Surah Ibrahim Ayat 6-10 (Seri Tadabbur Al-Qur’an)

Publikasi: Jum'at, 14 Safar 1437 H / 27 November 2015 08:51 WIB

وَإِذْ    قَالَ    مُوسَىٰ    لِقَوْمِهِ    اذْكُرُوا۟    نِعْمَةَ    اللَّهِ    عَلَيْكُمْ    إِذْ    أَنجَٮٰكُم    مِّنْ    ءَالِ    فِرْعَوْنَ    يَسُومُونَكُمْ    سُوٓءَ    الْعَذَابِ    وَيُذَبِّحُونَ    أَبْنَآءَكُمْ    وَيَسْتَحْيُونَ    نِسَآءَكُمْ    ۚ    وَفِى    ذٰلِكُم    بَلَآءٌ    مِّن    رَّبِّكُمْ    عَظِيمٌ    ﴿ابراهيم:٦﴾

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu dari pengikut-pengikut Fir’aun; mereka menyiksa kamu dengan siksa yang pedih, dan menyembelih anak-anakmu yang laki-laki, dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu; pada yang demikian itu suatu cobaan yang besar dari Tuhanmu.”

وَإِذْ    تَأَذَّنَ    رَبُّكُمْ    لَئِن    شَكَرْتُمْ    لَأَزِيدَنَّكُمْ    ۖ    وَلَئِن    كَفَرْتُمْ    إِنَّ    عَذَابِى    لَشَدِيدٌ    ﴿ابراهيم:٧﴾

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

Baca juga update MTF lainnya;

وَقَالَ    مُوسَىٰٓ    إِن    تَكْفُرُوٓا۟    أَنتُمْ    وَمَن    فِى    الْأَرْضِ    جَمِيعًا    فَإِنَّ    اللَّهَ    لَغَنِىٌّ    حَمِيدٌ    ﴿ابراهيم:٨﴾

Dan Musa berkata, “Jika kamu dan orang yang ada di bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.

أَلَمْ    يَأْتِكُمْ    نَبَؤُا۟    الَّذِينَ    مِن    قَبْلِكُمْ    قَوْمِ    نُوحٍ    وَعَادٍ    وَثَمُودَ    ۛ    وَالَّذِينَ    مِنۢ    بَعْدِهِمْ    ۛ    لَا    يَعْلَمُهُمْ    إِلَّا    اللَّهُ    ۚ    جَآءَتْهُمْ    رُسُلُهُم    بِالْبَيِّنٰتِ    فَرَدُّوٓا۟    أَيْدِيَهُمْ    فِىٓ    أَفْوٰهِهِمْ    وَقَالُوٓا۟    إِنَّا    كَفَرْنَا    بِمَآ    أُرْسِلْتُم    بِهِۦ    وَإِنَّا    لَفِى    شَكٍّ    مِّمَّا    تَدْعُونَنَآ    إِلَيْهِ    مُرِيبٍ    ﴿ابراهيم:٩﴾

Apakah belum sampai kepadamu berita orang-orang sebelum kamu (yaitu) kaum Nuh, ‘Ad, Samud dan orang-orang setelah mereka. Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah. Rasul-rasul telah datang kepada mereka membawa bukti-bukti (yang nyata), namun mereka menutupkan tangannya ke mulutnya (karena kebencian), dan berkata, “Sesungguhnya kami tidak percaya akan (bukti bahwa) kamu diutus (kepada kami), dan kami benar-benar dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu serukan kepada kami.”

۞    قَالَتْ    رُسُلُهُمْ    أَفِى    اللَّهِ    شَكٌّ    فَاطِرِ    السَّمٰوٰتِ    وَالْأَرْضِ    ۖ    يَدْعُوكُمْ    لِيَغْفِرَ    لَكُم    مِّن    ذُنُوبِكُمْ    وَيُؤَخِّرَكُمْ    إِلَىٰٓ    أَجَلٍ    مُّسَمًّى    ۚ    قَالُوٓا۟    إِنْ    أَنتُمْ    إِلَّا    بَشَرٌ    مِّثْلُنَا    تُرِيدُونَ    أَن    تَصُدُّونَا    عَمَّا    كَانَ    يَعْبُدُ    ءَابَآؤُنَا    فَأْتُونَا    بِسُلْطٰنٍ    مُّبِينٍ    ﴿ابراهيم:١۰﴾

Rasul-rasul mereka berkata, “Apakah ada keraguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu (untuk beriman) agar Dia mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan (siksaan)mu sampai waktu yang di-tentukan?” Mereka berkata, “Kamu hanyalah manusia seperti kami juga. Kamu ingin menghalangi kami (menyembah) apa yang dari dahulu disembah nenek moyang kami, karena itu datangkanlah kepada kami bukti yang nyata.”

Tadabbur Surah Ibrahim Ayat 6-10

tadabburAyat 6 – 10 menjelaskan dakwah Nabi Musa kepada kaumnya dan akibat buruk yang menimpa mereka jika mereka menolak dakwah tersebut. Di antaranya ialah:

Mengingat nikmat Allah atas mereka saat Allah menyelamatkan mereka dari berbagai kejahatan Fir’aun seperti, menyiksa mereka dengan siksaan yang dahsyat, meyembelih anak-anak lelaki dan membiarkan anak-anak perempuan mereka hidup. Berbagai siksaan tersebut Allah jadikan sebagai ujian bagi mereka untuk mengetahui siapa di antara mereka yang sabar dan bertahan dengan keimanannya.

Jika mereka bersyukur atas berbagai nikmat Allah tersebut, maka Allah akan tambahkan nikmat-Nya kepada mereka, tapi jika mereka kufur maka Allah akan mengazab mereka dengan azab yang sangat menyakitkan.

Sekiranya kaum Musa dan semua manusia kafir pada Allah, maka sedikit pun tidak akan mengurangi kekayaan Allah dan kemuliaan-Nya.

Mengajak untuk mengambil pelajaran dari kaum-kaum sebelum mereka; kaum Nuh, kaum  ‘Ad, kaum Tsamud dan kaum lainnya yang dimusnahkan Allah. Adapun sebab mereka diazab dan dimusnahkan Allah tidak lain karena mereka tidak mau beriman kepada para rasul Allah tersebut dan bahkan secara terang-terangan kafir (menolak)  wahyu yang diturunkan-Nya. Di samping itu, mereka meragukan dakwah para rasul tersebut mampu melahirkan keberkahan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat kelak.

Adapun faktor-faktor yang menyebabkan kaum kafir itu ragu kepada para rasul itu ialah karena mereka ragu kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi. Padahal, jika saja mereka beriman, maka Allah akan ampunkan dosa-dosa mereka dan menangguhkan mereka dari siksaan sampai waktu yang ditentukan-Nya. Faktor lain ialah karena menuduh para rasul itu menghalangi mereka mengabdi kepada  tuhan-tuhan dan sistem peninggalan nenek mo-yang  yang terlanjur sangat mereka cintai. Sebab itu, mereka meminta bukti mukjizat yang bersifat materil atau nyata.