Tadabbur Al-Qur’an Surah Al-Qashash Ayat 6-13

Publikasi: Kamis, 2 Safar 1438 H / 3 November 2016 07:53 WIB

Ayat dan Terjemah :

﴾ وَنُمَكِّنَ    لَهُمْ    فِى    الْأَرْضِ    وَنُرِىَ    فِرْعَوْنَ    وَهٰمٰنَ    وَجُنُودَهُمَا    مِنْهُم    مَّا    كَانُوا۟    يَحْذَرُونَ    ﴿القصص:٦

dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir’aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu.

وَأَوْحَيْنَآ    إِلَىٰٓ    أُمِّ    مُوسَىٰٓ    أَنْ    أَرْضِعِيهِ    ۖ    فَإِذَا    خِفْتِ    عَلَيْهِ    فَأَلْقِيهِ    فِى    الْيَمِّ    وَلَا    تَخَافِى    وَلَا    تَحْزَنِىٓ    ۖ    إِنَّا    رَآدُّوهُ    إِلَيْكِ    وَجَاعِلُوهُ    مِنَ    الْمُرْسَلِينَ   ﴾ ﴿القصص:٧

Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa; “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.

﴾فَالْتَقَطَهُۥٓ    ءَالُ    فِرْعَوْنَ    لِيَكُونَ    لَهُمْ    عَدُوًّا    وَحَزَنًا    ۗ    إِنَّ    فِرْعَوْنَ    وَهٰمٰنَ    وَجُنُودَهُمَا    كَانُوا۟    خٰطِـِٔينَ    ﴿القصص:٨

Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir’aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir’aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.

﴾وَقَالَتِ    امْرَأَتُ    فِرْعَوْنَ    قُرَّتُ    عَيْنٍ    لِّى    وَلَكَ    ۖ    لَا    تَقْتُلُوهُ    عَسَىٰٓ    أَن    يَنفَعَنَآ    أَوْ    نَتَّخِذَهُۥ    وَلَدًا    وَهُمْ    لَا    يَشْعُرُونَ    ﴿القصص:٩

Dan berkatalah isteri Fir’aun: “(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak”, sedang mereka tiada menyadari.

﴾وَأَصْبَحَ    فُؤَادُ    أُمِّ    مُوسَىٰ    فٰرِغًا    ۖ    إِن    كَادَتْ    لَتُبْدِى    بِهِۦ    لَوْلَآ    أَن    رَّبَطْنَا    عَلَىٰ    قَلْبِهَا    لِتَكُونَ    مِنَ    الْمُؤْمِنِينَ    ﴿القصص:١۰

Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah).

﴾ وَقَالَتْ    لِأُخْتِهِۦ    قُصِّيهِ    ۖ    فَبَصُرَتْ    بِهِۦ    عَن    جُنُبٍ    وَهُمْ    لَا    يَشْعُرُونَ    ﴿القصص:١١

Dan berkatalah ibu Musa kepada saudara Musa yang perempuan: “Ikutilah dia” Maka kelihatanlah olehnya Musa dari jauh, sedang mereka tidak mengetahuinya,

۞    ﴾ وَحَرَّمْنَا    عَلَيْهِ    الْمَرَاضِعَ    مِن    قَبْلُ    فَقَالَتْ    هَلْ    أَدُلُّكُمْ    عَلَىٰٓ    أَهْلِ    بَيْتٍ    يَكْفُلُونَهُۥ    لَكُمْ    وَهُمْ    لَهُۥ    نٰصِحُونَ    ﴿القصص:١٢

dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu; maka berkatalah saudara Musa: “Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?”.

﴾ فَرَدَدْنٰهُ    إِلَىٰٓ    أُمِّهِۦ    كَىْ    تَقَرَّ    عَيْنُهَا    وَلَا    تَحْزَنَ    وَلِتَعْلَمَ    أَنَّ    وَعْدَ    اللَّهِ    حَقٌّ    وَلٰكِنَّ    أَكْثَرَهُمْ    لَا    يَعْلَمُونَ    ﴿القصص:١٣

Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

Tadabbur Al-Qur’an :

al-qur'an tadabburAyat 6-13 meneruskan kisah Musa dan Fir’aun dan bagaimana Allah mengatur skenario penyelamatan bani Israil dan penghancuran Fir’aun dan para pembesarnya sebagai berikut :

  1. Allah wahyukan kepada ibu Musa jika ia  takut keselamatan anaknya dari pembantaian Fir’aun, maka hanyutkan saja Musa yang baru lahir itu ke laut. Allah akan mengembalikannya kembali dan menjadikannya seorang rasul.
  2. Lalu, bayi  yang benama “Musa” dipungut keluarga Fir’aun agar kelak menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Kemudian istri Fir’aun, Asiah merayunya agar bayi tersebut menjadi anak kesayangan mereka dan agar tidak dibunuh karena bisa saja suatu saat nanti memberikan manfaat kepada mereka atau dijadikan saja anak angkat dan masyarakat juga tidak menyadarinya.
  3. Hati ibu Musa menyesal atas perbuatannya. Nyaris ia menceritakan peristiwa itu kalau tidak Allah kuatkan hatinya agar ia menjadi orang yang beriman kepada-Nya. Untuk itu, ibu Musa menyuruh saudara perempuan Musa untuk  mengikuti dari jauh ke mana arah hanyutnya Musa, sedangkan  masyarakat tidak menyadarinya.
  4. Melalui usulan saudara perempuannya pada keluarga Fir’aun, Musa Allah kembalikan kepada ibunya untuk disusui. Begitulah cara Allah menenangkan hatinya  dan membuktikan janji-Nya adalah benar dan ditepati. Skenario Allah yang menjadi fakta besar sejarah ini  termasuk bukti kekuasaan Allah. Sayang sekali, kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

(saef/mtf-online.com)