Shalat dan stabilitas psikologis

Publikasi: Selasa, 26 Sya'ban 1438 H / 23 Mei 2017 16:47 WIB

(MTF) – Ada efek psikologis yang besar terdapat dalam ibadah shalat, ketika seorang mukmin menunaikan ibadah shalat dengan khusyu’, maka hal tersebut akan membantunya melakukan meditasi dan konsentrasi, yang merupakan cara yang paling penting untuk mengatasi ketegangan dan kelelahan urat syaraf. Begitupula shalat merupakan pengobatan yang paling efektif dari penyakit marah, terburu-buru dan ceroboh, mengajarkan kepada manusia bagaimana menjadi orang tenang dan rendah hati serta selalu tunduk kepada Allah SWT, mengajarkan kepada manusia untuk sabar dan tawadhu’. Ini semua dapat memberikan pengaruh yang baik pada sistem saraf dan kerja jantung, mengatur detaknya dan aliran darah melaluinya. Dan shalat dapat membantu orang beriman menghilangkan semua yang tersimpan dalam perutnya seperti depresi, kegelisahan, ketakutan dan emosi diri, karena semuanya akan hilang dengan hanyak berdzikir dihadapan Allah dan Allah selalu bersamanya dan tidak akan

meninggalkannya selamanya selama ia tulus dalam beribadah kepada Allah yang Maha Esa. Allah berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ * الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya”. (Al-Mu’minun:1-2)