Tadabbur Al-Qur’an Surah Al-Qashash Ayat 60-70

Publikasi: Jum'at, 4 Rabiul Akhir 1438 H / 6 Januari 2017 13:52 WIB

Ayat dan Terjemah :

﴾وَمَآ    أُوتِيتُم    مِّن    شَىْءٍ    فَمَتٰعُ    الْحَيَوٰةِ    الدُّنْيَا    وَزِينَتُهَا    ۚ    وَمَا    عِندَ    اللَّهِ    خَيْرٌ    وَأَبْقَىٰٓ    ۚ    أَفَلَا    تَعْقِلُونَ    ﴿القصص:٦۰

Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?

﴾ أَفَمَن    وَعَدْنٰهُ    وَعْدًا    حَسَنًا    فَهُوَ    لٰقِيهِ    كَمَن    مَّتَّعْنٰهُ    مَتٰعَ    الْحَيَوٰةِ    الدُّنْيَا    ثُمَّ    هُوَ    يَوْمَ    الْقِيٰمَةِ    مِنَ    الْمُحْضَرِينَ    ﴿القصص:٦١

Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu ia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kenikmatan hidup duniawi; kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?

﴾ وَيَوْمَ    يُنَادِيهِمْ    فَيَقُولُ    أَيْنَ    شُرَكَآءِىَ    الَّذِينَ    كُنتُمْ    تَزْعُمُونَ    ﴿القصص:٦٢

Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata: “Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu katakan?”

﴾ قَالَ الَّذِينَ حَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ رَبَّنَا هٰٓؤُلَآءِ الَّذِينَ أَغْوَيْنَآ أَغْوَيْنٰهُمْ كَمَا غَوَيْنَا ۖ تَبَرَّأْنَآ إِلَيْكَ ۖ مَا كَانُوٓا۟ إِيَّانَا يَعْبُدُونَ ﴿القصص:٦٣

Berkatalah orang-orang yang telah tetap hukuman atas mereka; “Ya Tuhan kami, mereka inilah orang-orang yang kami sesatkan itu; kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami (sendiri) sesat, kami menyatakan berlepas diri (dari mereka) kepada Engkau, mereka sekali-kali tidak menyembah kami”.

﴾ وَقِيلَ    ادْعُوا۟    شُرَكَآءَكُمْ    فَدَعَوْهُمْ    فَلَمْ    يَسْتَجِيبُوا۟    لَهُمْ    وَرَأَوُا۟    الْعَذَابَ    ۚ    لَوْ    أَنَّهُمْ    كَانُوا۟    يَهْتَدُونَ    ﴿القصص:٦٤

Dikatakan (kepada mereka) “Serulah olehmu sekutu-sekutu kamu”, lalu mereka menyerunya, maka sekutu-sekutu itu tidak memperkenankan (seruan) mereka, dan mereka melihat azab. (Mereka ketika itu berkeinginan) kiranya mereka dahulu menerima petunjuk.

﴾ وَيَوْمَ    يُنَادِيهِمْ    فَيَقُولُ    مَاذَآ    أَجَبْتُمُ    الْمُرْسَلِينَ    ﴿القصص:٦٥

Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata: “Apakah jawabanmu kepada para rasul?”

﴾ فَعَمِيَتْ    عَلَيْهِمُ    الْأَنۢبَآءُ    يَوْمَئِذٍ    فَهُمْ    لَا    يَتَسَآءَلُونَ    ﴿القصص:٦٦

Maka gelaplah bagi mereka segala macam alasan pada hari itu, karena itu mereka tidak saling tanya menanya.

﴾فَأَمَّا    مَن    تَابَ    وَءَامَنَ    وَعَمِلَ    صٰلِحًا    فَعَسَىٰٓ    أَن    يَكُونَ    مِنَ    الْمُفْلِحِينَ    ﴿القصص:٦٧

Adapun orang yang bertaubat dan beriman, serta mengerjakan amal yang saleh, semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung.

﴾وَرَبُّكَ    يَخْلُقُ    مَا    يَشَآءُ    وَيَخْتَارُ    ۗ    مَا    كَانَ    لَهُمُ    الْخِيَرَةُ    ۚ    سُبْحٰنَ    اللَّهِ    وَتَعٰلَىٰ    عَمَّا    يُشْرِكُونَ    ﴿القصص:٦٨

Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).

﴾ وَرَبُّكَ    يَعْلَمُ    مَا    تُكِنُّ    صُدُورُهُمْ    وَمَا    يُعْلِنُونَ    ﴿القصص:٦٩

Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan.

﴾ وَهُوَ    اللَّهُ    لَآ    إِلٰهَ    إِلَّا    هُوَ    ۖ    لَهُ    الْحَمْدُ    فِى    الْأُولَىٰ    وَالْاٰخِرَةِ    ۖ    وَلَهُ    الْحُكْمُ    وَإِلَيْهِ    تُرْجَعُونَ    ﴿القصص:٧۰

Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nya-lah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nya-lah segala penentuan dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

Tadabbur Al-Qur’an :

al-qur'an tadabburAyat 60-67 menjelaskan beberap hal:

  1. Apa saja bentuk harta yang diperoleh, tidak lebih dari kenikmatan hidup dunia dan hiasannya. Pahala yang ada di sisi Allah jauh lebih baik dan kekal. Mengapa kita tidak paham juga?
  2. Sangat jauh perbedaan antara orang-orang mukmin yang dijanjikan Allah surga dengan kaum  kafir dan musyrik yang  Allah berikan kenikmatan hidup dunia saja.
  3. Di akhirat nanti, Allah akan bertanya kepada kaum kafir dan musyrik itu: Mana tuhan-tuhan yang kalian sembah di dunia? Tiba-tiba para setan dan teman-teman mereka dari kalangan manusia berkata: Ya Allah. Mereka itu adalah korban penyesatan kami. Mereka sesat sebagaimana kami sesat. Hari ini kami berlepas diri dari mereka. Sebenarnya mereka tidaklah menyembah kami. Saat itu neraka sudah berada di hadapan mata mereka. Mereka menyesal sekali dan mengharapkan sekiranya dahulu mereka di dunia mendapat hidayah. Adapun orang-orang yang beriman pada  Allah, Rasul saw. dan Al-Qur’an dan mereka  beramal saleh yang banyak, maka mereka tenang-tenang saja karena yakin akan sukses masuk surga dan selamat dari api neraka.

Ayat 68-70 menjelaskan Allah menciptakan dan menetapkan apa saja Ia kehendaki. Manusia tidak punya kemampuan menentukan yang hak atau yang batil. Allah bersih dari tuhan-tuhan yang mereka jadikan sekutu dengan-Nya. Allah Maha Mengetahui semua rahasia hati manusia dan apa saja yang mereka nampakkan.  Dialah Allah. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Bagi-Nya segala puja dan puji di dunia dan akhirat. Bagi-Nya jua segala keputusan  dan kepada-Nya manusia dikembalikan.

(saef/mtf-online.com)