Surah Al-Maidah Ayat 51-57 [Seri Tadabbur Al-Qur’an]

Publikasi: Kamis, 23 Zulqa'dah 1435 H / 18 September 2014 07:57 WIB

Ayat dan Terjemah :

يٰٓأَيُّهَا    الَّذِينَ    ءَامَنُوا۟    لَا    تَتَّخِذُوا۟    الْيَهُودَ    وَالنَّصٰرَىٰٓ    أَوْلِيَآءَ    ۘ    بَعْضُهُمْ    أَوْلِيَآءُ    بَعْضٍ    ۚ    وَمَن    يَتَوَلَّهُم    مِّنكُمْ    فَإِنَّهُۥ    مِنْهُمْ    ۗ    إِنَّ    اللّٰـهَ    لَا    يَهْدِى    الْقَوْمَ    الظّٰلِمِينَ    ﴿المائدة:٥١﴾

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

فَتَرَى    الَّذِينَ    فِى    قُلُوبِهِم    مَّرَضٌ    يُسٰرِعُونَ    فِيهِمْ    يَقُولُونَ    نَخْشَىٰٓ    أَن    تُصِيبَنَا    دَآئِرَةٌ    ۚ    فَعَسَى    اللّٰـهُ    أَن    يَأْتِىَ    بِالْفَتْحِ    أَوْ    أَمْرٍ    مِّنْ    عِندِهِۦ    فَيُصْبِحُوا۟    عَلَىٰ    مَآ    أَسَرُّوا۟    فِىٓ    أَنفُسِهِمْ    نٰدِمِينَ    ﴿المائدة:٥٢﴾

“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.”

وَيَقُولُ    الَّذِينَ    ءَامَنُوٓا۟    أَهٰٓؤُلَآءِ    الَّذِينَ    أَقْسَمُوا۟    بِاللّٰـهِ    جَهْدَ    أَيْمٰنِهِمْ    ۙ    إِنَّهُمْ    لَمَعَكُمْ    ۚ    حَبِطَتْ    أَعْمٰلُهُمْ    فَأَصْبَحُوا۟    خٰسِرِينَ    ﴿المائدة:٥٣﴾

“Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: “Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?” Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi.”

يٰٓأَيُّهَا    الَّذِينَ    ءَامَنُوا۟    مَن    يَرْتَدَّ    مِنكُمْ    عَن    دِينِهِۦ    فَسَوْفَ    يَأْتِى    اللّٰـهُ    بِقَوْمٍ    يُحِبُّهُمْ    وَيُحِبُّونَهُۥٓ    أَذِلَّةٍ    عَلَى    الْمُؤْمِنِينَ    أَعِزَّةٍ    عَلَى    الْكٰفِرِينَ    يُجٰهِدُونَ    فِى    سَبِيلِ    اللّٰـهِ    وَلَا    يَخَافُونَ    لَوْمَةَ    لَآئِمٍ    ۚ    ذٰلِكَ    فَضْلُ    اللّٰـهِ    يُؤْتِيهِ    مَن    يَشَآءُ    ۚ    وَاللّٰـهُ    وٰسِعٌ    عَلِيمٌ    ﴿المائدة:٥٤﴾

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.”

إِنَّمَا    وَلِيُّكُمُ    اللّٰـهُ    وَرَسُولُهُۥ    وَالَّذِينَ    ءَامَنُوا۟    الَّذِينَ    يُقِيمُونَ    الصَّلَوٰةَ    وَيُؤْتُونَ    الزَّكَوٰةَ    وَهُمْ    رٰكِعُونَ    ﴿المائدة:٥٥﴾

“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).”

وَمَن    يَتَوَلَّ    اللّٰـهَ    وَرَسُولَهُۥ    وَالَّذِينَ    ءَامَنُوا۟    فَإِنَّ    حِزْبَ    اللّٰـهِ    هُمُ    الْغٰلِبُونَ    ﴿المائدة:٥٦﴾

“Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.”

يٰٓأَيُّهَا    الَّذِينَ    ءَامَنُوا۟    لَا    تَتَّخِذُوا۟    الَّذِينَ    اتَّخَذُوا۟    دِينَكُمْ    هُزُوًا    وَلَعِبًا    مِّنَ    الَّذِينَ    أُوتُوا۟    الْكِتٰبَ    مِن    قَبْلِكُمْ    وَالْكُفَّارَ    أَوْلِيَآءَ    ۚ    وَاتَّقُوا۟    اللّٰـهَ    إِن    كُنتُم    مُّؤْمِنِينَ    ﴿المائدة:٥٧﴾

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.”

Tadabbur Al-Qur’an :

alquran Tadabbur - mtf-online.comAyat 51-57 menegaskan empat hal  pokok yang menjadi prinsip keimanan  dan keislaman kaum muslimin :

1) Larangan Allah (haram hukumnya)  mengangkat atau menjadikan orangorang Yahudi dan Nasrani sebagai teman  akrab, pemimpin dan pelindung, baik  dalam dalam masalah kehidupan dunia,  agama maupun kehidupan akhirat.

2) Orang yang hati mereka penyakit, yakni penyakit kemunafikan, selalu  mendekati Yahudi dan Nasrani dan kaum  kafir lainnya karena khawatir mendapat  kesulitan bersama Rasulullah saw. dan  kaum mukmin. Mereka tidak mengerti  bahwa Allah akan memberikan kemenangan kepada Rasul saw. dan kaum  mukmin, atau keputusan lain. Mereka  akan menyesali apa yang mereka sembunyikan.

3) Allah mengingatkan kaum mukmin  agar tidak murtad. Jika murtad, Allah akan  ganti mereka dengan generasi baru yang:  a) Allah mencintai mereka. b) Mereka  mencintai Allah. c) Lemah lembut sesama  mukmin. d) Tegas terhadap orang-orang  kafir. e) Berjihad di jalan Allah. f) Tidak  takut celaan orang-orang yang mencela.  Itulah karunia besar yang Allah berikan  kepada siapa yang dikehendaki-Nya.

4) Larangan Allah terhadap kaum  mukmin (haram hukumnya) untuk mengangkat orang-orang yang mengejek dan mempermainkan Islam, siapa  pun mereka, apakah dari kalangan Ahli  Kitab, atau orang kafir lainnya, menjadi pemimpin dan penolong. Ketiga hal  tersebut di atas adalah standar keimanan  dan ketakwaan yang telah Allah tetapkan  bagi kaum muslimin atau umat Nabi Muhammad saw.

(saef/mtf-online.com)