Tadabbur Al-Qur’an Surah Al-Qashash Ayat 22-28

Publikasi: Senin, 20 Safar 1438 H / 21 November 2016 07:34 WIB

Ayat dan Terjemah :

﴾وَلَمَّا    تَوَجَّهَ    تِلْقَآءَ    مَدْيَنَ    قَالَ    عَسَىٰ    رَبِّىٓ    أَن    يَهْدِيَنِى    سَوَآءَ    السَّبِيلِ    ﴿القصص:٢٢

Dan tatkala ia menghadap kejurusan negeri Mad-yan ia berdoa (lagi): “Mudah-mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan yang benar”.

وَلَمَّا    وَرَدَ    مَآءَ    مَدْيَنَ    وَجَدَ    عَلَيْهِ    أُمَّةً    مِّنَ    النَّاسِ    يَسْقُونَ    وَوَجَدَ    مِن    دُونِهِمُ    امْرَأَتَيْنِ    تَذُودَانِ    ۖ    قَالَ    مَا    خَطْبُكُمَا    ۖ    قَالَتَا    لَا    نَسْقِى    حَتَّىٰ    يُصْدِرَ ﴾   الرِّعَآءُ    ۖ    وَأَبُونَا    شَيْخٌ    كَبِيرٌ    ﴿القصص:٢٣

Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: “Apakah maksudmu (dengan berbuat at begitu)?” Kedua wanita itu menjawab: “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya”.

﴾ فَسَقَىٰ    لَهُمَا    ثُمَّ    تَوَلَّىٰٓ    إِلَى    الظِّلِّ    فَقَالَ    رَبِّ    إِنِّى    لِمَآ    أَنزَلْتَ    إِلَىَّ    مِنْ    خَيْرٍ    فَقِيرٌ    ﴿القصص:٢٤

Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”.

فَجَآءَتْهُ    إِحْدَٮٰهُمَا    تَمْشِى    عَلَى    اسْتِحْيَآءٍ    قَالَتْ    إِنَّ    أَبِى    يَدْعُوكَ    لِيَجْزِيَكَ    أَجْرَ    مَا    سَقَيْتَ    لَنَا    ۚ    فَلَمَّا    جَآءَهُۥ    وَقَصَّ    عَلَيْهِ    الْقَصَصَ    قَالَ    لَا    تَخَفْ    ۖ   ﴾ نَجَوْتَ    مِنَ    الْقَوْمِ    الظّٰلِمِينَ    ﴿القصص:٢٥

Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: “Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami”. Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu’aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu’aib berkata: “Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu”.

﴾ قَالَتْ    إِحْدَٮٰهُمَا    يٰٓأَبَتِ    اسْتَـْٔجِرْهُ    ۖ    إِنَّ    خَيْرَ    مَنِ    اسْتَـْٔجَرْتَ    الْقَوِىُّ    الْأَمِينُ    ﴿القصص:٢٦

Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”.

قَالَ    إِنِّىٓ    أُرِيدُ    أَنْ    أُنكِحَكَ    إِحْدَى    ابْنَتَىَّ    هٰتَيْنِ    عَلَىٰٓ    أَن    تَأْجُرَنِى    ثَمٰنِىَ    حِجَجٍ    ۖ    فَإِنْ    أَتْمَمْتَ    عَشْرًا    فَمِنْ    عِندِكَ    ۖ    وَمَآ    أُرِيدُ    أَنْ    أَشُقَّ    عَلَيْكَ  ۚ   ﴾  سَتَجِدُنِىٓ    إِن    شَآءَ    اللَّهُ    مِنَ    الصّٰلِحِينَ    ﴿القصص:٢٧

Berkatalah dia (Syu’aib): “Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik”.

﴾ قَالَ    ذٰلِكَ    بَيْنِى    وَبَيْنَكَ    ۖ    أَيَّمَا    الْأَجَلَيْنِ    قَضَيْتُ    فَلَا    عُدْوٰنَ    عَلَىَّ    ۖ    وَاللَّهُ    عَلَىٰ    مَا    نَقُولُ    وَكِيلٌ    ﴿القصص:٢٨

Dia (Musa) berkata: “Itulah (perjanjian) antara aku dan kamu. Mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan tambahan atas diriku (lagi). Dan Allah adalah saksi atas apa yang kita ucapkan”.

Tadabbur Al-Qur’an :

al-qur'an tadabburAyat 22-28 meneruskan kiah Musa lari dan keluar Mesir. Dalam episode ini, Musa melewati dan mengalami hal-hal berikut:

  1. Musa lari menuju Madyan. Ia yakin Allah akan menunjukinya jalan yang lurus.
  2. Musa menolong dua orang gadis yang kesulitan mengambil air dari sumber air yang sedang dikerumuni orang banyak. Sambil berteduh di bawah naungan, ia mengadukan kebutuhan hidupnya kepada Allah di negeri yang baru saja ia masuki.
  3. Kemudian, salah seorang gadis tersebut datang kepada Musa sambil malu-malu menyampaikan bahwa ayahnya, Nabi Syuaib mengundang Musa ke rumah mereka untuk membayar jasa bantuan yang diberikan Musa kepada mereka. Setelah bertemu Nabi Syu’aib, Musa pun menceritakan peristiwa yang dihadapinya. Maka  Nabi Syuaib berkata: Anda selamat dari orang-orang zalim.
  4. Tiba-tiba salah seorang dari gadis tersebut mengusulkan kepada ayahnya agar Musa bekerja berama mereka karena Musa memiliki dua sifat yang mulia, kuat dan tepercaya atau amanah.
  5. Nabi Syuaib pun menerima usulan anak gadisnya dan menikahkan salah seorang  anaknya kepada Musa. Sebagai kompensasinya, Musa diminta  bekerja bersamanya selama 8 tahun dan maksimal 10 tahun. Sebenarnya Syuaib tidak ingin menyulitkan  Musa. Lalu mereka melakukan akad kerja selama  8 atau 10 tahun berdasarkan pilihan Musa dan Allah Saksi atas apa yang mereka ucapkan.
  6. Alangkah indahnya seseorang yang kuat dan amanah mendapatkan mertua  seorang yang bijaksana dan baik hati.

(saef/mtf-online.com)