Surah An-Nisa Ayat 34-37 [Seri Tadabbur Al-Qur’an]

Publikasi: Senin, 13 Jumadil Akhir 1435 H / 14 April 2014 09:02 WIB

Ayat dan Terjemah :

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ  فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ  وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ  فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا  إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا ﴿النساء:٣٤﴾

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوا حَكَمًا مِنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِنْ أَهْلِهَا إِنْ يُرِيدَا إِصْلَاحًا يُوَفِّقِ اللَّهُ بَيْنَهُمَا  إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا ﴿النساء:٣٥﴾

“Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا  وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ  إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا  ﴿النساء:٣٥﴾

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,”

الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُونَ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ  وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا  ﴿النساء:٣٧﴾

“(yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.”

Tadabbur Al-Qur’an :

alquranAyat 34-37 masih menjelaskan beberapa prinsip dasar sistem rumah  tangga. Di antaranya bahwa suami itu  adalah pemimpin rumah tangga. Di atas  pundaknyalah tergantung amanah istri dan  anak-anaknya, baik yang terkait dengan  nafkah lahir maupun nafkah batin. Istri-istri  salehah itu ialah yang taat pada Allah, RasulNya dan suaminya dan bisa menjaga dirinya  dari berbuat serong. Jika ada indikator sang  istri memiliki kecenderungan menyimpang  maka suami wajib menasihatinya. Kalau  belum ada perbaikan, maka pisah ranjang  dan jika masih belum ada perbaikan maka  boleh dipukul dengan pukulan yang tidak  melukai. Kalau mereka sudah taat, maka  para suami tidak boleh mencari-cari alasan  untuk menyusahkannya. Allah memonitor  semua perbuatan kita.

Allah memotivasi suami istri agar tetap  menjaga keutuhan rumah tangga kendati  menghadapi masalah. Kalau dikhawatirkan  perpecahan, maka keluarga dari kedua belah pihak harus bermusyawarah mencari  solusinya. Jika suami istri menginginkan  ishlah (perbaikan) maka Allah berjanji akan  memberikan taufik-Nya. Sebab itu, bangunlah rumah tangga di atas dasar tauhid,  ibadah pada Allah, berbuat baik pada  kedua orangtua, karib kerabat, anak yatim,  orang-orang miskin, tetangga yang dekat  dan tetangga yang jauh, orang mengalami  kesulitan dalam perjalanannya dan budak  (dianjurkan untuk membebaskan budak).

Dalam hidup ini, termasuk dalam  berumah tangga, hindari sifat kikir dan  apalagi menganjurkan orang lain untuk  kikir serta menyembunyikan karunia  Allah berupa Al-Qur’an seperti yang dilakukan Ahlul Kitab, maka Allah menjanjikan bagi mereka siksa neraka yang  menghinakan. Ingat, kekikiran itu menyebabkan kufur nikmat. Semoga Allah  lindungi kita dari segala bentuk kekufuran.