tahun. Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menganugerahi kita dengan anugerah dan nikmat. Hari-hari ini bangsa kita dikepung banyak salah paham, boleh juga dikatakan paham yang salah. Salah paham pertama sungguh serius, ada anggapan bahwa beragama berarti menjauh dari berbangsa,” ungkapnya dalam tabligh akbar di Masjid Baitul Hakim, Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (04/11/2017).

“Tunduk pada ajaran agama dipandang sebagai tak bersosialisasi pada paham kebangsaan. Menjadi pemeluk agama yang taat, dinilai sebagai berkhianat terhadap prinsip ber-Indonesia. Saudara-saudara, ‘salah paham’ itu sungguh serius,” lanjutnya.

Ia pun menyebut, di Indonesia paham kebangsaan dan paham-paham keagamaan hakikatnya saling menopang. Ia mengutip perkataan ustadz Abdus Shomad dalam satu video yang diunggah di Youtube, ‘Kita ini adalah negara, sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Negara yang satu Tuhan. mendorong paham NKRI’. Oleh karena itu, sebutnya, agama dan kebangsaan seiring dan sejalan.

“Menjadi pemeluk agama yang taat adalah jalan untuk menjadi warga negara yang baik. bahkan di kalangan umat Islam tegak sebuah prinsip bahwa mencintai tanah air adalah sebagian dari iman, hubbul wathon minal iman, kata Syekh Kyai Haji Hasyim Asy’ari,” ungkapnya. (rahman/kiblat)