Tadabbur Al-Qur’an Surah Al-Qashash Ayat 36-43

Publikasi: Jum'at, 9 Rabiul Awwal 1438 H / 9 Desember 2016 07:22 WIB

Ayat dan Terjemah :

﴾فَلَمَّا    جَآءَهُم    مُّوسَىٰ    بِـَٔايٰتِنَا    بَيِّنٰتٍ    قَالُوا۟    مَا    هٰذَآ    إِلَّا    سِحْرٌ    مُّفْتَرًى    وَمَا    سَمِعْنَا    بِهٰذَا    فِىٓ    ءَابَآئِنَا    الْأَوَّلِينَ    ﴿القصص:٣٦

Maka tatkala Musa datang kepada mereka dengan (membawa) mukjizat-mukjizat Kami yang nyata, mereka berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang dibuat-buat dan kami belum pernah mendengar (seruan yang seperti) ini pada nenek moyang kami dahulu”.

﴾ وَقَالَ    مُوسَىٰ    رَبِّىٓ    أَعْلَمُ    بِمَن    جَآءَ    بِالْهُدَىٰ    مِنْ    عِندِهِۦ    وَمَن    تَكُونُ    لَهُۥ    عٰقِبَةُ    الدَّارِ    ۖ    إِنَّهُۥ    لَا    يُفْلِحُ    الظّٰلِمُونَ    ﴿القصص:٣٧

Musa menjawab: “Tuhanku lebih mengetahui orang yang (patut) membawa petunjuk dari sisi-Nya dan siapa yang akan mendapat kesudahan (yang baik) di negeri akhirat. Sesungguhnya tidaklah akan mendapat kemenangan orang-orang yang zalim”.

وَقَالَ    فِرْعَوْنُ    يٰٓأَيُّهَا    الْمَلَأُ    مَا    عَلِمْتُ    لَكُم    مِّنْ    إِلٰهٍ    غَيْرِى    فَأَوْقِدْ    لِى    يٰهٰمٰنُ    عَلَى    الطِّينِ    فَاجْعَل    لِّى    صَرْحًا    لَّعَلِّىٓ    أَطَّلِعُ    إِلَىٰٓ    إِلٰهِ    مُوسَىٰ    وَإِنِّى   ﴾ لَأَظُنُّهُۥ    مِنَ    الْكٰذِبِينَ    ﴿القصص:٣٨

Dan berkata Fir’aun: “Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta”.

﴾ وَاسْتَكْبَرَ    هُوَ    وَجُنُودُهُۥ    فِى    الْأَرْضِ    بِغَيْرِ    الْحَقِّ    وَظَنُّوٓا۟    أَنَّهُمْ    إِلَيْنَا    لَا    يُرْجَعُونَ    ﴿القصص:٣٩

dan berlaku angkuhlah Fir’aun dan bala tentaranya di bumi (Mesir) tanpa alasan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami.

﴾فَأَخَذْنٰهُ    وَجُنُودَهُۥ    فَنَبَذْنٰهُمْ    فِى    الْيَمِّ    ۖ    فَانظُرْ    كَيْفَ    كَانَ    عٰقِبَةُ    الظّٰلِمِينَ    ﴿القصص:٤۰

Maka Kami hukumlah Fir’aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim.

﴾ وَجَعَلْنٰهُمْ    أَئِمَّةً    يَدْعُونَ    إِلَى    النَّارِ    ۖ    وَيَوْمَ    الْقِيٰمَةِ    لَا    يُنصَرُونَ    ﴿القصص:٤١

Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.

﴾ وَأَتْبَعْنٰهُمْ    فِى    هٰذِهِ    الدُّنْيَا    لَعْنَةً    ۖ    وَيَوْمَ    الْقِيٰمَةِ    هُم    مِّنَ    الْمَقْبُوحِينَ    ﴿القصص:٤٢

Dan Kami ikutkanlah laknat kepada mereka di dunia ini; dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah).

﴾ وَلَقَدْ    ءَاتَيْنَا    مُوسَى    الْكِتٰبَ    مِنۢ    بَعْدِ    مَآ    أَهْلَكْنَا    الْقُرُونَ    الْأُولَىٰ    بَصَآئِرَ    لِلنَّاسِ    وَهُدًى    وَرَحْمَةً    لَّعَلَّهُمْ    يَتَذَكَّرُونَ    ﴿القصص:٤٣

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat.

Tadabbur Al-Qur’an :

al-qur'an tadabburAyat 36-43 meneruskan kisah Musa dan Harun dalam episode berdakwah langsung kepada Fir’aun. Episode ini mencakup:

  1. Fir’aun dan para pembesarnya menuduh mukjizat-mukjizat Musa itu adalah sihir yang  direkayasa. Lau Musa mengatakan bahwa Tuhannya, yakni Allah, lebih mengetahui siapa  yang datang membawa petunjuk hidup dari-Nya dan siapa yang akan celaka di akhir hayatnya. Orang-orang zalim itu tidak akan pernah menang dalam percaturan menghadapi para nabi dan rasul Allah.
  2. Fir’aun murka besar kepada Musa karena menyebut Tuhan Allah. Dengan demikian, secara berani Musa tidak mengakui Fir’aun sebagai tuhan. Fir’aun mengolok-olok Allah sambil berkata kepada para pembesarnya bahwa dia tidak mengetahui tuhan selain dirinya. Fir’aun memerintahkan Haman, sebagai arsiteknya membuat bangunan tinggi untuk melihat apa benar Tuhan Musa itu ada. Ia masih yakin Musa pendusta.
  3. Fir’aun dan prajuritnya bersikap sombong tanpa dasar yang benar dan menduga tidak akan dikembalikan kepada Allah di akhirat nanti. Maka Allah menyiksanya dan prajuritnya dengan melemparkan mereka ke dalam laut. Maka apakah akibat buruk berupa penderitaan, kehinaan dan azab yang menimpa Fir’aun dan pasukannya itu tidak cukup dijadikan pelajaran oleh umat Nabi Muhammad saw. dan manusia lainnya?
  4. Kekafiran dan kesombongan yang tertanam kuat dalam diri mereka terhadap Allah dan rasul-Nya menjadi penyebab Allah jadikan mereka du’at (para penyeru) ke neraka. Pada hari kiamat nanti mereka tidak  akan ditolong Allah. Di dunia mereka mendapat laknat Allah dan di akhirat di neraka hidup dalam kondisi fisik yang rusak berat dan dijauhkan dari rahmat-Nya.
  5. Taurat yang diberikan Allah kepada Musa itu turun setelah beberapa umat sebelumnya dihancurkan Allah.  Selayaknya umat Nabi Musa dapat menerimanya dengan baik dan seutuhnya dan tidak ada yang ditolak isinya. Taurat itu sebagai cahaya hati manusia, petunjuk hidup dan rahmat agar mereka mendapat pelajaran.

(Saef/mtf-online.com)