Surah Ali ‘Imran Ayat 133-140 [Seri Tadabbur Al-Qur’an]

Publikasi: Rabu, 20 Rabiul Awwal 1435 H / 22 Januari 2014 13:47 WIB

Ayat dan Terjemah :

وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ  مِّن  رَّبِّكُمْ  وَجَنَّةٍ  عَرْضُهَا  السَّمٰوٰتُ  وَالْأَرْضُ  أُعِدَّتْ  لِلْمُتَّقِينَ    ﴿آل عمران:١٣٣﴾

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,”

 الَّذِينَ  يُنفِقُونَ  فِى  السَّرَّآءِ  وَالضَّرَّآءِ  وَالْكٰظِمِينَ  الْغَيْظَ  وَالْعَافِينَ  عَنِ  النَّاسِ  وَاللّٰـهُ  يُحِبُّ  الْمُحْسِنِينَ    ﴿آل عمران:١٣٤﴾

“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

وَالَّذِينَ  إِذَا  فَعَلُوا۟  فٰحِشَةً  أَوْ  ظَلَمُوٓا۟  أَنفُسَهُمْ  ذَكَرُوا۟  اللّٰـهَ  فَاسْتَغْفَرُوا۟  لِذُنُوبِهِمْ  وَمَن  يَغْفِرُ  الذُّنُوبَ  إِلَّا  اللّٰـهُ  وَلَمْ  يُصِرُّوا۟  عَلَىٰ  مَا  فَعَلُوا۟  وَهُمْ  يَعْلَمُونَ    ﴿آل عمران:١٣٥﴾

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”

أُو۟لٰٓئِكَ  جَزَآؤُهُ   مَّغْفِرَةٌ  مِّن  رَّبِّهِمْ  وَجَنّٰتٌ   تَجْرِى  مِن  تَحْتِهَا  الْأَنْهٰرُ  خٰلِدِينَ  فِيهَا  ۚ   وَنِعْمَ  أَجْرُ  الْعٰمِلِينَ   ﴿آل عمران:١٣٦﴾

“Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”

قَدْ    خَلَتْ    مِن    قَبْلِكُمْ    سُنَنٌ    فَسِيرُوا۟    فِى    الْأَرْضِ    فَانظُرُوا۟    كَيْفَ    كَانَ    عٰقِبَةُ    الْمُكَذِّبِينَ    ﴿آل عمران:١٣٧﴾

“Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).”

هٰذَا    بَيَانٌ    لِّلنَّاسِ    وَهُدًى    وَمَوْعِظَةٌ    لِّلْمُتَّقِينَ    ﴿آل عمران:١٣٨﴾

“(Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.”

وَلَا    تَهِنُوا۟    وَلَا    تَحْزَنُوا۟    وَأَنتُمُ    الْأَعْلَوْنَ    إِن    كُنتُم    مُّؤْمِنِينَ    ﴿آل عمران:١٣٩﴾

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”

إِن    يَمْسَسْكُمْ    قَرْحٌ    فَقَدْ    مَسَّ    الْقَوْمَ    قَرْحٌ    مِّثْلُهُۥ    ۚ    وَتِلْكَ    الْأَيَّامُ    نُدَاوِلُهَا    بَيْنَ    النَّاسِ    وَلِيَعْلَمَ    اللّٰـهُ    الَّذِينَ    ءَامَنُوا۟    وَيَتَّخِذَ    مِنكُمْ    شُهَدَآءَ    ۗ    وَاللّٰـهُ    لَا    يُحِبُّ    الظّٰلِمِينَ    ﴿آل عمران:١٤۰﴾

“Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim,”

Tadabbur Al-Qur’an :

alquranAyat 133-140 menjelaskan dua prinsip  dasar  dalam  Islam.  Prinsip  pertama,  kunci  sukses  di  dunia  dan  akhirat  itu  adalah  iman  yang  melahirkan  takwa  pada  Allah.  Bukti  beriman  kepada-Nya  ialah  bersegera  mengejar  ampunan  dan  surganya  yang  seluas  langit  dan  bumi.  Sedangkan  di  antara  bukti  takwa  pada  Allah ialah:
1) Berinfak dalam keadaan lapang dan
sulit.
2) Mampu menahan marah.
3) Pemaaf pada manusia.
4) Profesional dalam segala urusan.
5)  Kalau  telanjur  berbuat  dosa  atau  kezaliman,  segera  kembali  dan  bertobat  kepada Allah.

Prinsip  kedua,  dalam  kehidupan  ini  terdapat  sunnatullah  (ketentuan  Allah)  bahwa  manusia  yang  beriman  dan  taat  pada Allah tidak akan pernah lepas dari  ujian-Nya.  Namun,  kalau  mereka  sabar  dan  selalu  menjaga  kualitas  iman  dan  ketakwaan  pada  Allah,  bagi  mereka  kemenangan  di  dunia  dan  kesuksesan  besar  di  akhirat,  yakni  surga-Nya.  Kemudian,  jika  dalam  menjalankan dan  memperjuangkan  ajaran  Islam  itu  mengalami  kesakitan,  maka  kita  juga  harus  ingat  bahwa  golongan  yang  memerangi Islam juga banyak berkorban  dan  mengalami  kesakitan  pula.  Semua  itu  untuk  membuktikan  keimanan  kita  pada Allah.