Surah An-Nisa Ayat 12-14 [Seri Tadabbur Al-Qur’an]

Publikasi: Kamis, 11 Jumadil Awwal 1435 H / 13 Maret 2014 08:42 WIB

Ayat dan Terjemah :

وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ أَزْوَاجُكُمْ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُنَّ وَلَدٌ  فَإِنْ كَانَ لَهُنَّ وَلَدٌ فَلَكُمُ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْنَ  مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِينَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ  وَلَهُنَّ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُمْ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَكُمْ وَلَدٌ  فَإِنْ كَانَ لَكُمْ وَلَدٌ فَلَهُنَّ الثُّمُنُ مِمَّا تَرَكْتُمْ  مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ تُوصُونَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ  وَإِنْ كَانَ رَجُلٌ يُورَثُ كَلَالَةً أَوِ امْرَأَةٌ وَلَهُ أَخٌ أَوْ أُخْتٌ فَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ  فَإِنْ كَانُوا أَكْثَرَ مِنْ ذَٰلِكَ فَهُمْ شُرَكَاءُ فِي الثُّلُثِ  مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصَىٰ بِهَا أَوْ دَيْنٍ غَيْرَ مُضَارٍّ  وَصِيَّةً مِنَ اللَّهِ  وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَلِيمٌ  ﴿النساء:١٢﴾

“Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) seduah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari´at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.”

 

تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ  وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا  وَذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ  ﴿النساء:١٣﴾

“(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.”

 

وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ ﴿النساء:١٤﴾

“Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.”

Tadabbur Al-Qur’an :

alquranAyat 12 – 14 masih menjelaskan  rincian hukum waris. Kalau kita lihat  sistem pembagian waris yang Allah  tetapkan, sungguh sangat adil dan  sangat mengagumkan. Tidak ada alasan  kita untuk tidak mengikutiya, apalagi  menolaknya dengan alasan tidak adil dan  sebagainya.

Kalau saja kita objektif dan menggunakan akal sehat, tidak asa satu pun  sistem Islam yang diciptakan Allah itu  yang menyengsarakan kita. Allah menciptakan berbagai sistem Islam itu didasari  tiga hal yang mendasar:

1) Ilmu-Nya yang meliputi segala  sesuatu sehingga Dia mengetahui apa  yang akan terjadi di langit maupun di  bumi dan apa yang mudarat dan yang  maslahat. Karena Dialah Pencipta alam  jagat raya ini dengan segala sistemnya.

2) Didasari sifat kasih sayang-Nya kepada makhluk-Nya. Sebab itu, mustahil  sistem-sistem Allah yang termuat dalam  Islam itu merugikan manusia, apalagi  mencelakakan mereka.

3) Pegamalan semua sistem Allah di  dunia adalah ibadan dan ketaatan pada  Pencipta-Nya, yakni Allah Ta’ala yang  imbalan dunianya hidup jadi berkah.  Sedangkan imbalan akhiratnya adalah  surga yanng mengalir di bawahnya  berbagai sungai. Itulah kesukesan agung  tanpa batas.

Penegasan poin 3 di atas dapat kita  lihat pada 13 dan 14, bahwa hukum waris  dan manajemen rumah tangga itu adalah  ketetapan Allah. Sebaliknya, siapa yang  tidak mengikutinya maka ia dianggap  durhaka pada Allah dan Rasul-Nya. Maka  tempatnya di akhirat adalah neraka sedangkan mereka kekal di dalamnya.

(mtf-online.com)