ZAMAN GAGAL FAHAM & KESESATAN

Publikasi: Rabu, 20 Muharram 1439 H / 11 Oktober 2017 12:41 WIB

Oleh  : Ustadz Fathuddin Ja’far, MA.

Sogok menyogok sudah seperti minum kopi..
Riba sudah seperti makan kerupuk..
Korupsi sudah menjadi tradisi…
Hukum Allah dimusuhi..
Hukum-hukum jahiliyah dijadikan solusi..
Campur baur lelaki dengan wanita dianggap kemajuan..
Tabarruj (wanita berhias seperti jahiliyah) sudah menjadi modis..
Telanjang sudah menjadi kebebasan…
Berzina/pelacuran sudah jadi profesi ekonomi..
Amar ma’ruf dan istiqamah dalam agama dianggap fanatik beragama..
Nahi mungkar dianggap radikal..
Ulama dan para penyeru kebenaran dikriminalisasi dan dianggap teroris..
Para penjahat dihormati dan menjadi tamu istana..
Islam yang lurus dianggap acaman..
Islam menyimpang dipelihara dan disebarkan..
Penjilat penguasa dilindungi dan dikasih fasilitas..
Pengkritik penguasa dibui dan dimaki..
Komunisme dan faham-faham sesat lainnya dijadikan jalan hidup..
Umat Islam dimusuhi dan dizalimi dengan segala cara di negeri mereka sendiri..
Umat lain dijaga, dihormati dan dilindungi sedemikian rupa..

Jika ada kasus pembunuhan/penyiksaan bahkan pemusnahan terhadap jutaan umat Islam dilakukan suatu negara kafir, diopinikan sebagai konflik politik/etnis atau dengan dalih menyelamatkan demokrasi dan duniapun senyap sepi..

Ketika umat lain yang terbunuh satu orang saja oleh seorang Muslim, dunia menjadi gegap gempita sambil menuduh umat Islam salah memahami agama mereka…
Sebab itu, jangan heran saudaraku…

Iblis sejak awal sudah terbuka dengan manusia..
Ia menceritakan pada kita akan senentiasa menyesatkan manusia di dunai ini semaksimal yang ia bisa…

Di akhirat kelak ia akan berlepas diri dari para pengikutnya..
Kok manusia masih saja pekak, buta dan bisu serta tidak menggunakan akal mereka dengan baik..

Inilah zaman yang dianggap berkemajuan /moderen…

Kebenaran dan kebaikan bukan lagi didasari ilmu dan nilai, melainkan “kebanyakan manusia”…

Jika dinasehati meninggalkan kekufuran, kemusyrikan dan maksiat, dijawab : Oh.. Kebanyakan manusia melakukannya, bukan saya sendiri..
Padahal Al-Qur’an 14.5 abad yang lalu sudah mengingatkan :
Kebanyakan manusia tidak berilmu/mengetahui..
Kebanyakan manusia tidak bersyukur…
Kebanyakan manusia tudak beriman…
Kebanyakan mereka fasik/durhaka pada Allah..
Kebanyakan mereka berprilaku jahiliyah..
Kebanyakan mereka berpaling dari Al-Qur’an/Islam..
Kebanyakan mereka tidak menggunakan akal dengan benar..
Kebanyakan mereka tidak mendengar..
Manusia seperti itu sisebut Allah dlm Al-Qur’an bagaikan binatang ternak, keledai dan bahkan anjing..
Nah, Jadilah Anda termasuk “yg sedikit”..
Karena yg sedikit itu Allah katakan :
Sedikit dari hamba-Ku yg bersyukur..
Tdk beriman bersamanya (Nabi Nuh kendati sudah berdakwah 950 tahun) kecuali sedikit..

Banyak di zaman awal dan sedikit di zaman akhir..
Ketika diwajibkan berperang, mereka berpaling kecuali sedikit dari mereka..
Smg Allah merahmati yang membaca dan menyebarkan tulisan ini dan menjadikannya tambahan timbangan kebaikan di akhirat kelak…

(rahman/mtf-online.com)