Tadabbur Al-Qur’an Surah Al-Qashash Ayat 71-77

Publikasi: Jum'at, 7 Rabiul Akhir 1438 H / 6 Januari 2017 14:06 WIB

Ayat dan Terjemah :

﴾ قُلْ    أَرَءَيْتُمْ    إِن    جَعَلَ    اللَّهُ    عَلَيْكُمُ    الَّيْلَ    سَرْمَدًا    إِلَىٰ    يَوْمِ    الْقِيٰمَةِ    مَنْ    إِلٰهٌ    غَيْرُ    اللَّهِ    يَأْتِيكُم    بِضِيَآءٍ    ۖ    أَفَلَا    تَسْمَعُونَ    ﴿القصص:٧١

Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?”

﴾ قُلْ    أَرَءَيْتُمْ    إِن    جَعَلَ    اللَّهُ    عَلَيْكُمُ    النَّهَارَ    سَرْمَدًا    إِلَىٰ    يَوْمِ    الْقِيٰمَةِ    مَنْ    إِلٰهٌ    غَيْرُ    اللَّهِ    يَأْتِيكُم    بِلَيْلٍ    تَسْكُنُونَ    فِيهِ    ۖ    أَفَلَا    تُبْصِرُونَ    ﴿القصص:٧٢

Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”

﴾وَمِن    رَّحْمَتِهِۦ    جَعَلَ    لَكُمُ    الَّيْلَ    وَالنَّهَارَ    لِتَسْكُنُوا۟    فِيهِ    وَلِتَبْتَغُوا۟    مِن    فَضْلِهِۦ    وَلَعَلَّكُمْ    تَشْكُرُونَ    ﴿القصص:٧٣

Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.

﴾ وَيَوْمَ    يُنَادِيهِمْ    فَيَقُولُ    أَيْنَ    شُرَكَآءِىَ    الَّذِينَ    كُنتُمْ    تَزْعُمُونَ    ﴿القصص:٧٤

Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata: “Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu katakan?”

﴾وَنَزَعْنَا    مِن    كُلِّ    أُمَّةٍ    شَهِيدًا    فَقُلْنَا    هَاتُوا۟    بُرْهٰنَكُمْ    فَعَلِمُوٓا۟    أَنَّ    الْحَقَّ    لِلّٰـهِ    وَضَلَّ    عَنْهُم    مَّا    كَانُوا۟    يَفْتَرُونَ    ﴿القصص:٧٥

Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi, lalu Kami berkata “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu”, maka tahulah mereka bahwasanya yang hak itu kepunyaan Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan.

۞    إِنَّ    قٰرُونَ    كَانَ    مِن    قَوْمِ    مُوسَىٰ    فَبَغَىٰ    عَلَيْهِمْ    ۖ    وَءَاتَيْنٰهُ    مِنَ    الْكُنُوزِ    مَآ    إِنَّ    مَفَاتِحَهُۥ    لَتَنُوٓأُ    بِالْعُصْبَةِ    أُو۟لِى    الْقُوَّةِ    إِذْ    قَالَ    لَهُۥ    قَوْمُهُۥ    لَا   ﴾ تَفْرَحْ    ۖ    إِنَّ    اللَّهَ    لَا    يُحِبُّ    الْفَرِحِينَ    ﴿القصص:٧٦

Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”.

وَابْتَغِ    فِيمَآ    ءَاتَٮٰكَ    اللَّهُ    الدَّارَ    الْاٰخِرَةَ    ۖ    وَلَا    تَنسَ    نَصِيبَكَ    مِنَ    الدُّنْيَا    ۖ    وَأَحْسِن    كَمَآ    أَحْسَنَ    اللَّهُ    إِلَيْكَ    ۖ    وَلَا    تَبْغِ    الْفَسَادَ    فِى    الْأَرْضِ    ۖ    إِنَّ    اللَّهَ ﴾   لَا    يُحِبُّ    الْمُفْسِدِينَ    ﴿القصص:٧٧

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Tadabbur Al-Qur’an :

al-qur'an tadabburAyat 71-73 menjelaskan kecanggihan manajemen waktu Allah dengan sistem pergantian siang dan malam. Kita akan mengalami kesulitan menata kehidupan jika Allah jadikan malam atau siang sampai  kiamat. Siang dalam malam itu adalah bagian dari rahmat Allah pada manusia. Malam Allah ciptakan untuk tidur. Sedang-kan tidur itu di malam hari itu cara terbaik untuk beristirahat dan recovery otak. Siang Allah ciptakan agar manusia mudah mencari rezeki dan karunia-Nya.

Ayat 74 dan 75 menjelaskan nanti di akhirat  Allah akan menyeru kaum musyrikin dan menanyakan pada mereka tuhan-tuhan yang mereka sembah di dunia. Allah juga akan memunculkan setiap umat itu rasul mereka untuk bersaksi. Saat itu kaum kafir dan musyrik  sadar apa yang mereka ada-adakan di dunia adalah  kesesatan.

Ayat 76 dan 77  menjelaskan bahwa Qarun  itu dari kaum Nabi Musa. Ia tersesat karena  membanggakan kekayaan yang diberikan Allah  kepadanya. Padahal kaumnya sudah menasihatinya agar tidak membanggakan harta,  menjadikannya tujuan dan sebagai standar kemuliaan  dalam kehidupan serta menyebabkan kesombongan atas manusia lainnya.

Orang-orang beriman pada Allah dan akhirat menjadikan harta sebagai sarana meraih keuntungan akhirat sebesar-besarnya, mencari keridaan Allah,  bekal untuk masuk surga dan membangun rumah di dalamnya. Adapun terkait kebutuhan dunia, hanya sebatas kebutuhan  pokok yang  dibolehkan Allah seperti, makanan, minuman, pakaian, rumah dan sebagainya dan tidak boleh berlebihan dalam berbelanja serta menumpuk-numpuk harta.

(saef/mtf-online.com)