Tanda-Tanda Kiamat Sudah Dekat Menurut Rasulullah

Publikasi: Jum'at, 20 Zulhijjah 1437 H / 23 September 2016 21:08 WIB

Tanda-Tanda Kiamat Sudah Deka merupakan artikel ini adalah transkrip dari ceramah tentang “Penjelasan Nama Hari kiamat As-Sa’ah (Kiamat Sudah Dekat)” yang disampaikan oleh Ust. Fathuddin Ja’far, MA pada kajian rutin Majelis Tafaqquh Fiddin (MTF) setiap sabtu pagi, Pukul 07.000 – 10.00 WIB di masjid Al-Ikhwan, Bukit Cengkeh 1, Cimanggis, Depok.

Tanda-tanda kiamat

Tanda-tanda kiamat

Tanda-Tanda Kiamat Menurut Nabi

Dalam hadits panjang, Nabi Muhammad pernah ditanya oleh Jibril. Tentang Islam, iman dan Ihsan. Kemudian beliaupun ditanya tentang As-sa’ah (hari kiamat). Nabi Muhammad menjawab, “Yang bertanya lebih tahu dari pada yang ditanya”.

Kemudian Jibril bertanya lagi, “Sebutkan tanda-tanda kiamat.” Lantas Nabi menyebutkan tanda-tandanya.

Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin papa) serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.” ( HR.Muslim, no. 8]

Dalam hadist ini Nabi mengetahui beberapa tanda-tanda kiamat. Sedangkan bila ditanya kapan tepatnya hari kiamat beliau tidak tahu. Maka jika ada orang yang mengeklaim bahwa ia tahu kapan terjadi hari kiamat, berarti dia berdusta.

Nabi menyampaikan hari kiamat akan terjadi dihari jum’at. Tapi bulan dan tahunnya hanya Allah yang tahu.

Tanda-tanda kiamat terbagi menjadi dua. Yaitu tanda kiamat kecil dan besar. Tanda kiamat kecil ada lebih dari 60 tanda. Nabi Muhammad diutus tanda bahwa hari kiamat sudah dekat.

Beliau bersabda:

بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ، وَيُشِيرُ بِإِصْبَعَيْهِ فَيَمُدُّ هُمَا

“Jarak diutusnya aku dan hari Kiamat seperti dua (jari) ini.” Beliau memberikan isyarat dengan kedua jarinya (jari telunjuk dan jari tengah), lalu merenggangkannya.’ Shahiih al-Bukhari kitab ar-Riqaaq bab Qaulin Nabiyyi Shallallahu ‘alaihi wa sallam Bu’itstu was Saa’atu ka Haataini dari Sahl Radhiyallahu anhu (XI/347, al-Fat-h).

Termasuk pula kiamat kecil adalah banyaknya gempa dan orang yang bermaksiat.

Adapun tanda-tanda kiamat besar ada sepuluh. Dimulai dari perang besar, al-Malhamatul kubra hingga matahari terbit dari barat.

Allah ta’ala berfirman mengenai goncangan besar pada hari kiamat.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚإِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ .يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُمْ بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ

“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras.” (QS. Al-Hajj: 1-2)

Imam Qurthubi rahimahullah berkata: “Kata As-sa’ah ialah suatu kata yang diungkapkan oleh orang arab dalam bahasa arab yang menunjukkan bagian waktu tanpa dibatasi. Tapi kebiasannya kalau disebut As-sa’ah maksudnya  dua puluh empat jam. Atau lebih dari pada itu maknanya bagian dari malam dan siang. Hakikat diucapkannya As-sa’ah dengan alif laam adalah menunjukkan sebuah kebenaran tentang waktu yang sebenarnya sudah dekat ”.

Jadi sesungguhnya kiamat itu sekarang. Karena sudah masuk pada tanda-tandanya.  Sebagaimana ada orang yang akan melahirkan. Tanda-tandanya mulas. Berarti itu sudah masuk dalam proses melahirkan, hingga bayi tersebut lahir. Begitu juga dengan hari ini. Kita telah masuk dalam suasana kiamat. Sebab tanda-tandanya sudah bermunculan.

Imam Al-Qurtubi berkata lagi, “Disebut Al-Qiyamah adalah karena sudah dekat. Dinamakan demikian agar menjadi peringatan/alarm bagi kita terhadap besarnya peristiwa-peristiwa yang akan menggetarkan kulit kita.”
Adapula ulama yang menafsirkan kata As-sa’ah, karena dia akan datang dengan tiba-tiba dalam satu detik.

Sebagaimana saat gunung meletus. Orang-orang tahu tanda-tandanya. Seperti banyaknya hewan yang turun. Tapi tidak ada yang tahu kapan meletusnya. 

(saef/mtf-online.com)