Trump Ancam Cabut Bantuan Rutin untuk Pemerintahan Palestina

Publikasi: Kamis, 16 Rabiul Akhir 1439 H / 4 Januari 2018 14:04 WIB

 Gambar: David Becker

(mtf-online.com) Washington – Presiden AS Donald Trump dalam tweet terbaru di situs jejaring sosial Twitter mengancam menghentikan bantuan keuangan kepada Otoritas Palestina karena Palestina tidak ingin membicarakan perdamaian, sebagaimana katanya.

“Kami telah memberi ratusan juta dolar kepada Palestina dalam setahun dan kami tidak mendapatkan respek atau penghargaan apapun, mereka bahkan tidak ingin menegosiasikan kesepakatan damai yang telah lama tertunda dengan Israel,” tulis Trump seperti dinukil Al-Jazeera, Rabu (03/01).

“Karena orang-orang Palestina tidak ingin menegosiasikan perdamaian, mengapa kita harus membayar uang yang berjumlah besar ini?” lanjutnya.

Seperti diketahui, pemimpin Palestina telah memastikan bahwa Washington bukan lagi mediator yang jujur atau dapat diterima untuk perdamaian. Pernyataan itu dikeluarkan setelah Trump mengumumkan pada 6 Desember tahun bahwa kota Al-Quds (Yerusalem) sebagai ibukota baru Israel. AS telah memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke kota suci itu.

Penasihat presiden Palestina untuk urusan luar negeri dan hubungan internasional, Nabil Shaath, mengatakan bahwa Komite Sentral Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), yang saat ini memimpin Palestina, akan membahas pembatalan Persetujuan Oslo dan penarikan pengakuan Negara Israel pada 14 dan 15 Januari.

Ini terjadi setelah parlemen Israel mengeluarkan sebuah rancangan undang-undang baru tentang Al-Quds yang disebut “Al-Quds bersatu” pada hari Selasa. RUU itu melarang pemerintah Israel untuk menegosiasikan bagian manapun dari Al-Quds kecuali mayoritas terbesar dua pertiga anggota Knesset menyetujuinya.(Sulhi /kiblat.net)

Sumber: Al-Jazeera