Tadabbur Al-Qur’an Surat As-Sajadah Ayat : 1-11

Publikasi: Jum'at, 26 Rabiul Awwal 1439 H / 15 Desember 2017 16:37 WIB

Ayat dan Terjemah :

﴾الٓمٓ    ﴿السجدة:١

“Alif Laam Miim”

﴾ تَنزِيلُ    الْكِتٰبِ    لَا    رَيْبَ    فِيهِ    مِن    رَّبِّ    الْعٰلَمِينَ    ﴿السجدة:٢

“Turunnya Al-Quran yang tidak ada keraguan di dalamnya, (adalah) dari Tuhan semesta alam.”

أَمْ    يَقُولُونَ    افْتَرَٮٰهُ    ۚ    بَلْ    هُوَ    الْحَقُّ    مِن    رَّبِّكَ    لِتُنذِرَ    قَوْمًا    مَّآ    أَتَٮٰهُم    مِّن    نَّذِيرٍ    مِّن    قَبْلِكَ    لَعَلَّهُمْ    ﴾يَهْتَدُونَ    ﴿السجدة:٣

“Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: “Dia Muhammad mengada-adakannya”. Sebenarnya Al-Quran itu adalah kebenaran dari Rabbmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.”

اللَّهُ    الَّذِى    خَلَقَ    السَّمٰوٰتِ    وَالْأَرْضَ    وَمَا    بَيْنَهُمَا    فِى    سِتَّةِ    أَيَّامٍ    ثُمَّ    اسْتَوَىٰ    عَلَى    الْعَرْشِ    ۖ    مَا    لَكُم  ﴾   مِّن    دُونِهِۦ    مِن    وَلِىٍّ    وَلَا    شَفِيعٍ    ۚ    أَفَلَا    تَتَذَكَّرُونَ    ﴿السجدة:٤

“Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari pada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”

يُدَبِّرُ    الْأَمْرَ    مِنَ    السَّمَآءِ    إِلَى    الْأَرْضِ    ثُمَّ    يَعْرُجُ    إِلَيْهِ    فِى    يَوْمٍ    كَانَ    مِقْدَارُهُۥٓ    أَلْفَ    سَنَةٍ   مِّمَّا    تَعُدُّونَ﴾    ﴿السجدة:٥

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.”

﴾ ذٰلِكَ    عٰلِمُ    الْغَيْبِ    وَالشَّهٰدَةِ    الْعَزِيزُ    الرَّحِيمُ    ﴿السجدة:٦

“Yang demikian itu ialah Tuhan Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.”

﴾ الَّذِىٓ    أَحْسَنَ    كُلَّ    شَىْءٍ    خَلَقَهُۥ    ۖ    وَبَدَأَ    خَلْقَ    الْإِنسٰنِ    مِن    طِينٍ    ﴿السجدة:٧

“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.”

﴾ثُمَّ    جَعَلَ    نَسْلَهُۥ    مِن    سُلٰلَةٍ    مِّن    مَّآءٍ    مَّهِينٍ    ﴿السجدة:٨

“Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina.”

ثُمَّ    سَوَّٮٰهُ    وَنَفَخَ    فِيهِ    مِن    رُّوحِهِۦ    ۖ    وَجَعَلَ    لَكُمُ    السَّمْعَ    وَالْأَبْصٰرَ    وَالْأَفْـِٔدَةَ    ۚ    قَلِيلًا    مَّا    تَشْكُرُونَ    ﴾ ﴿السجدة:٩

“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.”

﴾ وَقَالُوٓا۟    أَءِذَا    ضَلَلْنَا    فِى    الْأَرْضِ    أَءِنَّا    لَفِى    خَلْقٍ    جَدِيدٍۭ    ۚ    بَلْ    هُم    بِلِقَآءِ    رَبِّهِمْ    كٰفِرُونَ    ﴿السجدة:١۰

“Dan mereka berkata: “Apakah bila kami telah lenyap (hancur) dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?” Bahkan mereka ingkar akan menemui Tuhannya.”

۞    ﴾قُلْ    يَتَوَفَّٮٰكُم    مَّلَكُ    الْمَوْتِ    الَّذِى    وُكِّلَ    بِكُمْ    ثُمَّ    إِلَىٰ    رَبِّكُمْ    تُرْجَعُونَ    ﴿السجدة:١١

“Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan”.

Tadabbur Surah As-Sajdah Ayat 1-11

al-qur'an tadabburAyat 2-11 dari surat As-Sajadah ini menjelaskan kebenaran Al-Qur’an, tidak ada keraguan sedikitpun isinya. Kebenaran Al-Qur’an itu terletak pada kebenaran Dzat yang menurunkannya, yakni Pencipta alam semesta yakni  Allah Ta’ala. Tidak ada yang meragukan Allah Pencipta langit, bumi dan apa saja di antara keduanya. Allah ciptakan semuanya hanya selama enam hari (masa). Kemudian Allah bersemayam di di atas ‘Arasy-Nya. Dia mengatur semua urusan dari langit ke bumi, kemudian semua amal perbuatan manusia disampaikan kepada-Nya dalam satu hari yang ukurannya 100 tahun hitungan manusia. Dialah yang Maha Mengetahui yang ghaib dan perkara nyata, Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.

Allah Maha Baik ciptaan-Nya dan memulai penciptaan manusia (Adam) dari tanah, kemudian Dia jadikan keturunannya dari saripati air mani. Ketika manusia sempurna, Allah tiupkan ke dalam diri mereka ruh-Nya dan menjadikan bagi mereka pendengaran, penglihatan dan hati. Tapi, sedikit manusia yang bersyukur.

Bahkan manusia mempertanyakan setelah lenyap ditelan tanah apakah mungkin bisa diwujudkan kembali? Mereka juga mengingkari pertemuan dengan Allah di akhirat kelak. Sebab itu, Allah memerintahkan Rasul saw. agar menjelaskan bahwa yang mematikan mereka  adalah malaikat maut yang ditugaskan Allah, kemudian semua manusia akan dikembalikan kepada-Nya.

(rahman/mtf-online.com)