Surah Al-Mukminun Ayat 90-104 (Seri Tadabbur Al-Qur’an)

Publikasi: Kamis, 4 Sya'ban 1437 H / 12 Mei 2016 09:11 WIB

بَلْ    أَتَيْنٰهُم    بِالْحَقِّ    وَإِنَّهُمْ    لَكٰذِبُونَ    ﴿المؤمنون:٩۰﴾

Padahal Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, tetapi mereka benar-benar pendusta.

مَا    اتَّخَذَ    اللَّهُ    مِن    وَلَدٍ    وَمَا    كَانَ    مَعَهُۥ    مِنْ    إِلٰهٍ    ۚ    إِذًا    لَّذَهَبَ    كُلُّ    إِلٰهٍۭ    بِمَا    خَلَقَ    وَلَعَلَا    بَعْضُهُمْ    عَلَىٰ    بَعْضٍ    ۚ    سُبْحٰنَ    اللَّهِ    عَمَّا    يَصِفُونَ    ﴿المؤمنون:٩١﴾

Allah tidak mempunyai anak, tidak ada tuhan (yang lain) bersama-Nya, (sekiranya tuhan banyak), maka masing-masing tuhan itu akan membawa apa (makhluk) yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,

عٰلِمِ    الْغَيْبِ    وَالشَّهٰدَةِ    فَتَعٰلَىٰ    عَمَّا    يُشْرِكُونَ    ﴿المؤمنون:٩٢﴾

(Dialah Tuhan) yang mengetahui semua yang gaib dan semua yang tampak. Mahatinggi (Allah) dari apa yang mereka persekutukan. Baca: Seolah-Olah Senang, Warga Iran Berfoto Dengan Latar Kota Suriah Yang Hancur

قُل    رَّبِّ    إِمَّا    تُرِيَنِّى    مَا    يُوعَدُونَ    ﴿المؤمنون:٩٣﴾

Katakanlah (Muhammad), “Ya Tuhanku, seandainya Engkau hendak memperlihatkan kepadaku apa (azab) yang diancamkan kepada mereka,

رَبِّ    فَلَا    تَجْعَلْنِى    فِى    الْقَوْمِ    الظّٰلِمِينَ    ﴿المؤمنون:٩٤﴾

Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku dalam golongan orang-orang zalim.”

وَإِنَّا    عَلَىٰٓ    أَن    نُّرِيَكَ    مَا    نَعِدُهُمْ    لَقٰدِرُونَ    ﴿المؤمنون:٩٥﴾

Dan sungguh, Kami kuasa untuk memperlihatkan kepadamu (Muhammad) apa yang Kami ancamkan kepada mereka.

ادْفَعْ    بِالَّتِى    هِىَ    أَحْسَنُ    السَّيِّئَةَ    ۚ    نَحْنُ    أَعْلَمُ    بِمَا    يَصِفُونَ    ﴿المؤمنون:٩٦﴾

Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan (cara) yang lebih baik, Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan (kepada Allah).

وَقُل    رَّبِّ    أَعُوذُ    بِكَ    مِنْ    هَمَزٰتِ    الشَّيٰطِينِ    ﴿المؤمنون:٩٧﴾

Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan,

وَأَعُوذُ    بِكَ    رَبِّ    أَن    يَحْضُرُونِ    ﴿المؤمنون:٩٨﴾

dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku.”

حَتَّىٰٓ    إِذَا    جَآءَ    أَحَدَهُمُ    الْمَوْتُ    قَالَ    رَبِّ    ارْجِعُونِ    ﴿المؤمنون:٩٩﴾

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), Baca: Pusat Dusta Yang Telah Dijelaskan Al-Qur’an 14 Abad Silam

لَعَلِّىٓ    أَعْمَلُ    صٰلِحًا    فِيمَا    تَرَكْتُ    ۚ    كَلَّآ    ۚ    إِنَّهَا    كَلِمَةٌ    هُوَ    قَآئِلُهَا    ۖ    وَمِن    وَرَآئِهِم    بَرْزَخٌ    إِلَىٰ    يَوْمِ    يُبْعَثُونَ    ﴿المؤمنون:١۰۰﴾

agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan.

فَإِذَا    نُفِخَ    فِى    الصُّورِ    فَلَآ    أَنسَابَ    بَيْنَهُمْ    يَوْمَئِذٍ    وَلَا    يَتَسَآءَلُونَ    ﴿المؤمنون:١۰١﴾

Apabila sangkakala ditiup, maka tidak ada lagi pertalian keluarga di antara mereka pada hari itu (Kiamat), dan tidak (pula) mereka saling bertanya.

فَمَن    ثَقُلَتْ    مَوٰزِينُهُۥ    فَأُو۟لٰٓئِكَ    هُمُ    الْمُفْلِحُونَ    ﴿المؤمنون:١۰٢﴾

Barang siapa berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

وَمَنْ    خَفَّتْ    مَوٰزِينُهُۥ    فَأُو۟لٰٓئِكَ    الَّذِينَ    خَسِرُوٓا۟    أَنفُسَهُمْ    فِى    جَهَنَّمَ    خٰلِدُونَ    ﴿المؤمنون:١۰٣﴾

Dan barang siapa ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam.

تَلْفَحُ    وُجُوهَهُمُ    النَّارُ    وَهُمْ    فِيهَا    كٰلِحُونَ    ﴿المؤمنون:١۰٤﴾

Wajah mereka dibakar api neraka, dan mereka di neraka dalam keadaan muram dengan bibir yang cacat.

Tadabbur Surah Al-Mukminun Ayat 90-104

tadabbur-300x251Ayat 90-100 meneruskan perilaku kaum kafir Mekah sebelumnya. Kebenaran Al-Qur’an dan Rasulullah Saw. mereka tolak dan menuduhnya sebagai kebohongan dan menuduh Allah memiliki anak wanita. Allah itu tidak beranak, tidak ada tuhan lain bersama-Nya. Jika ada tuhan-tuhan  lain selain Allah, pasti tuhan-tuhan itu saling memperebutkan ciptaan mereka dan pasti ada yang menang dan ada yang dikalahkan. Akibatnya, alam ini tidak akan aman dan teratur seperti ini. Allah itu Maha Mengetahui yang ghaib dan  yang nyata. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifati dan sekutukan.

Nabi Muhammad Saw. diperintahkan Allah meminta keselamatan sekiranya Allah menimpakan azab kepada kaum yang zalim itu, menolak keburukan dengan cara yang baik dan  minta perlindungan kepada-Nya dari bisikan  dan kehadiran setan. Orang-orang kafir itu akan menyesal saat sakaratul maut. Ketika itu  mereka akan meminta dikembalikan lagi ke dunia agar dapat beramal saleh. Mustahil… Mereka akan tinggal di alam Barzakh sampai hari kebangkitan atau hari kiamat.

Ayat 100-104 menjelaskan pada hari kiamat tidak berguna lagi hubungan keluarga dan tidak akan saling bertanya diantara mereka.  Siapa yang lebih berat timbangan amal kebaikannya, maka ia akan sukses. Yang ringan timbangan kebaikannya akan tersiksa dalam neraka, kekal di dalamnya dan bermuka cacat.