Tadabbur Al-Qur’an Surat Ar-Rum Ayat 33-41

Publikasi: Rabu, 6 Muharram 1439 H / 27 September 2017 15:36 WIB

Ayat dan Terjemah :

وَإِذَا    مَسَّ    النَّاسَ    ضُرٌّ    دَعَوْا۟    رَبَّهُم    مُّنِيبِينَ    إِلَيْهِ    ثُمَّ    إِذَآ    أَذَاقَهُم    مِّنْهُ    رَحْمَةً    إِذَا    فَرِيقٌ    مِّنْهُم    ﴾بِرَبِّهِمْ    يُشْرِكُونَ    ﴿الروم:٣٣

“Dan apabila manusia disentuh oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali bertaubat kepada-Nya, kemudian apabila Tuhan merasakan kepada mereka barang sedikit rahmat daripada-Nya, tiba-tiba sebagian dari mereka mempersekutukan Tuhannya,”

﴾لِيَكْفُرُوا۟    بِمَآ    ءَاتَيْنٰهُمْ    ۚ    فَتَمَتَّعُوا۟    فَسَوْفَ    تَعْلَمُونَ    ﴿الروم:٣٤

“sehingga mereka mengingkari akan rahmat yang telah Kami berikan kepada mereka. Maka bersenang-senanglah kamu sekalian, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu).”

﴾أَمْ    أَنزَلْنَا    عَلَيْهِمْ    سُلْطٰنًا    فَهُوَ    يَتَكَلَّمُ    بِمَا    كَانُوا۟    بِهِۦ    يُشْرِكُونَ    ﴿الروم:٣٥

“Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, lalu keterangan itu menunjukkan (kebenaran) apa yang mereka selalu mempersekutukan dengan Tuhan?”

وَإِذَآ    أَذَقْنَا    النَّاسَ    رَحْمَةً    فَرِحُوا۟    بِهَا    ۖ    وَإِن    تُصِبْهُمْ    سَيِّئَةٌۢ    بِمَا    قَدَّمَتْ    أَيْدِيهِمْ    إِذَا    هُمْ    يَقْنَطُونَ    ﴾﴿الروم:٣٦

“Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa.”

أَوَلَمْ    يَرَوْا۟    أَنَّ    اللَّهَ    يَبْسُطُ    الرِّزْقَ    لِمَن    يَشَآءُ    وَيَقْدِرُ    ۚ    إِنَّ    فِى    ذٰلِكَ    لَءَايٰتٍ    لِّقَوْمٍ    يُؤْمِنُونَ    ﴿الروم:٣٧﴾

“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezeki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.”

فَـَٔاتِ    ذَا    الْقُرْبَىٰ    حَقَّهُۥ    وَالْمِسْكِينَ    وَابْنَ    السَّبِيلِ    ۚ    ذٰلِكَ    خَيْرٌ    لِّلَّذِينَ    يُرِيدُونَ    وَجْهَ    اللَّهِ    ۖ    وَأُو۟لٰٓئِكَ    ﴾هُمُ    الْمُفْلِحُونَ    ﴿الروم:٣٨

“Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung.”

وَمَآ    ءَاتَيْتُم    مِّن    رِّبًا    لِّيَرْبُوَا۟    فِىٓ    أَمْوٰلِ    النَّاسِ    فَلَا    يَرْبُوا۟    عِندَ    اللَّهِ    ۖ    وَمَآ    ءَاتَيْتُم    مِّن    زَكَوٰةٍ    تُرِيدُونَ    وَجْهَ    اللَّهِ    فَأُو۟لٰٓئِكَ    هُمُ    الْمُضْعِفُونَ    ﴿الروم:٣٩﴾

“Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).”

اللَّهُ    الَّذِى    خَلَقَكُمْ    ثُمَّ    رَزَقَكُمْ    ثُمَّ    يُمِيتُكُمْ    ثُمَّ    يُحْيِيكُمْ    ۖ    هَلْ    مِن    شُرَكَآئِكُم    مَّن    يَفْعَلُ    مِن    ذٰلِكُم    مِّن    شَىْءٍ    ۚ    سُبْحٰنَهُۥ    وَتَعٰلَىٰ    عَمَّا    يُشْرِكُونَ    ﴿الروم:٤۰﴾

“Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.”

ظَهَرَ    الْفَسَادُ    فِى    الْبَرِّ    وَالْبَحْرِ    بِمَا    كَسَبَتْ    أَيْدِى    النَّاسِ    لِيُذِيقَهُم    بَعْضَ    الَّذِى    عَمِلُوا۟    لَعَلَّهُمْ    يَرْجِعُونَ  ﴾  ﴿الروم:٤١

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Tadabbur Al-qur’an :

Ayat 33-41 menjelaskan:

  1. Di antara sifat manusia ialah apabila mendapat kemudaratan, mereka kembali kepada  Allah. Bila mendapat kesenangan, mereka kufur nikmat. Bila diberi Allah rezeki yang banyak, mereka sombong. Namun, bila dapat kesulitan hidup akibat kesalahan mereka sendiri mereka berputus asa.
  2. Kunci rezeki itu di tangan Allah. Dia akan  lapangkan rezeki orang yang dikehendaki-Nya.  Hal tersebut adalah tanda kebesaran Allah bagi orang yang meyakini / berian pada Allah.
  3. Allah memerintahkan agar kita berbagi dengan karib kerabat, fakir miskin dan orang yang kehabisan bekal perjalanannya (ibnussabil). Itulah konsep pengembangan ekonomi yang diberkahi Allah. Hanya orang yang mengharap ridha Allah yang mampu menerapkannya.
  4. Sistem ekonomi berbasis riba (tambahhan dari pinjaman/bunga), tidak akan mendapat kelebihan/tambahan di sisi Allah. Sedangkan sistem yang berbasis zakat dan infak yang dikeluarkan mengharap ridha Allah yang akan dilipat gandakan keberkahan dan jumlahnya.
  5. Allah menciptakan manusia, memberi mereka rezeki, kemudian mematikan mereka dan  setelah itu menghidupkan mereka kembali. Tidak ada keterlibatan sekutu-sekutu mereka dalamnya sedikitpun. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sekutukan.
  6. Kerusakan di darat dan di laut adalah akibat kejahatan dan dosa manusia. Semoga mereka sadar dan kembali kepada Allah.

(rahman/mtf-online.com)