Tadabbur Al-Qur’an Surat Luqman Ayat : 20-28

Publikasi: Senin, 8 Rabiul Awwal 1439 H / 27 November 2017 21:27 WIB

Ayat dan Terjemah :

أَلَمْ    تَرَوْا۟    أَنَّ    اللَّهَ    سَخَّرَ    لَكُم    مَّا    فِى    السَّمٰوٰتِ    وَمَا    فِى    الْأَرْضِ    وَأَسْبَغَ    عَلَيْكُمْ    نِعَمَهُۥ    ظٰهِرَةً    ﴾ وَبَاطِنَةً    ۗ    وَمِنَ    النَّاسِ    مَن    يُجٰدِلُ    فِى    اللَّهِ    بِغَيْرِ    عِلْمٍ    وَلَا    هُدًى    وَلَا    كِتٰبٍ    مُّنِيرٍ    ﴿لقمان:٢۰

“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.”

وَإِذَا    قِيلَ    لَهُمُ    اتَّبِعُوا۟    مَآ    أَنزَلَ    اللَّهُ    قَالُوا۟    بَلْ    نَتَّبِعُ    مَا    وَجَدْنَا    عَلَيْهِ    ءَابَآءَنَآ    ۚ    أَوَلَوْ    كَانَ    الشَّيْطٰنُ  ﴾   يَدْعُوهُمْ    إِلَىٰ    عَذَابِ    السَّعِيرِ    ﴿لقمان:٢١

“Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. Mereka menjawab: “(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya”. Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)?”

۞    وَمَن    يُسْلِمْ    وَجْهَهُۥٓ    إِلَى    اللَّهِ    وَهُوَ    مُحْسِنٌ    فَقَدِ    اسْتَمْسَكَ    بِالْعُرْوَةِ    الْوُثْقَىٰ    ۗ    وَإِلَى    اللَّهِ    عٰقِبَةُ    ﴾ الْأُمُورِ    ﴿لقمان:٢٢

“Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.”

وَمَن    كَفَرَ    فَلَا    يَحْزُنكَ    كُفْرُهُۥٓ    ۚ    إِلَيْنَا    مَرْجِعُهُمْ    فَنُنَبِّئُهُم    بِمَا    عَمِلُوٓا۟    ۚ    إِنَّ    اللَّهَ    عَلِيمٌۢ    بِذَاتِ    الصُّدُورِ  ﴾   ﴿لقمان:٢٣

“Dan barangsiapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu. Hanya kepada Kami-lah mereka kembali, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.”

﴾نُمَتِّعُهُمْ    قَلِيلًا    ثُمَّ    نَضْطَرُّهُمْ    إِلَىٰ    عَذَابٍ    غَلِيظٍ    ﴿لقمان:٢٤

“Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras.”

وَلَئِن    سَأَلْتَهُم    مَّنْ    خَلَقَ    السَّمٰوٰتِ    وَالْأَرْضَ    لَيَقُولُنَّ    اللَّهُ    ۚ    قُلِ    الْحَمْدُ    لِلّٰـهِ    ۚ    بَلْ    أَكْثَرُهُمْ    لَا    ﴾ يَعْلَمُونَ    ﴿لقمان:٢٥

“Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.”

﴾ لِلّٰـهِ    مَا    فِى    السَّمٰوٰتِ    وَالْأَرْضِ    ۚ    إِنَّ    اللَّهَ    هُوَ    الْغَنِىُّ    الْحَمِيدُ    ﴿لقمان:٢٦

“Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

وَلَوْ    أَنَّمَا    فِى    الْأَرْضِ    مِن    شَجَرَةٍ    أَقْلٰمٌ    وَالْبَحْرُ    يَمُدُّهُۥ    مِنۢ    بَعْدِهِۦ    سَبْعَةُ    أَبْحُرٍ    مَّا    نَفِدَتْ    كَلِمٰتُ    اللَّهِ    ۗ    إِنَّ    اللَّهَ    عَزِيزٌ    حَكِيمٌ    ﴿لقمان:٢٧﴾

“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

﴾ مَّا    خَلْقُكُمْ    وَلَا    بَعْثُكُمْ    إِلَّا    كَنَفْسٍ    وٰحِدَةٍ    ۗ    إِنَّ    اللَّهَ    سَمِيعٌۢ    بَصِيرٌ    ﴿لقمان:٢٨

“Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Tadabbur Al-Qur’an :

Ayat 20-28 menjelaskan tiga masalah penting:

  1. Allah telah tundukkan sistem langit dan bumi untuk kepentingan manusia dan menyempurnakan nikmat-Nya yang lahir dan batin pada mereka. Namun demikian, tak sedikit manusia yang mendebat tentang Allah tanpa landasan ilmu, petunjuk dan kitab yang  mencerahkan pikiran. Bahkan, apabila mereka diajak untuk mengikuti wahyu Allah (Al-Qur’an) mereka tidak mau dan mencukupkan apa yang mereka terima dari pemikiran dan tradisi nenek moyang. Padahal, mengikuti pemikiran dan tradisi nenek moyang yang sesat itu adalah seruan setan yang akan menjerumuskan mereka di akhirat nanti ke Neraka Sa’ir.
  2. Siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah sedangkan ia berbuat baik, seperti yang dijelaskan pada ayat 5 dan 5 sebelumnya, maka ia berada pada jalan yang lurus dan pegangan yang amat kuat. Allah akan berikan balasan yang amat baik di akhirat. Siapa yang masih tetap kafir, maka tidak perlu disedihkan kekafirannya, karena ia akan kembali kepada Allah, diperlihatkan semua amalannya, diberi sedikit nikmat dunia kemudian akan dipaksa masuk neraka.
  3. Syirik itu bukan berarti menolak Allah sebagai Pencipta alam semesta, tetapi, mengakui Allah Tuhan Pencipta, pada waktu yang sama menolak ibadah dan sistem hidup yang Allah ciptakan untuk manusia. Tidak ada alasan manusia menyekutukan Allah, karena langit, bumi dan apa saja di antara keduanya adalah ciptaan dan milik-Nya, termasuk manusia.

(rahman/mtf-online.com)