Tadabbur Al-Qur’an Surah Al-Qashash Ayat 14-21

Publikasi: Jum'at, 16 Safar 1438 H / 18 November 2016 09:38 WIB

Ayat dan Terjemah :

﴾وَلَمَّا    بَلَغَ    أَشُدَّهُۥ    وَاسْتَوَىٰٓ    ءَاتَيْنٰهُ    حُكْمًا    وَعِلْمًا    ۚ    وَكَذٰلِكَ    نَجْزِى    الْمُحْسِنِينَ    ﴿القصص:١٤

Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

وَدَخَلَ    الْمَدِينَةَ    عَلَىٰ    حِينِ    غَفْلَةٍ    مِّنْ    أَهْلِهَا    فَوَجَدَ    فِيهَا    رَجُلَيْنِ    يَقْتَتِلَانِ    هٰذَا    مِن    شِيعَتِهِۦ    وَهٰذَا    مِنْ    عَدُوِّهِۦ    ۖ    فَاسْتَغٰثَهُ    الَّذِى    مِن    شِيعَتِهِۦ    عَلَى    الَّذِى ﴾   مِنْ    عَدُوِّهِۦ    فَوَكَزَهُۥ    مُوسَىٰ    فَقَضَىٰ    عَلَيْهِ    ۖ    قَالَ    هٰذَا    مِنْ    عَمَلِ    الشَّيْطٰنِ    ۖ    إِنَّهُۥ    عَدُوٌّ    مُّضِلٌّ    مُّبِينٌ    ﴿القصص:١٥

Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir’aun). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata: “Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya).

﴾قَالَ    رَبِّ    إِنِّى    ظَلَمْتُ    نَفْسِى    فَاغْفِرْ    لِى    فَغَفَرَ    لَهُۥٓ    ۚ    إِنَّهُۥ    هُوَ    الْغَفُورُ    الرَّحِيمُ    ﴿القصص:١٦

Musa mendoa: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku”. Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

﴾قَالَ    رَبِّ    بِمَآ    أَنْعَمْتَ    عَلَىَّ    فَلَنْ    أَكُونَ    ظَهِيرًا    لِّلْمُجْرِمِينَ    ﴿القصص:١٧

Musa berkata: “Ya Tuhanku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa”.

﴾ أَصْبَحَ    فِى    الْمَدِينَةِ    خَآئِفًا    يَتَرَقَّبُ    فَإِذَا    الَّذِى    اسْتَنصَرَهُۥ    بِالْأَمْسِ    يَسْتَصْرِخُهُۥ    ۚ    قَالَ    لَهُۥ    مُوسَىٰٓ    إِنَّكَ    لَغَوِىٌّ    مُّبِينٌ    ﴿القصص:١٨

Karena itu, jadilah Musa di kota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir (akibat perbuatannya), maka tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin berteriak meminta pertolongan kepadanya. Musa berkata kepadanya: “Sesungguhnya kamu benar-benar orang sesat yang nyata (kesesatannya)”.

فَلَمَّآ    أَنْ    أَرَادَ    أَن    يَبْطِشَ    بِالَّذِى    هُوَ    عَدُوٌّ    لَّهُمَا    قَالَ    يٰمُوسَىٰٓ    أَتُرِيدُ    أَن    تَقْتُلَنِى    كَمَا    قَتَلْتَ    نَفْسًۢا    بِالْأَمْسِ    ۖ    إِن    تُرِيدُ    إِلَّآ    أَن    تَكُونَ    جَبَّارًا    فِى ﴾   الْأَرْضِ    وَمَا    تُرِيدُ    أَن    تَكُونَ    مِنَ    الْمُصْلِحِينَ    ﴿القصص:١٩

Maka tatkala Musa hendak memegang dengan keras orang yang menjadi musuh keduanya, musuhnya berkata: “Hai Musa, apakah kamu bermaksud hendak membunuhku, sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini), dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian”.

﴾ وَجَآءَ    رَجُلٌ    مِّنْ    أَقْصَا    الْمَدِينَةِ    يَسْعَىٰ    قَالَ    يٰمُوسَىٰٓ    إِنَّ    الْمَلَأَ    يَأْتَمِرُونَ    بِكَ    لِيَقْتُلُوكَ    فَاخْرُجْ    إِنِّى    لَكَ    مِنَ    النّٰصِحِينَ    ﴿القصص:٢۰

Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: “Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu, sebab itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasehat kepadamu”.

﴾ فَخَرَجَ    مِنْهَا    خَآئِفًا    يَتَرَقَّبُ    ۖ    قَالَ    رَبِّ    نَجِّنِى    مِنَ    الْقَوْمِ    الظّٰلِمِينَ    ﴿القصص:٢١

Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu”.

Tadabbur Al-Qur’an :

al-qur'an tadabburAyat 14-21 meneruskan kisah Musa dan  Fir’aun sebelumnya.

  1. Setelah Musa dewasa, Allah berikan padanya hikmah dan ilmu.
  2. Seorang dari Bani Israil yang sedang berkelahi  dengan seorang dari suku Qibtiyah minta tolong pada Musa. Lalu Musa meninjunya dan orang Qibtiya itu mati. Musa menyesali kekhilafannya. Ia  bertobat pada Allah dan berjanji tidak akan menggunakan nikmat  Allah untuk menolong  para kriminalis dan pendosa, kendati dari sukunya sendiri.
  3. Musa merasa takut tinggal di Mesir. Saat  ia mencari perkembangan berita, orang yang  minta tolong sebelumnya berteriak minta tolong lagi. Musa marah dan berkata: Anda benar-benar sesat. Ketika Musa mau memukulnya, orang itu berkata: Anda mau membunuh saya  seperti orang kemarin? Kalau begitu, Anda ingin sewenang-wenang di muka bumi dan tidak sebagai pelaku perdamaian. Dari ucapan tersebutlah tersebar berita bahwa pembunuh orang yang dari suku Qibtiyah itu adalah Musa.
  4. Setelah itu, ada seseorang dari pinggir kota yang memberi tahu Musa bahwa para pembesar Fir’aun sedang melakukan konspirasi untuk membunuhnya dan ia meminta Musa segera meninggalkan Mesir. Musa pun berdoa agar Allah selamatkan ia dari kaum yang zalim.

(saef/mtf-online.com)