Tadabbur Al-Qur’an

Tadabbur Al-Qur’an ini diambil dari kitab “Mushaf Tadabbur”, karya Ust. Fathuddin Ja’far, MA. Dengan Tadabbur Al-Qur’an ini, Ust. Fathuddin Ja’far mengajak kita untuk memahami dan menghayati pesan-pesan utama Al-Qur’an agar meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Selamat berinteraksi dengan Al-Qur’an…

  • Tadabbur Al-Qur’an Surah Asy Syu’ara Ayat 184-206 Tadabbur Al-Qur’an Surah Asy Syu’ara Ayat 184-206

    Ayat 184-191 meneruskan kisah kaum Nabi Syuaib yang curang dalam berjual beli dan tidak mau bertakwa kepada Allah yang menciptakan mereka dan manusia sebelum mereka. Sabtu, 23 Zulqa'dah 1437 H / 27 Agustus 2016 18:34 WIB

  • Tadabbur Al-Qur’an Surah Asy Syu’ara Ayat 160-183 Tadabbur Al-Qur’an Surah Asy Syu’ara Ayat 160-183

    Ayat 160-175 menjelaskan kisah kekufuran kaum Luth. Mereka menolak kerasulan Luth sebagaimana kaum A’ad dan Tsamud sebelumnya. Mereka tidak mau bertakwa kepada Allah dan menaati Nabi Luth. Senin, 18 Zulqa'dah 1437 H / 22 Agustus 2016 10:32 WIB

  • Tadabbur Al-Qur’an Surah Asy Syu’ara Ayat 137-159 Tadabbur Al-Qur’an Surah Asy Syu’ara Ayat 137-159

    Ayat 137-140 meneruskan kisah Hud dan kaumnya yang sangat sulit memahami kebenaran dari Allah dan Rasul-Nya Mereka mengatakan, agama kami ini adalah hasil peninggalan nenek moyang dan kami tidak akan disiksa karenanya. Kamis, 14 Zulqa'dah 1437 H / 18 Agustus 2016 08:19 WIB

  • Tadabbur Al-Qur’an Surah Asy Syu’ara Ayat 112-136 Tadabbur Al-Qur’an Surah Asy Syu’ara Ayat 112-136

    Ayat 112-122 meneruskan kisah Nabi Nuh dengan kaumnya. Nuh menjelaskan pengikutnya itu mulia di mata Allah, kendati tidak memiliki harta yang banyak dan kedudukan yang tinggi di masyarakat, karena mereka beriman pada-Nya dan Rasul-Nya. Senin, 11 Zulqa'dah 1437 H / 15 Agustus 2016 09:54 WIB

  • Tadabbur Al-Qur’an Surah Asy Syu’ara Ayat 84-111 Tadabbur Al-Qur’an Surah Asy Syu’ara Ayat 84-111

    Ayat 85-104 meneruskan ayat sebelumnya terkait doa atau permintaan Ibrahim kepada Allah. Ia meneruskan doanya agar Allah jadikan ia teladan yang baik, khususnya terkait dengan dakwah tauhid, sampai akhir zaman, masuk surga Naim, ampunan bagi bapaknya yang sesat. Jum'at, 8 Zulqa'dah 1437 H / 12 Agustus 2016 07:20 WIB

  • Tadabbur Al-Qur’an Surah Asy Syu’ara Ayat 61-83 Tadabbur Al-Qur’an Surah Asy Syu’ara Ayat 61-83

    Ayat 61-68 meneruskan kisah Musa dan pengikutnya lari meninggalkan Mesir karena takut ancaman Fir’aun. Allah perintahkan Musa dan pengikutnya menuju ke Laut Merah. Begitulah cara Allah menyelamatkan Musa dan pengikutnya dan memusnahkan Fir’aun, para pembesar dan prajuritnya. Selasa, 5 Zulqa'dah 1437 H / 9 Agustus 2016 10:42 WIB

  • Tadabbur Al-Qur’an Surah Asy-Syu’ara Ayat 40-60 Tadabbur Al-Qur’an Surah Asy-Syu’ara Ayat 40-60

    Ayat 40-60 meneruskan kisah Musa dengan Fir’aun. Saat Fir’aun mengumpulkan para penyihir itu, mereka mengajukan imbalan jika mereka menang melawan Musa. Fir’aun pun menjanjikan mereka akan menjadi orang-orang paling dekat dengannya jika mereka memenangkan pertarungan tersebut. Sabtu, 2 Zulqa'dah 1437 H / 6 Agustus 2016 16:09 WIB

  • Tadabbur Al-Qur’an surah Asy-Syu’ara Ayat 20-39 Tadabbur Al-Qur’an surah Asy-Syu’ara Ayat 20-39

    Ayat 20-39 meneruskan dialog Musa dengan Fir’aun. Kendati Musa mengakui kesalahannya di hadapan Fir’aun atas kasus pembunuhan sebelumnya dan keluar dari Mesir karena takut padanya, namun Fir’aun tersinggung berat saat Musa berkata:Allah adalah Tuhan Penciptaku, telah menganugerahkan kepadaku hikmah dan menjadikanku rasul-Nya. Kamis, 29 Syawwal 1437 H / 4 Agustus 2016 06:17 WIB

  • Tadabbur Al-Qur’an Surah Asy-Syu’ara Ayat 1-19 Tadabbur Al-Qur’an Surah Asy-Syu’ara Ayat 1-19

    Ayat 2-9 dari surat Asy-Syu’ara ini menjelaskan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an itu amat jelas. Nabi Muhammad amat sedih karena kaumnya tidak beriman. Allah bisa saja menurunkan mukjizat sehingga mereka beriman. Selasa, 27 Syawwal 1437 H / 2 Agustus 2016 07:36 WIB

  • Tadabbur Al-Qur’an Surah Al-Furqaan Ayat 68-77 Tadabbur Al-Qur’an Surah Al-Furqaan Ayat 68-77

    Ayat 68-77 meneruskan penjelasan sifat-sifat hamba Allah yang taat pada-Nya dan balasan bagi mereka di akhirat kelak : Tidak menyekutukan Allah dengan apa pun dan dengan siapa pun. Tidak membunuh orang lain kecuali dengan alasan yang benar, seperti dalam perang atau menerapkan hukum qisash. Tidak berzina. Tiga dosa besar tersebut menyebabkan pelakunya mendapat siksa neraka dan mereka kekal di dalamnya, kecuali jika mereka tobat sebelum wafat dan memperbanyak amal saleh. Dengan demikian dosa-dosa mereka diampuni Allah. Sabtu, 24 Syawwal 1437 H / 30 Juli 2016 09:35 WIB