Tafaqquh Fiddin : Godaan Syetan

Publikasi: Senin, 27 Rajab 1438 H / 24 April 2017 13:20 WIB

 

Oleh : Ust. Fathuddin Ja’far, MA.

Artikel ini adalah transkrip dari ceramah tentang “Godaan Syetan” yang disampaikan oleh Ust. Fathuddin Ja’far, MA pada kajian rutin Majelis Tafaqquh Fiddin (MTF) setiap sabtu pagi, Pukul 07.000 – 10.00 WIB di masjid Al-Ikhwan, Bukit Cengkeh 1, Cimanggis, Depok.

(MTF) – Dalam kehidupan seorang muslim tidak akan pernah lepas dari godaan syetan.  Mereka memiliki langkah-langkah dalam menggoda manusia. Maka tugas kita adalah agar bisa selamat dari langkah-langkah syetan tersebut. Dalam Al-Qur’an menyebutkan “Khutuwati As-Syaiton”.

Kata “Khutuwat” artinya langkah-langkah. Maksudnya syetan itu punya langkah-langkah dari setiap langkah kehidupan kita. Mungkin kita terbebas dari godaan syetan saat shalat. Tapi bisa jadi kita terjebak godaannya pada makanan. Mungkin kita tidak terjebak dalam aqidah, tapi bisa saja terjebak dalam syariat.

Syetan menginginkan jika seseorang tidak bisa meninggalkan semua perintah Allah, paling tidak meninggalkan sebagian. Seperti shalat. Ada prinsip dan caranya. Prinsip shalat 5 kali dalam sehari. Dalam prinsip ini mungkin sulit digoda. Tapi Syetan menggodanya dari yang termudah. Yaitu dengan menggoda manusia agar melakukan shalat dengan cara yang salah, meski prinsipnya benar.

َمَا كَانَ صَلاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً

“Shalat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepukan tangan”. (QS. Al Anfal: 35)

Syetan adalah musuh bagi manusia. Dan namanya musuh tidak pernah diam. Dia punya banyak cara untuk menggelincirkan kita. Sampai dijelaskan oleh para ulama, Syetan bisa menggelincirkan kita melalui kebaikan yang kita berikan pada seseorang. Dia tidak hanya menggelincirkan kita pada maksiat dan kemungkaran. Tapi bisa juga melencengkan kita bermula dari ketaatan dan kebaikan.

Contohnya orang yang semangat puasa sunnah dan tahajud. Tapi perkara yang wajib sering tertinggal. Di satu sisi semangat dalam perkara sunnah. Namun disisi yang lain perkara wajib tidak diperhatikan.

Dari banyaknya langkah-langkah syetan dalam menggoda manusia, maka kita harus tahu kapan saja peluang syetan dalam menggoda manusia.

Kita tidak akan bisa mengalahkan tentara-tentara syetan berbentuk manusia bila kita sendiri tidak bisa mengalahkan syetan yang ada dalam diri kita. Kita tidak akan bisa menang melawan orang-orang kafir jika kita selalu kalah melawan syetan yang selalu membisikkan kejahatan dalam diri kita.

Kita bisa belajar dari sejarah Islam. Kenapa pasukan Islam bisa kalah pada perang Uhud? Karena tidak patuh terhadap Rosulullah. Kenapa pasukan Islam sempat kalah pada perang Hunain? Karena ada rasa sombong. Kenapa Umat Islam Spanyol kalah melawan pasukan Prancis saat perang salib? kalah perang dengan eropa? Meski musuh sudah tidak dinegara Indonesia, tapi systemnya masih menjajah kita. Kenapa kita kalah dari itu semua? Karena kita telah kalah terhadap langkah-langkah syetan.

Dalam mengalahkan godaan syetan, tidak perlu minta tolong pada orang lain dulu. Tapi lawanlah syetan itu pada diri kita sendiri. Yaitu dengan tidak mengikuti langkah-langkah syetan. Karena bila ada tekad yang kuat, Allah akan menolong hambanya.

Semua penyimpangan yang terjadi muaranya adalah syetan. Karena itulah syetan adalah musuh yang nyata bagi manusia.

“Sesungguhnya setan adalah musuh bagimu, maka anggaplah dia  musuhmu”. (QS Fathir:6)”.

Jadi Allah memerintahkan untuk menjadikan Syetan sebagai musuh, bukan kawan. Yaitu dengan tidak mengikuti langkah-langkah syetan.

“Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang ada di bumi dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan karena sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu” (QS 2:168).

Dari sinilah kita dituntun untuk tahu langkah-langkah syetan apa saja. Supaya kita tidak mudah terjerumus terhadap godaan-godaannya. Dengan mengenal langkahnya berarti kita mengenal syetan. Mengenal syetan sebagai musuh berarti separuh dari kemenangan.

Wallahu a’lam Bisyowab

(Transkip dari video tanggal 18 September 2016)

Sumber: https://www.facebook.com/kontaqtadabbur/videos/vb.1436507766582382/1858548044378350/?type=2&theater

 

mtf-online.com