Tadabbur Al-Qur’an Surat Ar-Rum Ayat 51-60

Publikasi: Senin, 25 Muharram 1439 H / 16 Oktober 2017 16:26 WIB

Ayat dan Terjemah :

﴾ وَلَئِنْ    أَرْسَلْنَا    رِيحًا    فَرَأَوْهُ    مُصْفَرًّا    لَّظَلُّوا۟    مِنۢ    بَعْدِهِۦ    يَكْفُرُونَ    ﴿الروم:٥١

“Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin (kepada tumbuh-tumbuhan) lalu mereka melihat (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kuning (kering), benar-benar tetaplah mereka sesudah itu menjadi orang yang ingkar.”

﴾ فَإِنَّكَ    لَا    تُسْمِعُ    الْمَوْتَىٰ    وَلَا    تُسْمِعُ    الصُّمَّ    الدُّعَآءَ    إِذَا    وَلَّوْا۟    مُدْبِرِينَ    ﴿الروم:٥٢

“Maka Sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu berpaling membelakang.”

﴾ وَمَآ    أَنتَ    بِهٰدِ    الْعُمْىِ    عَن    ضَلٰلَتِهِمْ    ۖ    إِن    تُسْمِعُ    إِلَّا    مَن    يُؤْمِنُ    بِـَٔايٰتِنَا    فَهُم    مُّسْلِمُونَ    ﴿الروم:٥٣

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan kamu tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) melainkan kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami).”

۞    اللَّهُ    الَّذِى    خَلَقَكُم    مِّن    ضَعْفٍ    ثُمَّ    جَعَلَ    مِنۢ    بَعْدِ    ضَعْفٍ    قُوَّةً    ثُمَّ    جَعَلَ    مِنۢ    بَعْدِ    قُوَّةٍ    ضَعْفًا  ﴾   وَشَيْبَةً    ۚ    يَخْلُقُ    مَا    يَشَآءُ    ۖ    وَهُوَ    الْعَلِيمُ    الْقَدِيرُ    ﴿الروم:٥٤

“Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”

﴾ وَيَوْمَ    تَقُومُ    السَّاعَةُ    يُقْسِمُ    الْمُجْرِمُونَ    مَا    لَبِثُوا۟    غَيْرَ    سَاعَةٍ    ۚ    كَذٰلِكَ    كَانُوا۟    يُؤْفَكُونَ    ﴿الروم:٥٥

“Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa; “mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat (saja)”. Seperti demikianlah mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran).”

وَقَالَ    الَّذِينَ    أُوتُوا۟    الْعِلْمَ    وَالْإِيمٰنَ    لَقَدْ    لَبِثْتُمْ    فِى    كِتٰبِ    اللَّهِ    إِلَىٰ    يَوْمِ    الْبَعْثِ    ۖ    فَهٰذَا    يَوْمُ    الْبَعْثِ    ﴾وَلٰكِنَّكُمْ    كُنتُمْ    لَا    تَعْلَمُونَ    ﴿الروم:٥٦

“Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir): “Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya)”.”

فَيَوْمَئِذٍ    لَّا    يَنفَعُ    الَّذِينَ    ظَلَمُوا۟    مَعْذِرَتُهُمْ    وَلَا    هُمْ    يُسْتَعْتَبُونَ    ﴿الروم:٥٧﴾

Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zalim permintaan uzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi.

وَلَقَدْ    ضَرَبْنَا    لِلنَّاسِ    فِى    هٰذَا    الْقُرْءَانِ    مِن    كُلِّ    مَثَلٍ    ۚ    وَلَئِن    جِئْتَهُم    بِـَٔايَةٍ    لَّيَقُولَنَّ    الَّذِينَ    كَفَرُوٓا۟    إِنْ  ﴾  أَنتُمْ    إِلَّا    مُبْطِلُونَ    ﴿الروم:٥٨

“Dan Sesungguhnya telah Kami buat dalam Al Quran ini segala macam perumpamaan untuk manusia. Dan Sesungguhnya jika kamu membawa kepada mereka suatu ayat, pastilah orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Kamu tidak lain hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka”.”

﴾ كَذٰلِكَ    يَطْبَعُ    اللَّهُ    عَلَىٰ    قُلُوبِ    الَّذِينَ    لَا    يَعْلَمُونَ    ﴿الروم:٥٩

“Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.”

﴾ فَاصْبِرْ    إِنَّ    وَعْدَ    اللَّهِ    حَقٌّ    ۖ    وَلَا    يَسْتَخِفَّنَّكَ    الَّذِينَ    لَا    يُوقِنُونَ    ﴿الروم:٦۰

“Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu.”

Tadabbur Al-Qur’an :

Ayat 51-60 menjelaskan hal-hal berikut :

  1. Manusia tidak suka mengalami kerugian  dalam usaha. Kerugian bisa menyebabkan kekufuran.
  2. Orang yang sudah mati hatinya,  tuli telinganya dan berpaling dari Al-Qur’an  serta terlalu lama dalam kesesatan, sulit sekali  mendapatkan hidayah. Orang yang bisa mendapat hidayah itu ialah orang yang menyerahkan dirinya kepada Allah.
  3. Allah mengingatkan manusia bahwa mereka diciptakan dari lemah, kemudian menjadi kuat, kemudian menjadi lemah dan beruban.
  4. Pada hari kiamat nanti, orang kafir mengatakan mereka hidup sebentar saja.
  5. Orang yang diberi Allah ilmu dan Iman menjawab bahwa kalian itu sudah ada sejak mereka diciptakan sampai hari kebangkitan. Pada hari kiamat tidak ada lagi permintaan maaf dan tidak pula ada taubat.
  6. Allah telah membuat setiap perumpamaan dalam Al-Qur’an. Kendati Rasul saw. membawa mukjizat, orang-orang yang kafir itu tetap saja menuduh Beliau membawa kebatilan.
  7. Allah mengunci mati hati orang-orang yang  tidak mau memahami Al-Qur’an.
  8. Kunci sukses menghadapi mereka adalah kesabaran. Karena janji Allah itu benar. Sebab itu jangan merasa dilecehkan oleh orang-orang yang tidak yakin pada Allah dan akhirat itu.

(rahman/mtf-online.com)