Tadabbur Al-Qur’an Surah Al-Qashash Ayat 44-50

Publikasi: Kamis, 22 Rabiul Awwal 1438 H / 22 Desember 2016 09:46 WIB

Ayat dan Terjemah :

﴾وَمَا    كُنتَ    بِجَانِبِ    الْغَرْبِىِّ    إِذْ    قَضَيْنَآ    إِلَىٰ    مُوسَى    الْأَمْرَ    وَمَا    كُنتَ    مِنَ    الشّٰهِدِينَ    ﴿القصص:٤٤

Dan tidaklah kamu (Muhammad) berada di sisi yang sebelah barat ketika Kami menyampaikan perintah kepada Musa, dan tiada pula kamu termasuk orang-orang yang menyaksikan.

﴾وَلٰكِنَّآ    أَنشَأْنَا    قُرُونًا    فَتَطَاوَلَ    عَلَيْهِمُ    الْعُمُرُ    ۚ    وَمَا    كُنتَ    ثَاوِيًا    فِىٓ    أَهْلِ    مَدْيَنَ    تَتْلُوا۟    عَلَيْهِمْ    ءَايٰتِنَا    وَلٰكِنَّا    كُنَّا    مُرْسِلِينَ    ﴿القصص:٤٥

Tetapi Kami telah mengadakan beberapa generasi, dan berlalulah atas mereka masa yang panjang, dan tiadalah kamu tinggal bersama-sama penduduk Mad-yan dengan membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka, tetapi Kami telah mengutus rasul-rasul.

﴾ وَمَا    كُنتَ    بِجَانِبِ    الطُّورِ    إِذْ    نَادَيْنَا    وَلٰكِن    رَّحْمَةً    مِّن    رَّبِّكَ    لِتُنذِرَ    قَوْمًا    مَّآ    أَتَٮٰهُم    مِّن    نَّذِيرٍ    مِّن    قَبْلِكَ    لَعَلَّهُمْ    يَتَذَكَّرُونَ    ﴿القصص:٤٦

Dan tiadalah kamu berada di dekat gunung Thur ketika Kami menyeru (Musa), tetapi (Kami beritahukan itu kepadamu) sebagai rahmat dari Tuhanmu, supaya kamu memberi peringatan kepada kaum (Quraisy) yang sekali-kali belum datang kepada mereka pemberi peringatan sebelum kamu agar mereka ingat.

﴾ وَلَوْلَآ    أَن    تُصِيبَهُم    مُّصِيبَةٌۢ    بِمَا    قَدَّمَتْ    أَيْدِيهِمْ    فَيَقُولُوا۟    رَبَّنَا    لَوْلَآ    أَرْسَلْتَ    إِلَيْنَا    رَسُولًا    فَنَتَّبِعَ    ءَايٰتِكَ    وَنَكُونَ    مِنَ    الْمُؤْمِنِينَ    ﴿القصص:٤٧

Dan agar mereka tidak mengatakan ketika azab menimpa mereka disebabkan apa yang mereka kerjakan: “Ya Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau dan jadilah kami termasuk orang-orang mukmin”.

فَلَمَّا    جَآءَهُمُ    الْحَقُّ    مِنْ    عِندِنَا    قَالُوا۟    لَوْلَآ    أُوتِىَ    مِثْلَ    مَآ    أُوتِىَ    مُوسَىٰٓ    ۚ    أَوَلَمْ    يَكْفُرُوا۟    بِمَآ    أُوتِىَ    مُوسَىٰ    مِن    قَبْلُ    ۖ    قَالُوا۟    سِحْرَانِ    تَظٰهَرَا   ﴾ وَقَالُوٓا۟    إِنَّا    بِكُلٍّ    كٰفِرُونَ    ﴿القصص:٤٨

Maka tatkala datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata: “Mengapakah tidak diberikan kepadanya (Muhammad) seperti yang telah diberikan kepada Musa dahulu?”. Dan bukankah mereka itu telah ingkar (juga) kepada apa yang telah diberikan kepada Musa dahulu?; mereka dahulu telah berkata: “Musa dan Harun adalah dua ahli sihir yang bantu membantu”. Dan mereka (juga) berkata: “Sesungguhnya kami tidak mempercayai masing-masing mereka itu”.

﴾ قُلْ    فَأْتُوا۟    بِكِتٰبٍ    مِّنْ    عِندِ    اللَّهِ    هُوَ    أَهْدَىٰ    مِنْهُمَآ    أَتَّبِعْهُ    إِن    كُنتُمْ    صٰدِقِينَ    ﴿القصص:٤٩

Katakanlah: “Datangkanlah olehmu sebuah kitab dari sisi Allah yang kitab itu lebih (dapat) memberi petunjuk daripada keduanya (Taurat dan Al Quran) niscaya aku mengikutinya, jika kamu sungguh orang-orang yang benar”.

فَإِن    لَّمْ    يَسْتَجِيبُوا۟    لَكَ    فَاعْلَمْ    أَنَّمَا    يَتَّبِعُونَ    أَهْوَآءَهُمْ    ۚ    وَمَنْ    أَضَلُّ    مِمَّنِ    اتَّبَعَ    هَوَٮٰهُ    بِغَيْرِ    هُدًى    مِّنَ    اللَّهِ    ۚ    إِنَّ    اللَّهَ    لَا    يَهْدِى    الْقَوْمَ    الظّٰلِمِينَ   ﴾ ﴿القصص:٥۰

Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Tadabbur Al-Qur’an :

al-qur'an tadabburAyat 44-50 menjelaskan dua poin penting terkait dengan kisah Nabi Musa yang sangat rinci yang Allah ceritakan sejak dari awal surah ini, yaitu:

  1. Allah ceritakan kepada Nabi Muhammad  saw. kisah Nabi Musa ketika menerima perintah-Nya untuk lari keluar dari Mesir, saat ia di Madyan dan apa saja yang ia lakukan di sana dan bagaimana pula saat ia dipanggil Allah dan diajak bicara di samping bukit Tur.  Semua itu merupakan rahmat Allah kepada Nabi Muhammad saw. agar beliau dan umat-nya mendapat berbagai pelajaran  yang berharga dalam mendakwahkan tauhid kepada manusia. Di antaranya, lika-liku kehidupan seorang rasul dalam menerima wahyu dari Allah, kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam menyampaikan kebenaran dari Allah, dahsyatnya perlawanan kaum kafir terhadap dakwah rasul Allah dan sebagainya.
  2. Perilaku dan karakter umat Nabi Muhammad saw. yang kafir (menolak wahyu) dan kerasulan beliau sama saja dengan kaum kafir di zaman Nabi Musa as. Ketika Al-Qur’an diturunkan, mereka memprotes kenapa tidak sama dengan Taurat? Mereka menuduh Rasul saw. tukang sihir sebagaimana Musa dan Harun juga  dituduh tukang sihir. Maka tidak ada alasan bagi orang-orang yang menolak dakwah Muhammad saw. kecuali disebabkan mereka mengikuti hawa nafsu. Manusia yang paling sesat adalah yang mengikuti hawa nafsu, tanpa mendapat petunjuk dari Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan menunjuki kaum yang zalim.

(saef/mtf-online.com)