PERANG TERHADAP SAYYID QUTUB /IM, SEBUAH LOGIKA SEDERHANA

Publikasi: Kamis, 11 Rabiul Awwal 1439 H / 30 November 2017 16:18 WIB

Oleh : Ustadz. Fathuddin Ja’far,  MA.

(MTF) – Ikhwanul Muslimin (IM) dan tokohnya khususnya Hasal Al-Banna dan Sayyid Qutub dimusuhi Amerika “Yahudi & Nasrani” dan Rusia kendati mereka sudah syahid insyaa Allah puluhan tahun yang lalu.

Permusuhan tersebut bukan karena perebutan sekeping tanah, segunung emas, sekapal dolar atau apapun bentuk duniawi lainnya.

Akan tetapi karena dakwah, jihad dan pemikiran Islam mereka yang berhasil menyadarkan puluhan juta (kalau tidak sampai ratusan juta) kaum Muslimin di seluruh dunia sejak tahun 1927 sampai saat ini.

Sebuah kesadaran akan hakikat Islam dan keharusan kembali kepada pemahaman Islam salafush shalih; teori dan prakteknya yang bukan hanya robbaniy, tapi juga syamil dan kamil sehingga mampu membangun kembali kemuliaan umat Islam yang sudah sirna, kesatuan umat Islam global yang sudah tercerai berai menjadi puluhan negara koloni serta yang menerapkan berbagai produk pemikiran dan sistem hidup kaum kolonialis Eropa yang notabene Kristen dan Yahudi yang dipaksakan kepada umat Islam.

Secara faktual, negeri-negeri Islam dan umat sudah menjadi koloni-koloni (budak-budak) mereka sejak puluhan tahun dan bahkan kiblat pertama umat Islam sudah dijajah Yahudi sejak tahun 47 sebagai hasil konspirais Ingris, Perancis dan Rusia.

Betapa komplikasinya persoalan umat Islam, khususnya sejak kejatuhan Khilafah Usmaniyah tahun 1924 dan terkoyak-koyaknya dunia Islam yang satu menjadi lebih dari 54 negara koloni kaum kolonoalis Eropa, khususnya Inggris, Perancis dan Rusia komunis.

Pascakejatuhan Khilafah Islamiyyah 1924, semua dunia Islam telah meninggalkan Islam sebagai sistem hidup. Yang tersisa hanya nama dan berbagai ajaran Islam yang bersifat idividual, itupun dipahami dan diamalkan minoritas Muslim. Mayoritasnya, khususnya para penguasa sudah menjadi “Yahudi/Nasrasi/Komunis”.

Tak heran, ketika Hasan Al-Bannah di awal-awal dakwahnya mengangkat semboyan/syiar :

Islam adalah din (sistem hidup) dan negara, Qur’an dan pedang, akhlak dan ilmu, pengetahuan dan peradaban, dunia dan akhirat, mata umat Islam terbelalak, termasuk ulama-ulama Al-Azhar yang menjadi simbol keilmuan umat Islam dunia. Betapa parah dan komplikasinya pemikiran dan kehidupan umat Islam saat itu.

Komplikasi itulah yang diurai dan kemudian dianyam kembali dengan apik dan cerdas, namun tetap asli (orisinil), oleh pemikiran dakwah dan jihad Hasan Al-Banna dan kemudian dipertajam uraian dan implementasi sebagiannya oleh Sayyid Qutub.

Semua dunia hari ini sepakat, pengaruh pemikiran dakwah dan jihad mereka di dunia global sampai saat ini masih nomor wahid termasuk di negara-negara Arab itu sendiri.

Wajar kalau Amerika dan Eropa benci dan sekalgus sangat takut pada pemikiran mereka, kendati orangnya sudah mereka bunuh sejak puluhan tahun lalu.

Yang membuat jengkelnya Amerika, Eropa dan sekutunya ialah pemikiran kedua tokoh besar Islam tersebut tidak ikut terkubur bersama jasad mereka, malah semakin cepat penyebarannya di seluruh penjuru dunia.

Logis jika kemudian Amerika dan Eropa merancang berbagai strategi dan program serta propaganda menghentikan pemikiran Hasan Al-Banna dan Sayyid Qutb dengan segala cara.

Di antaranya memerintahkan kepada boneka-boneka mereka di dunia Islam untuk melarang buku-buku dan apa saja yang memuat pemikiran dakwah dan jihad kedua tokoh tersebut.

Yang paling ketara beberapa dekade belakangan ini ialah dengan munculnya “kelompok-kelompok dakwah” yg menghujat, menyesatkan, mengkafirkan dan bahkan menuduh mereka (Hasan Al-Banna dan Sayyid Qutb) sumber kesesatan dan terorisme.

Kenapa mereka sebut sebagai sumber terorisme? Karena program Amerika anti terorisme baru diluncurkan sejak kasus rekayasa gedung kembar WTC New York, September 2001. Sekiranya kedua tokoh tersebut masih hidup, pastilah Amerika menuduh mereka “Mbah Teroris” dan bukan lagi sebagai sumber terorisme.

Aneh memang, tapi nyata. Tuduhan-tuduhan tersebut muncul karena salah faham atau taklid buta kepada ucapan syekh/kelompok mereka. Tanpa mau menelaah langsung buah fikiran dakwah dan jihad mereka yang masih terjaga rapih dalam khazanah keilmuan umat Islam, baik cetak maupun elektronik. Termasuk komentar-komentar positif dari berbagai tokoh dan ulama dunia, bahkan dari kalangan ulama yang mereka klaim sebagai rujukan utama mereka.

Yang lebih aneh lagi, apa yang dilakukan dan diucapkan “kelompok dakwah” anti Hasan Al-Banna dan Sayyid Qutb sama persis dengan apa yang diinginkan politik Amerika dan sekutunya dan apa yang diucapkan oleh pejabat, tokoh atau pakar yang dijadikan Amerika dan sekutunya sebagai referensi dalam mengambil kebijakan politik terhadap Islam dan umat Islam.

Apakah hal tesebut sebagai sebuah kebetulan? Atau memang sebuah strategi konspirasi untuk melumpuhkan kebangkitan Islam (shohwah Islamiyyah) dari dalam umat Islam? Silahkan analisa dan jawab..

Kita mohon kepada Allah, semoga kita bisa menjawabnya di masa yang akan datang…

(rahman/mtf-online.com)