Ustadz Abu Bakar Baasyir Dilarikan ke RS Harapan Kita

Publikasi: Kamis, 17 Zulqa'dah 1438 H / 10 Agustus 2017 12:40 WIB

Foto: Ustadz Abu Bakar Baasyir tengah dirawat di RS Harapan Kita Jakarta sejak Rabu malam (08/08)

(mtf-online.com), Solo – Ulama kharismatik Ustadz Abu Bakar Baasyir dilarikan ke rumah sakit pada Rabu malam (08/08) ke RS Harapan Kita Jakarta.

“Alhamdulillah, tadi malam sekira pukul 19:00 ustadz Abu Bakar Baasyir sampai di Rumah Sakit Harapan Kita, beliau menghuni Ruang Vip Pavaliun Sukaman,” ujar putra bungsunya, Abdur Rochim Baasyir kepada media.

Sebelumnya, telah beredar foto Ustadz Abu Bakar Baasyir di depan sebuah kamar tahanan sambil menunjukkan kedua kakinya yang membengkak. Bahkan, tak hanya di bagian kaki, bagian wajah Ustadz Abu juga nampak membengkak.

Pria yang akrab disapa Iim Baasyir itu juga menambahkan setelah selesai mengisi berbagai data informasi pendaftaran pasien, dokter jaga langsung memeriksa kondisi Ustadz Abu Bakar Baasyir. Kemudian pihak rumah sakit memberikan pengobatan dasar untuk mengurangi pembengkakan di bagian kaki beliau yang tampak terus membesar.

Sementara itu, dr. Meaty dari lembaga kemanusiaan Mer-C, yang diminta pihak keluarga untuk memantau dan menangani kesehatan Ustadz Abu Bakar Baasyir turut menambahkan bahwa pada Kamis ini rencananya mantan Amir Majelis Mujahidin itu akan menjalani serangkaian pemeriksaan intensif guna memastikan sumber masalah penyakitnya.

Ustadz Abu Bakar Baasyir yang kini telah berusia 81 tahun hingga kini masih berstatus tahanan extraordinary di LP Gunung Sindur Bogor. Ia divonis 15 tahun penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, sejak 2011 lalu.

Sejumlah dakwaan dituduhkan kepada Ustadz Abu Bakar Baasyir antara lain permufakatan jahat, merencanakan, menggerakkan, hingga memberikan atau meminjamkan dana untuk kegiatan pelatihan di Aceh Besar.

Akibat kegiatan dakwahnya, pendiri pondok pesantren Ngruki, Surakarta, Jawa Tengah, itu beberapa kali terpaksa berurusan dengan penegak hukum.

Pada 2004 dia diganjar hukuman dua tahun enam bulan penjara oleh PN Jaksel karena dituding terlibat dalam peristiwa bom Bali dan bom Hotel JW Marriott.

Belakangan, Mahkamah Agung belakangan membebaskan Ustadz Abu pada Juni 2006. Setelah bebas dia kemudian mendirikan Jamaah Asharut Tauhid pada tahun 2008. (rahman/kiblat)