Tadabbur Al-Qur’an Surah Al-Qashash Ayat 29-35

Publikasi: Selasa, 28 Safar 1438 H / 29 November 2016 06:55 WIB

Ayat dan Terjemah :

فَلَمَّا    قَضَىٰ    مُوسَى    الْأَجَلَ    وَسَارَ    بِأَهْلِهِۦٓ    ءَانَسَ    مِن    جَانِبِ    الطُّورِ    نَارًا    قَالَ    لِأَهْلِهِ    امْكُثُوٓا۟    إِنِّىٓ    ءَانَسْتُ    نَارًا    لَّعَلِّىٓ    ءَاتِيكُم    مِّنْهَا    بِخَبَرٍ    أَوْ    جَذْوَةٍ   ﴾ مِّنَ    النَّارِ    لَعَلَّكُمْ    تَصْطَلُونَ    ﴿القصص:٢٩

Maka tatkala Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan dan dia berangkat dengan keluarganya, dilihatnyalah api di lereng gunung ia berkata kepada keluarganya: “Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sesuluh api, agar kamu dapat menghangatkan badan”.

﴾ فَلَمَّآ    أَتَٮٰهَا    نُودِىَ    مِن    شٰطِئِ    الْوَادِ    الْأَيْمَنِ    فِى    الْبُقْعَةِ    الْمُبٰرَكَةِ    مِنَ    الشَّجَرَةِ    أَن    يٰمُوسَىٰٓ    إِنِّىٓ    أَنَا    اللَّهُ    رَبُّ    الْعٰلَمِينَ    ﴿القصص:٣۰

Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: “Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam.

﴾ وَأَنْ    أَلْقِ    عَصَاكَ    ۖ    فَلَمَّا    رَءَاهَا    تَهْتَزُّ    كَأَنَّهَا    جَآنٌّ    وَلَّىٰ    مُدْبِرًا    وَلَمْ    يُعَقِّبْ    ۚ    يٰمُوسَىٰٓ    أَقْبِلْ    وَلَا    تَخَفْ    ۖ    إِنَّكَ    مِنَ    الْاٰمِنِينَ    ﴿القصص:٣١

dan lemparkanlah tongkatmu. Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seolah-olah dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. (Kemudian Musa diseru): “Hai Musa datanglah kepada-Ku dan janganlah kamu takut. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman.

اسْلُكْ    يَدَكَ    فِى    جَيْبِكَ    تَخْرُجْ    بَيْضَآءَ    مِنْ    غَيْرِ    سُوٓءٍ    وَاضْمُمْ    إِلَيْكَ    جَنَاحَكَ    مِنَ    الرَّهْبِ    ۖ    فَذٰنِكَ    بُرْهٰنَانِ    مِن    رَّبِّكَ    إِلَىٰ    فِرْعَوْنَ    وَمَلَإِي۟هِۦٓ    ۚ    إِنَّهُمْ ﴾   كَانُوا۟    قَوْمًا    فٰسِقِينَ    ﴿القصص:٣٢

Masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia keluar putih tidak bercacat bukan karena penyakit, dan dekapkanlah kedua tanganmu (ke dada)mu bila ketakutan, maka yang demikian itu adalah dua mukjizat dari Tuhanmu (yang akan kamu hadapkan kepada Fir’aun dan pembesar-pembesarnya). Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang fasik”.

﴾ قَالَ    رَبِّ    إِنِّى    قَتَلْتُ    مِنْهُمْ    نَفْسًا    فَأَخَافُ    أَن    يَقْتُلُونِ    ﴿القصص:٣٣

Musa berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku, telah membunuh seorang manusia dari golongan mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku.

﴾ وَأَخِى    هٰرُونُ    هُوَ    أَفْصَحُ    مِنِّى    لِسَانًا    فَأَرْسِلْهُ    مَعِىَ    رِدْءًا    يُصَدِّقُنِىٓ    ۖ    إِنِّىٓ    أَخَافُ    أَن    يُكَذِّبُونِ    ﴿القصص:٣٤

Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku”.

﴾ قَالَ    سَنَشُدُّ    عَضُدَكَ    بِأَخِيكَ    وَنَجْعَلُ    لَكُمَا    سُلْطٰنًا    فَلَا    يَصِلُونَ    إِلَيْكُمَا    ۚ    بِـَٔايٰتِنَآ    أَنتُمَا    وَمَنِ    اتَّبَعَكُمَا    الْغٰلِبُونَ    ﴿القصص:٣٥

Allah berfirman: “Kami akan membantumu dengan saudaramu, dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar, maka mereka tidak dapat mencapaimu; (berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamulah yang akan menang.

Tadabbur Al-Qur’an :

al-qur'an tadabburAyat 29-35 meneruskan kisah Musa dalam episode berikutnya, yakni pasca kontrak kerjanya dengan Nabi Syuaib dan kepulangannya ke Mesir.  Saat Nabi Musa dan istrinya sampai dekat bukit Tur dalam perjalanan mereka menuju  Mesir, Musa dipanggil Allah dan diajak bicara. Allah memberikan padanya dua mukjizat, yakni tongkat bisa menjadi ular besar dan tangannya bisa mengeluarkan warna putih, tapi bukan penyakit.  Dua mukjizat itu yang akan dibawa Musa kepada Fir’aun dan para pembesarnya yang fasik itu, sebagai bukti bahwa ia adalah Rasul Allah.

Sebagai manusia, Musa takut dibunuh Fir’aun dan para pembesarnya karena sebelumnya ia membunuh seseorang dari suku Qibtiyah. Lalu, Musa meminta kepada Allah agar  mengikutkan saudaranya Harun yang lebih fasih lidahnya daripada Musa, dalam misi risalah Tauhid untuk membantu dan membenarkannya. Alasannya, Musa khawatir mereka akan  menuduhnya pembohong dan menolak dakwahnya.

Kemudian Allah mengabulkan permintaan Musa dan jadikan Harun untuk memperkuat dakwahnya serta menjamin akan memberikan kekuatan kepada merejka berdua agar mereka tidak akan pernah bisa disakiti Fir’aun dan para pengikutnya. Melalui mukjizat-mukjizat yang akan Allah berikan, Musa dan Harun dipastikan akan memenangkan percaturan tersebut. Maka Musa dan Harun berdakwah tanpa henti.

(saef/mtf-online.com)