Rahasia alam dan makhluk 4

Publikasi: Rabu, 24 Rabiul Awwal 1439 H / 13 Desember 2017 16:19 WIB

(MTF)

16 – Mata Lebah

Para ilmuwan menemukan bahwa lebah menggunakan sinar ultra-violet untuk melihat, bahwa mereka tidak melihat kecuali gambar yang statis, karena kecepatan penglihatan mereka lebih besar dari manusia, dan mata lebah terdiri dari ribuan lensa kecil, para ilmuwan telah menemukan bahwa desain ini membantu

lebah pada penglihatan di hutan-hutan untuk menghindari tabrakan pada saat terbang, terutama ketika terbang melalui kerumunan lebah. Dan para ilmuwan materialis merasa kagum bagaimana lebah mampu mengembangkan proses penglihatan miliknya, padahal diketahui bahwa otaknya mengandung ratusan juta sel saja, dan ukuran otak tidak lebih besar dari ukuran sebuah kepala peniti. Dialah Allah SWT yang berfirman:

بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنَّى يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Dia Pencipta langit dan bumi. bagaimana Dia mempunyai anak Padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu”. (Al-An’am:101)

17 – Keajaiban Lebah

Para ilmuwan kagum dengan keajaiban lebah: bagaimana lebah belajar melakukan berbagai kerja yang terorganisir dan sehingga mampu memproduksi madu, mereka berkata, setidaknya lebah harus

memiliki program dan informasi khusus di otaknya sebelum mereka membuat, dari sini kita menyadari mengapa Allah SWT berfirman:

وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”. (An-Nahl:68)

Karena itulah para ilmuwan mengatakan bahwa otak lebah diprogram untuk melakukan tugasnya. Subhanallah!

18 – Kodok memprediksi gempa

Para ilmuwan mengatakan bahwa kodok-kodok kecil berkumpul di wilayah yang aman jauh dari tempat gempa. Bahwa katak ini kita menganggapnya tidak masuk akal diberikan oleh Allah berupa kemampuan untuk membedakan frekuensi rendah yang terkait khusus dengan gempa bumi, dan frekuensi ini tidak bias dirasakan dan diduga oleh manusia sedikitpun, namun katak mampu membedakannya. Karena itulah marilah merenungkan akan kekuasaan Allah terhadap makhluk-makhluk-Nya yang lemah! Dan marilah juga merenungkan bahwa makhluk-makhluk ini mampu ditundukkan oleh manusia juga, untuk belajar darinya, dan di sinilah Allah SWT berfirman:

وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir. (Jaatsiyah: 13).

19 – Hewan-hewan memprediksi bencana alam

Ketika tsunami menghantam pantai Indonesia pada tahun 2004 dan telah membinasakan ratusan ribu jiwa, sebelum terjadi kejadian ini ada anjing kecil melarikan diri dari daerah itu dan gajah-gajah yang ada di kebun binatang tetangga mengeluh, berteriak dan gemetar, para ulama menafsirkan bahwa fenomena ini merupakan tanda bahwa tanah yang dikeluarkan berdasarkan getaran suara pada luas kurang dari 20 Hz (yakni, kurang dari 20 frekuensi per detik), dan hal tersebut terjadi sebelum gempa bumi dan goncangan, dan juga sebelum tsunami.

Dan yang menakjubkan lagi adalah bahwa beberapa hewan menampakkan adanya getaran tanah yang sama sekali tidak mampu diungkap oleh alat Instrumentasi untuk deteksi! Karena itu para ilmuwan banyak menggunakan beberapa hewan dan menempatkan mereka di tempat-tempat tertentu untuk memprediksi bencana alam, dan Subhanallah yang telah menundukkan

makhluk-makhluk ini kepada kita dan berfirman:

وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir. (Jaatsiyah: 13).

20 – Hewan-hewan berdusta

Apakah mungkin hewan-hewan menipu, berbohong, dan berdusta seperti dunia manusia? Inilah yang ingin diungkapkan pada penelitian ilmiyah ini, bahwa para peneliti di Departemen Biologi

University of Potsdam, Jerman menegaskan bahwa berdusta juga menyebar luas dalam dunia hewan dan bahkan dalam lingkup yang besar bertolak belakang dengan kepercayaan yang tersebar, para tim peneliti ini telah mencapai kesimpulannya bahwa dusta dan bohong tidak hanya terbatas kepada dunia manusia, monyet dan burung-burung saja, namun juga tersebar ke dunia ikan! Di sini kita ingat akan firman Allah:

“Dan Tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan”. (Al-An’am:38)

Ayat ini memberitahukan kepada kita bahwa dunia hewan dan burung menyerupai dunia manusia dan telah terbukti secara ilmiah akan mukjizat Al-Qur’an yang mulia ini.

(rahman/mtf-online.com)