Shalat Tathawwu’ (Sunnah)

Publikasi: Selasa, 19 Zulhijjah 1435 H / 14 Oktober 2014 09:10 WIB

Pemateri : Ust. Fathuddin Ja’far, MA.

shalat sunnah- mtf-online.comKaum Muslimin Rahimahullah….

Kita masih membahas tentang shalat tathawwu’. Dan tatawwu’ ini bisa diartikan sunnah, misalkan ada orang yang mengatakan shadaqoh tatawwu’ maka itu artinya adalah sadaqoh sunnah atau selain yang wajib, dan yang di maksud tatawwu’ adalah setiap ketaatan yang tidak diwajibkan oleh Allah. Dan sunnah dalam dalam definisi fikihnya yaitu yang diberi pahala ketika mengerjakan dan tidak dosa jika tidak dikerjakan. Tapi jangan cari-cari alasan untuk meninggalkan sunnah karena banyak orang yang menggunakan dalil ini untuk meninggalkan sunnah, dalil di atas hanya untuk membagi atau mengklasifikasi model ibadah saja dan sunnah adalah salah satu jalan untuk mendapatkan kasih sayang Allah.

Keutamaan Tathawwu’

Shalat tathawwu’ adalah cara mendekatkan diri kepada Allah yang paling afdhol setelah jihad dijalan Allah dan menuntut ilmu, jadi begitu peringkatnya. Pertama adalah yang wajib yang kedua adalah yang tatawwu’ dan shalat tatawwu’ ini nilainya dibawah jihad dan menuntut ilmu.

Dan jangan sampai kita jihad tidak, menuntut ilmu tidak, dan shalat tatawwu’ juga tidak. Makanya dulu para sahabat Nabi ada yang Allah takdirkan lemah secara fisik, lemah secara ekonomi  maka sahabat yang ini cemburu melihat sahabat yang kuat dan kaya sampai mereka mengatakan ya Rasulullah mereka itu telah memborong semua pahala. Zaman dahulu yang miskin sedikit yaitu mereka yang tinggal di masjid Nabawi yaitu ahlus suffah namun sekarang kebalikanya yang miskin lebih banyak dari pada yang kaya, pada zaman Nabi yang lemah inilah yang sedikit, zaman itu walaupun mereka miskin tapi sungguh sangat luarbiasa pekerjaan mereka yaitu mereka memonitoring Rasulullah sehingga mereka mencatata hadits yang sangat banyak.

Pada saat mereka mengatakan mereka itu ya Rasulullah telah memborong kebaikan” maka jawab Nabi jangan kalian sedih bacalah “Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil ‘Adzim”  kembali kepada pembahasan shalat tatawwu’, sholat tatawwu’ ini keutamaanya adalah di bawah jihad dan menuntut ilmu makanya jangan sampai kita malas-malas melaksanakan shalat tatawwu’ ini apalagi Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam melaksanakanya secara terus menerus padahal dia seorang Nabi  ada hadits dari Abu Hurairah:

مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ

“Barang siapa yang memusuhi waliku maka dia telah mengumumkan perang melawanku tidak ada jalan yang mendekatkan diri kepadaku yang dilakukan oleh hambaKu yang lebih Aku sukai daripada apa yang Aku fardhukan, bilamana seorang hamba mendekatkan diri kepadaku dengan amalan sunnah sampai aku cintai dia.”

Perhatikan hadits di atas, yaitu dengan mengerjakan yang wajib dulu baru mengerjakan yang sunnah bukan kerena perngertiannya yang meninggalkan tidak mendapat dosa kemudian kita tidak melaksanakannya.

Allah telah menjadikan tatawwu’ ini menjadi rahmat yaitu jalan untuk mendapatkan kasih sayang Allah, makanya Allah jadikan setiap fardhu tatawwu’ yang sama misalkan shalat fardhu ada tatawwu’nya dengan shalat sunnah, sedangkan shodaqoh juga begitu yaitu dengan infaq, agar seorang mukmin itu bertambah imannya dan derajatnya dengan melaksanakan tatawwu’ ini juga berfungsi untuk menyempurnakan fardhu, karena mungkin dalam shalat fardhu pelaksanaanya banyak yang kurang atau banyak yang tidak maksimal makanya perlu kita menyempurnakanya dengan shalat sunnah ini karena dalam shalat fardhu ini mungkin sekali kita tidak sempurna dalam melaksanakanya.

Coba kita bayangkan kita sholat lima waktu dengan sempurna, tepat waktu, khusu’ itu saja susah dan mari kita bayangkan bisakah kita sempurna dalam ibadah fardhu, maka jelas tidak akan bisa, maka dari itu Allah jadikan shalat sunnah ini sebagai penyempurna. Nabi pernah bersabda pertama kali nanti dihisab adalah shalatnya kalau dia tidak sempurna maka kan dilihat shalat tatawwu’nya  dan demikian juga dengan amal-amal wajib yang lainya. Semua ibadah wajib ada tatawwu’nya misalkan haji ada juga yaitu umrah dan yang paling banyak tathawwu’nya adalah shalat karena sahalat juga paling banyak jumlahya.

