Tazkiyatun Nafs Melahirkan Sifat Sabar

Publikasi: Selasa, 29 Rabiul Awwal 1436 H / 20 Januari 2015 09:45 WIB

sabar dan syukurTakiyatun nafs (menyucikan jiwa) akan melahirkan beberapa sifat:

  1. Sabar
  2. Syukur
  3. Tawakal
  4. Cinta Allah
  5. Ridha terhadap qadar Allah
  6. Berharap Kepada Allah
  7. Takut kepada Allah

Itu lah buah dari tazkiyatun nafs. Bila tazkiyatun nafs tidak membuahkan hasil ada dua kemungkinan, pertama karena metode tazkiyatun nafs yang salah atau kedua karena dirinya tidak mempan lagi dengan tazkiyatun nafs.

Allah telah menjadikan sabar sebagai kedermawan yang tidak pernah habis, senjata yang tidak akan pernah tumpul, prajurit yang tidak akan pernah kalah dan tembok yang tidak akan pernah roboh. Sabar merupakan senjata yang luar biasa dalam kehidupan, tapi tentunya sabar yang lahir melalui proses tazkiyatun nafs. Bahkan sabar akan melahirkan an-nashr (kemenangan).

Allah telah memuji orang-orang sabar dalam al-Qur’an, Allah kabarkan bahwa orang sabar akan diberi pahala balasan tanpa hisab. Allah bersama orang-orang yang sabar melalui hidayah dan pertolongan-Nya yang mulia dan kemenangan yang nyata. Allah berfirman,

“Sabarlah kalian, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar,” (Al-Anfaal: 46).

Orang-orang yang sabar akan meraih kebaikan dunia dan akhirat, mereka akan  meraih kemenangan dari Allah berupa kemenangan batin dan zhahir. Begitu pentingnya sabar, Allah kaitkan kepemimpinan dengan kesabaran dan keyakinan. Allah berfirman,

“Kami jadikan dari mereka pemimpin-pemimping yang akan memberi petunjuk kepada perintah Kami tatkala mereka sabar dan yakin terhadap ayat-ayat Kami,” (As-Sajdah: 24).

Sabar akan membuahkan buah yang sangat banyak, karenanya sabar menjadi sifat asasi (dasar) bagi seorang mukmin. Allah telah kabarkan bahwa sabar itu sumber kebaikan bagi orang yang sabar. Allah kuatkan hal itu dengan sumpah-Nya,

“Dan sungguh, jika kamu sabar itu lah yang lebih baik bagi orang yang sabar,” (An-Nahl: 126).

Allah juga mengabarkan bahwa dengan kesabaran dan ketaqwaan dapat menangkal tipu daya musuh. Allah berfirman,

“Jika kamu bersabar dan bertak wa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan,” (Al-Baqarah: 120).

Dari firman Allah di atas, kesabaran tidak hanya berefek ke internal tapi juga eksternal sehingga Allah kaitkan kemenangan dengan kesabaran. Allah berfirman,

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung,” (Ali Imron: 200).

Allah kabarkan pula, bahwa Allah mencintai orang yang sabar. Hal itu menjadi motivasi terbesar bagi orang yang mau dimotivasi. Cukuplah Allah cinta kepada seseorang karena ia sabar. Kecintaan Allah itu melebihi dari pada yang lain. Bila kecintaan Allah ini tidak dapat menjadi motivasi maka seseorang itu sedang sakit jiwanya.

Allah telah berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar dengan 3 perkara yang setiap dari 3 itu adalah kebaikan yang dicemburui oleh ahli dunia. Allah katakan,

Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”[Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk,” (Al-Baqarah: 155-157).

Kesuksesan masuk surga dan keselamatan dari neraka tidak akan didapatkan kecuali oleh orang yang sabar. Allah berfirman,

Sesungguhnya Aku akan balas mereka sekarang (di akhirat) disebabkan mereka sabar dan sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang sukses.”

Allah khususkan yang bisa memanfaatkan ayat-ayat Allah Ta’ala sebagai pembeda adalah orang-orang yang sabar dan bersyukur. Ada sekitar 4 ayat yang menjelaskan hal itu. Di antaranya,

Hal itu menjadi tanda-tanda bagi orang-orang yang sabar dan bersyukur,” (Ibrahim: 5)

Sabar adalah saudarnya orang beriman yang tak dapat lepas, satu kaki imannya yang tidak bisa berdiri tanpanya dan tidak mungkin dapat beriman tanpa sabar. Karena keimanan itu mendatangkan ujian-ujian.

Bila keimanan seseorang hanya sedikit, maka ia adalah orang lemah dan bila melaksanakan ibadah tidak akan dapat terus menerus. Bila mendapatkan kebaikan ia senang, bila mendapat ujian ia berbalik dan tidak bisa sabar, murka dan suuzhan (berburuk sangka) kepada Allah. Rugilah ia di dunia dan akhirat. Ia tidak akan mendapatkan kecuali transaksi yang merugi.

Kehidupan terindah ketika orang merasakan dan menikmati kesabarannya, dia meningkat ketingkat yang tinggi dengan syukur. Mereka berjalan dengan dua sayap, sabar dan syukur, menuju surga yang penuh nikmat. Itu lah karunia yang diberikan kepada siapa yang Allah kehendaki.

Karena iman terbagi dua, sebagian adalah sabar dan sebagiannya adalah syukur. Akan lebih baik orang yang menasehati dirinya, orang yang ingin dirinya selamat dan orang yang mengharap kebahagiaan hendaknya ia tidak mengabaikan dua sifat ini. Allah jadikan perjalanan menuju Allah dengan dua jalan tersebut agar pertemuan dengan Allah nanti bersama dua kelompok itu, kelompok orang yang sabar dan syukur.

Itu lah keutamaan-keutamaan sabar yang luar biasa dan kaitannya dengan keimanan, tidak ada keimanan tanpa kesabaran. Orang beriman harus memiliki sifat sabar dan sabar adalah bukti orang beriman.

————————————-

* Tulisan di atas ditranskrip dari audio rekaman kajian MTF yang disampaikan oleh Ust. Fathuddin Ja’far, MA dan diadakan setiap Sabtu Pagi di Masjid Al-Ikhwan, Bukit Cengkeh I, Cimanggis, Depok. Untuk mendengarkan audio rekamannya, klik Tazkiyatun Nafus Akan Melahirkan Sifat Sabar.