Tafaqquh Fiddin : Orang yang Pertama Kali Dibangkitkan dari Bumi

Publikasi: Kamis, 4 Muharram 1438 H / 6 Oktober 2016 10:22 WIB

pertama kali dibangkitkanOleh : Ust. Fathuddin Ja’far, MA.

Artikel ini adalah transkrip dari ceramah tentang “Orang yang Pertama Kali Dibangkitkan dari Bumi” yang disampaikan oleh Ust. Fathuddin Ja’far, MA pada kajian rutin Majelis Tafaqquh Fiddin (MTF) setiap sabtu pagi, Pukul 07.000 – 10.00 WIB di masjid Al-Ikhwan, Bukit Cengkeh 1, Cimanggis, Depok.

Orang yang pertama kali dibangkitkan dari dalam bumi adalah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam.

Disebutkan dalam shahih muslim, Abu hurairah Radhiyallahu anhu berkata, bahwa Rosulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “ Saya adalah pemimipin anak keturunan adam pada hari kiamat, Saya orang yang pertama kali bangkit dari qubur, dan orang yang pertama kali dapat memberi syafaat dan orang yang pertama kali bisa melakukan pemberian syafaat itu.”

Demikian salah satu kelebihan dari Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Itulah pemimpin umat yang dibangkitkan pertama kali yang diberikan jatah pemberian syafaat. Dan dia yang pertama kali memberikan syafaat. Maka kita berharap atas syafaat Rosul sallallahu alaihi wasallam.

Orang-orang yang mendapat syafaat adalah orang yang taat kepada Allah. Dan orang yang maksiat hakekatnya dia enggan diberi syafaat. Sebagaimana dia enggan masuk syurga. Sebagaimana Rosulullah bersabda,

كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَ

“Setiap umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan. Mereka (para sahabat) bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang enggan masuk surga itu?’ beliau menjawab, “Siapa yang mentaatiku ia masuk surga dan siapa yang mendurhakaiku sugguh ia telah enggan masuk surga.” (HR. Al-Bukhari dalam Shahihnya).

Jadi orang yang durhaka kepada Allah dia belum tentu dapat syafaat. yang tidak diragukan lagi mendapatkan syafaat itu adalah Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dalam keyakinan, ucapan, amal shalih dan dalam segala hal kehidupan.
Dalam Shahih bukhori dan muslim. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, pernah suatu kali seorang muslim ribut dengan seorang yahudi. Seorang muslim itu berkata, “Demi dzat Allah yang memilih Muhammad menjadi pemimpin alam semesta. Lalu si Yahudi berkata, “Tidak, Demi Allah yang telah mengirim musa pemimpin alam semesta”. Namun karena yahudi ngotot, hingga akhirnya orang muslim itu mengangkat tangannya dan kemudian memukul si yahudi tersebut. Lalu Yahudi itu pergi dan mengadu kepada Rosulullah. Dia menceritakan perkara tadi antara dia dengan seorang muslim. Nabi muhammad berkata, “Jangan kalian suruh memilih antara aku dan musa. Karena semua manusia nanti dihari kiamat pada sangkakala, mereka akan pingsan/mati. Dan sayalah orang yang pertama kali bangkit dari qubur. Tiba-tiba ada Musa berdiri disamping Arsy. Saya tidak tahu apakah musa itu termasuk orang yang pingsan juga, lalu dia bangkitnya di Arsy. Atau dia orang yang Allah kecualikan.”

Dalam riwayat lain, yang diriwayatkan dari Bukhori dan Muslim, “Maka sesungguhnya malaikat itu meniup sangkakala. Maka pingsanlah semua orang yang ada dilangit dan ada dibumi. kecuali orang yang dikehendaki Allah. Kemudian ia tiup lagi berikutnya. Maka saya adalah orang yang pertama kali bangkit.”

Jadi tiupan pertama semua makhluk akan mati, baik dilangit maupun dibumi. Kecuali Allah yang berkehendak. Kemudian pada tiupan sangkakala yang kedua seluruh manusia bangun dan bangkit. Jarak antar kedua itu adalah 40.

Itulah beberapa kondisi yang akan terjadi pada hari kebangkitan nanti. Intinya Hari kebangkitan yang selama ini diingkari oleh orang kafir, dan sebagian orang muslim yang tidak paham, maka kebangkitan itu pasti akan terjadi. Dan kita benar-benar dibangkitkan dari kematian. Bukan hanya ruh saja. tetapi juga dengan tubuh kita. Hanya saja penciptaan badan kita saat itu berbeda dengan penciptaan pertama.

Bahwa nanti manusia diciptakan dari tulang belakang. Jadi selain seorang muslim itu mengharap syafaat dari al-Qur’an, puasa, orang yang mati Syahid, dan anak-anak yang meninggal diwaktu kecil, selayaknya manusia juga mengharap syafaat dari Muhammad sallallahu alaihi wasallam.

Wallahu Ta’ala A’lam

(saef/mtf-online.com)