Macam-Macam Shalat Tathawwu’

Macam-macam shalat tatawwu’ ini ada dua yang pertama yaitu shalat yang ditentukan waktunya dan itu di namakan shalat nawafil yang diikat dan ini diantaranya adalah yang mengikuti shalat fardhu seperti shalat sunnah rawatib disebut juga dengan shalat rawatib karena ngikuti shalat wajib. Ada juga yang tidak mengikuti shalat fardhu seperti shalat witir, shalat dhuha, sholat khusuf,

Dan macam yang kedua  yaitu shalat yang waktunya tidak ditentukan dengan waktu tertentu dan itu dinamakan shalat sunnah mutlaq, dan sholat sunnah yang terikat dengan waktu tadi ada macam-macamnya lagi sebagainya dinamakan dengan muakkad misalkan sholat kusuf, shalat witir, shalat istisqo’, shalat tarawih. Sedangkan yang kedua ini maka tidak ditentukan waktunya dan bisa dilakukan kapan saja siang ataupun malam selain pada waktu-waktu yang dilarang shalat. Dan shalat mutlaq ini lebih baik yang malam dari pada yang dilakukan pada siang hari akan tetapi bukan artinya siang tidak boleh.

Shalat Tathawwu’ yang Dilakukan dengan Shalat Berjamaah

Yaitu shalat tarawih, istisqo’ dan kusuf. Shalat ini bukan tidak boleh dilakukan dengan sendiri akan tetapi bila dilakukan dengan jamaah maka lebih afdhol.

Jumlah Shalat Sunnah yang Terikat dengan Shalat Fardhu

Rawatib adalah diambil jamak dari kata ratiba yang artinya adalah terus menerus, kenapa dinamakan seperti itu karena terus mengikuti, selama ada shalat dhuhur ya berati ada shalat yang mengikutinya begitu maksudnya, selama ada isa’ maka ada shalat sunnahnya.

Sedangkan faidah menjalankan shalat rawatib ini jelas akan menutupi kelemahan-kelemahan dan kekurangan yang terjadi pada shalat fardhu sebagaimana yang sudah dijalaskan tadi jadi shalat sunnah yang kita lakukan ini membantu kekurangan shalat fardhu yang kita lakukan.

Jumlah shalat rawatib itu ada 10 rakaat dalilnya riwayat Ibnu Umar:

“saya telah menjaga dari Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam dua rakaat sebelum dzuhur, dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah magrib, dua rakaat setelah isa’ dua rakaat pada waktu fajar yaitu bila mana terbit fajar dan setelah adzan subuh.

Dan jangan dikira shalat sunnah fajar itu sebelum fajar akan tetapi yang benar shalat fajar dilakukan setelah adzan. Namun ada yng mengatakan bahwa seorang muslim itu harus menjaga 12 rakaat dalam hadits disebutkan. “Tidaklah seorang hamba muslim shalat karena Allah ta’ala setiap hari dua belas rakaat maka Allah bangunkan baginya rumah didalam surga”

Jadi bangun rumah di surga ini sangat murah hanya dengan shalat Allah buatkan rumah di surga, tidak seperti didunia ini bangun rumah saja habis berjuta-juta duit, tapi betapa banyak orang yang berebut rumah yang mahal didunia ini akan tetapi meninggalkan rumah yang bagus dan harganya murah yaitu di surga sana, kalau dipikir mana yang lebih mahal batu bata dunia atau batu bata surga? Di dunia ini ada sunami akan tetapi di surga sana tidak ada sunami.

Sedangkan yang berpendapat bahwa shalat rawatib ini ada 12 yaitu sepuluh yang telah di sebutkan tadi akan tetapi sebelum dzuhur 4 rakaat, jadi kita tinggal pilih saja mau sepuluh atau dua belas rakaat, akan tetapi jika kita melihat dari hadits ini maka jumlahnya dua belas  rakaat  sedankan hadits yang menyatakan hal ini sebagaimana hadits ummu habibah:

أربعا قبل الظهر وركعتين بعدها وركعتين بعد المغرب وركعتين بعد العشاء وركعتين قبل صلاة الفجر

“Empat rakaat sebelum dzuhur, duarakaat setelahnya, dua rakaat setelah magrib, dua rakaat setelah isa, dua rakaat sebelum fajar”

Dan ada juga hadits dari A’isyah:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ لاَ يَدَعُ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الْغَدَاةِ.

Dari ‘aisyah bahwa Nabi Salallahu Alaihi Wasallam tidak pernah meninggalkan empat rakaat sebelum dzuhur dan duarakaat fajar”

Diantara shalat yang yang paling ditekankan dari 12 itu adalah shalat fajar, makanya jangan sampai kaum muslimin meningglkan 2 rakaat z fajar ini dan ada hadits yang menyatakan:

“2 rkaat shalat fajar lebih baik dari pada dunia dan seisinya”

 

Wallahu A’lam Bissawab

(saef/mtf-online.com)