Tadabbur Al-Qur’an Surat Luqman Ayat : 12 – 19

Publikasi: Kamis, 26 Safar 1439 H / 16 November 2017 13:43 WIB

Ayat dan Terjemah : 

وَلَقَدْ    ءَاتَيْنَا    لُقْمٰنَ    الْحِكْمَةَ    أَنِ    اشْكُرْ    لِلّٰـهِ    ۚ    وَمَن    يَشْكُرْ    فَإِنَّمَا    يَشْكُرُ    لِنَفْسِهِۦ    ۖ    وَمَن    كَفَرَ    فَإِنَّ    ﴾اللَّهَ    غَنِىٌّ    حَمِيدٌ    ﴿لقمان:١٢

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.”

﴾ وَإِذْ    قَالَ    لُقْمٰنُ    لِابْنِهِۦ    وَهُوَ    يَعِظُهُۥ    يٰبُنَىَّ    لَا    تُشْرِكْ    بِاللَّهِ    ۖ    إِنَّ    الشِّرْكَ    لَظُلْمٌ    عَظِيمٌ    ﴿لقمان:١٣

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.”

وَوَصَّيْنَا    الْإِنسٰنَ    بِوٰلِدَيْهِ    حَمَلَتْهُ    أُمُّهُۥ    وَهْنًا    عَلَىٰ    وَهْنٍ    وَفِصٰلُهُۥ    فِى    عَامَيْنِ    أَنِ    اشْكُرْ    لِى    وَلِوٰلِدَيْكَ    ﴾ إِلَىَّ    الْمَصِيرُ    ﴿لقمان:١٤

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

وَإِن    جٰهَدَاكَ    عَلَىٰٓ    أَن    تُشْرِكَ    بِى    مَا    لَيْسَ    لَكَ    بِهِۦ    عِلْمٌ    فَلَا    تُطِعْهُمَا    ۖ    وَصَاحِبْهُمَا    فِى    الدُّنْيَا    ﴾ مَعْرُوفًا    ۖ    وَاتَّبِعْ    سَبِيلَ    مَنْ    أَنَابَ    إِلَىَّ    ۚ    ثُمَّ    إِلَىَّ    مَرْجِعُكُمْ    فَأُنَبِّئُكُم    بِمَا    كُنتُمْ    تَعْمَلُونَ    ﴿لقمان:١٥

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

يٰبُنَىَّ    إِنَّهَآ    إِن    تَكُ    مِثْقَالَ    حَبَّةٍ    مِّنْ    خَرْدَلٍ    فَتَكُن    فِى    صَخْرَةٍ    أَوْ    فِى    السَّمٰوٰتِ    أَوْ    فِى    الْأَرْضِ    ﴾يَأْتِ    بِهَا    اللَّهُ    ۚ    إِنَّ    اللَّهَ    لَطِيفٌ    خَبِيرٌ    ﴿لقمان:١٦

“(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”

يٰبُنَىَّ    أَقِمِ    الصَّلَوٰةَ    وَأْمُرْ    بِالْمَعْرُوفِ    وَانْهَ    عَنِ    الْمُنكَرِ    وَاصْبِرْ    عَلَىٰ    مَآ    أَصَابَكَ    ۖ    إِنَّ    ذٰلِكَ    مِنْ    عَزْمِ    الْأُمُورِ    ﴿لقمان:١٧﴾

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”

وَلَا    تُصَعِّرْ    خَدَّكَ    لِلنَّاسِ    وَلَا    تَمْشِ    فِى    الْأَرْضِ    مَرَحًا    ۖ    إِنَّ    اللَّهَ    لَا    يُحِبُّ    كُلَّ    مُخْتَالٍ    فَخُورٍ    ﴿لقمان:١٨﴾

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

وَاقْصِدْ    فِى    مَشْيِكَ    وَاغْضُضْ    مِن    صَوْتِكَ    ۚ    إِنَّ    أَنكَرَ    الْأَصْوٰتِ    لَصَوْتُ    الْحَمِيرِ    ﴿لقمان:١٩﴾

“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”

Tadabbur Al-Qur’an :


Ayat 12-19 menjelaskan bahwa Allah memberikan Hikmah kepada Luqman, sebab itu ia harus bersyukur pada Allah. Di antara hikmah tersebut ialah, sistem pendidikan anak. Sistem pendidikan anak yang diberikan kepada Luqman sangat mendasar dengan urutan yang sangat teliti mencakup semua hal yang utama.
Luqman memulai pendidikan anaknya dari  masalah akidah atau keimanan agar tidak tercampur dengan syirik. Sebab, sebaik apapun akhlak dan sebanyak apapun amal saleh, jika akidah belum bersih dari syirik, maka tidak akan bermanfaat di akhirat kelak.

Setelah akidah bersih, Luqman mengajarkan berbuat baik dan taat kepada kedua orang tua.  Taat kepada kedua orang tua itu dibatasi selama tidak maksiat pada Allah, karena jalan hidup yang ditempuh haruslah yang menyampaikan kepada Allah. Setelah itu, Luqman mengajarkan anaknya muraqabatullah (merasa diawasi Allah) karena tidak ada yang tersembunyi dari ilmu Allah. Dengan demikian, anak akan memiliki pertahanan dari dalam diri dan tidak tergantung pada kontrol manusia dan pengaruh dari luar.

Setelah itu, Luqman mengajarkan anaknya salat dan berdakwah yang menjadi tiang dakwah. Setelah itu Luqman mengajarkan akhlak bergaul dengan manusia berdasarkan ketentuan dari Allah. Inilah sebagian hikmat tersebut.

(rahman/mtf-online.com)