Rahasia alam dan makhluk 2

Publikasi: Senin, 16 Safar 1439 H / 6 November 2017 20:59 WIB

(MTF) 

6 – Biji-biji kurma tumbuh setelah dua ribu tahun

Para ilmuwan mengatakan mereka telah menemukan biji dari buah kurma, lalu mereka menanamnya sehingga tumbuh, dan yang mengejutkan para ilmuwan adalah, bagaimana biji yang telah berumur dua ribu tahun kemudian dapat tumbuh kembali! Ini menambahkan bukti baru akan kembalinya hidup pada biji setelah telah kehilangan segala bentuk kehidupannya.

Para ilmuwan telah mempelajari fenomena ini dan masih gamang tanpa mendapat penjelasan yang terang, karena benih tersebut di dalamnya mengandung program khusus siap untuk hidup kapan saja! Siapa yang mengajarkan tentang benih ini, dan siapakah yang mengarahkan untuk melakukan tugasnya tanpa sedikit pun kesalahan? dialah Allah yang telah berfirman:

يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَيُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذَلِكَ تُخْرَجُونَ

“(Allah) yang menghidupkan dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan menghidupkan bumi sesudah matinya, begitupulalah kalian akan dikeluarkan” (Ar-Rum:19).

7 – Tanaman juga merasakan sakit seperti manusia

Para peneliti di pusat pemantauan udara AS merasa terkejut ketika menemukan bahwa tanaman “yang menderita sakit” menghasilkan zat kimia yang mirip seperti Aspirin, yang hanya dapat ditemukan di daerah benua dengan tumbuhan. Boleh jadi hal seperti itu menjadi bagian dari sistem kekebalan tubuh yang membantu melindungi tanaman. Dalam menghadapi kenyataan ini, kita tidak bisa mengatakan apa-apa kecuali subhanallah! Siapakah yang mengajarkan kepada tanaman dalam melakukan sekresi materi yang mengendap saat merasakan adanya sakit?Allah SWT berfirman:

وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

“Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun”. (Al-Isra:44)

8 – Semut dan iri hati

Setelah mengamati dalam waktu yang lama untuk memastikan tindakan dan perilaku semut, para peneliti menegaskan bahwa semut memiliki sifat iri hati, sama seperti manusia, Dr Bill Hughes, bahkan sekumpulan semut seperti sekumpulan manusia yang terdapat di dalamnya penipuan, kecurangan dan iri hati! Dia mengatakan: “Jika Anda lebih memperdalam dunia semut, maka Anda akan melihat di samping kerjasama dan keteraturan, juga terdapat di dalamnya sekumpulan semut yang penuh dengan kerusakan, konflikpertikaian dan kecurangan, dan tentunya jelas bahwa sekumpulan manusia juga seperti itu. “Penemuan ilmiah ini dimaksud dalam Al-Quran yang mengatakan: “Tidak ada binatang di bumi atau burung terbang dengan dua sayapnya, kecuali seperti kalian juga” Al-An’am:38]. Kita tidak bisa mengatakan apa-apa kecuali: “Subhanallah!

9 – Semut tidak membawa rezkinya

Semut kecil hakikatnya telah diberikan oleh Allah otak, program dan berbagai perangkat yang dapat membawa beban yang beratnya dua puluh kali lipat dari badannya! Dan bisa membawa beban tersebut untuk jarak jauh lalu disimpan untuk dimanfaatkan pada saat musim dingin tiba, semua kemampuan ini telah diberikan oleh Allah kepada semut di dalam otak tidak dapat terlihat! Bahkan, semut diciptakan dengan dibekali program dengan yang diperlukan untuk mengikuti perjalanan mereka dalam kehidupan. Siapakah yang menyediakan semua ini? Allah SWT berfirman:

وَكَأَيِّنْ مِنْ دَابَّةٍ لَا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dan berapa banyak makhluk yang tidak membawa rezkinya, Allah yang menganugrahkan rezki kepadanya dan kepada kalian, dan Dialah Allah yang Maha Mendenar dan Maha Mengetahui” (Al-Ankabut:60).

10 – Perang semut

Setelah pengamatan yang panjang para ilmuwan menegaskan bahwa dunia ini penuh dengan rahasia diantaranya adalah pengalaman tempur di dunia semut, peringatan dini, Komunikasi Intelligent dan pengiriman gelombang elektromagnetik untuk mengatur perang dan sebagian lainnya mengirim beberapa hasil pertempuran dengan menggunakan antena yang ada diatas kepalanya sebagai sarana koneksi nirkabel. Semua ini membuat kita berpikir tentang fakta makhluk-makhluk ini, mereka menjadi saksi akan kebesaran dan keagungan Sang Pencipta, meskipun berukuran kecil, namun sangat cerdas dan hampir sama dengan kehidupan umat manusia. Allah SWT berfirman:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ

“Dan Tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan”. (Al-An’am:38)