Tadabbur Al-Qur’an Surah Al-Qashash Ayat 51-59

Publikasi: Jum'at, 30 Rabiul Awwal 1438 H / 30 Desember 2016 14:00 WIB

Ayat dan Terjemah :

۞    ﴾ وَلَقَدْ    وَصَّلْنَا    لَهُمُ    الْقَوْلَ    لَعَلَّهُمْ    يَتَذَكَّرُونَ    ﴿القصص:٥١

Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al Quran) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran.

﴾ الَّذِينَ    ءَاتَيْنٰهُمُ    الْكِتٰبَ    مِن    قَبْلِهِۦ    هُم    بِهِۦ    يُؤْمِنُونَ    ﴿القصص:٥٢

Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al Kitab sebelum Al Quran, mereka beriman (pula) dengan Al Quran itu.

﴾ وَإِذَا    يُتْلَىٰ    عَلَيْهِمْ    قَالُوٓا۟    ءَامَنَّا    بِهِۦٓ    إِنَّهُ    الْحَقُّ    مِن    رَّبِّنَآ    إِنَّا    كُنَّا    مِن    قَبْلِهِۦ    مُسْلِمِينَ    ﴿القصص:٥٣

Dan apabila dibacakan (Al Quran itu) kepada mereka, mereka berkata: “Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Quran itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya).

﴾ أُو۟لٰٓئِكَ    يُؤْتَوْنَ    أَجْرَهُم    مَّرَّتَيْنِ    بِمَا    صَبَرُوا۟    وَيَدْرَءُونَ    بِالْحَسَنَةِ    السَّيِّئَةَ    وَمِمَّا    رَزَقْنٰهُمْ    يُنفِقُونَ    ﴿القصص:٥٤

Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka, mereka nafkahkan.

﴾ وَإِذَا    سَمِعُوا۟    اللَّغْوَ    أَعْرَضُوا۟    عَنْهُ    وَقَالُوا۟    لَنَآ    أَعْمٰلُنَا    وَلَكُمْ    أَعْمٰلُكُمْ    سَلٰمٌ    عَلَيْكُمْ    لَا    نَبْتَغِى    الْجٰهِلِينَ    ﴿القصص:٥٥

Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil”.

﴾إِنَّكَ    لَا    تَهْدِى    مَنْ    أَحْبَبْتَ    وَلٰكِنَّ    اللَّهَ    يَهْدِى    مَن    يَشَآءُ    ۚ    وَهُوَ    أَعْلَمُ    بِالْمُهْتَدِينَ    ﴿القصص:٥٦

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.

وَقَالُوٓا۟    إِن    نَّتَّبِعِ    الْهُدَىٰ    مَعَكَ    نُتَخَطَّفْ    مِنْ    أَرْضِنَآ    ۚ    أَوَلَمْ    نُمَكِّن    لَّهُمْ    حَرَمًا    ءَامِنًا    يُجْبَىٰٓ    إِلَيْهِ    ثَمَرٰتُ    كُلِّ    شَىْءٍ    رِّزْقًا    مِّن    لَّدُنَّا    وَلٰكِنَّ    أَكْثَرَهُمْ   ﴾  لَا    يَعْلَمُونَ    ﴿القصص:٥٧

Dan mereka berkata: “Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami”. Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezeki (bagimu) dari sisi Kami?. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

﴾ وَكَمْ    أَهْلَكْنَا    مِن    قَرْيَةٍۭ    بَطِرَتْ    مَعِيشَتَهَا    ۖ    فَتِلْكَ    مَسٰكِنُهُمْ    لَمْ    تُسْكَن    مِّنۢ    بَعْدِهِمْ    إِلَّا    قَلِيلًا    ۖ    وَكُنَّا    نَحْنُ    الْوٰرِثِينَ    ﴿القصص:٥٨

Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang telah Kami binasakan, yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya; maka itulah tempat kediaman mereka yang tiada di diami (lagi) sesudah mereka, kecuali sebahagian kecil. Dan Kami adalah Pewaris(nya).

﴾وَمَا    كَانَ    رَبُّكَ    مُهْلِكَ    الْقُرَىٰ    حَتَّىٰ    يَبْعَثَ    فِىٓ    أُمِّهَا    رَسُولًا    يَتْلُوا۟    عَلَيْهِمْ    ءَايٰتِنَا    ۚ    وَمَا    كُنَّا    مُهْلِكِى    الْقُرَىٰٓ    إِلَّا    وَأَهْلُهَا    ظٰلِمُونَ    ﴿القصص:٥٩

Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.

Tadabbur Al-Qur’an :

al-qur'an tadabburAyat 51-59 menjelaskan tiga hal:

  1. Allah kaitkan kaum Quraisy yang durhaka kepada Allah dengan kisah Bani Israil yang durhaka dan apa saja azab yang Allah turunkan pada mereka agar menjadi pelajaran. Sebab itu, kaum Ahlul Kitab yang konsisten dengan Taurat dan Injil akan mudah menerima kebenaran Al-Qur’an karena ciri-ciri Rasulullah saw. disebutkan di dalamnya. Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, mereka langsung beriman. Allah memberi mereka pahala dua kali lipat karena kesabaran mereka. Mereka menolak keburukan dengan kebaikan, menginfakkan sebagian harta dan menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak berguna.
  2. Otoritas hidayah itu di tangan Allah. Dia tidak berikan kendati kepada Muhammad Saw., sebagaimana yang terjadi saat Abu Thalib wafat. Rasul  saw. berupaya agar pamannya mengucap syahadatain. Allah menegur beliau dengan ayat  56 ini.
  3. Salah satu alasan kaum kafir Quraisy tidak beriman kepada Rasul saw. karena takut menghadapi ancaman dan pengusiran yang dilakukan oleh tokoh-tokoh mereka serta tidak  akan mendapat keamanan. Padahal kafir pada Allah dan Rasul-Nya itu penyebab kehancuran  dan hilangnya rasa aman sebagaimana yang Allah timpakan kepada umat-umat sebelum mereka. Suatu negeri tidak akan dibinasakan sebelum Allah utus rasul yang  menyampaikan wahyu-Nya dan penduduk tersebut menolaknya.

(saef/mtf-online.com)