Nama Allah Al-Maani’ (Allah Maha Memberi Perlindungan)

Publikasi: Selasa, 2 Sya'ban 1437 H / 10 Mei 2016 08:59 WIB

Tulisan berikut akan membahas salah satu bab dari kitab “Al-Maqshadul Asna fi Syarhi Ma’ani Asmaillah al-Husna” karya Al-Imam Al-Ghazali rahimahullah. Tulisan berikut akan membahas nama  Allah Al-Maani’ (Allah Maha Memberi Perlindungan).

Al-Mani ialah hanya Allah yang menghindarkan kita dari sebab-sebab kehancuran dan kekurangan baik dalam hal agama dan badan atau dalam diri kita, di sebabkan Dia yang menciptakan sebab-sebab yang telah di siapkan untuk menjaga diri kita sebagaimana telah di jelaskan dalam makna Al-Hafidz yang telah lalu

Bagaimana Allah Ta’ala mengekalkan keberadaan sesuatu dan membuat lawanya yang meniadakan, seperti Allah menjaga langit, bumi, malaikat dan semua yang ada ini umurnya panjang , karena  Allah menjaganya

Al Mani adalah hanya Allah yang bisa menghindarkan kita atau menjaga kita dari sebab-sebab kehancuran, kecelakaan kekurangan, baik terkait dengan agama maupun terkait dengan badan karena Allah sudah menyiapkan sebab-sebabnya untuk manjaga hal tersebut.

Contoh kehancuran agama, maksudnya bukan agama tersebut yang kecil dan hancur, tapi yang hancur adalah agama dalam diri seseorang. Bagaimana orang berlomba-lomba memperingati hari natal dan tahun baru itu salah satu contoh kehancuran agama.

Mengapa orang hancur agamanya sekarang? karena dia tidak mengikuti sebab-sebab yang Allah ciptakan untuk memelihara agamanya, salah satu sebabnya Allah larang untuk ikut-ikutan acara-acara orang kafir sampai-sampai rasulullah katakan,

من تشبه بقوم فهو منهم أخرجه أبو داود وصححه ابن حبان

”Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut”(HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

Barang siapa yang meniru-niru kebiasaan orang kafir, apalagi agama dengan rasa bangga dan senang itulah yang menyebabkan kehancuran agama kita, dan hanya Allah saja yang bisa memeliharanya dari kehancuran

contoh yang lebih konkrit bangsa arab Quraiys atau Makkah arab secara keseluruhan hancur agama meraka lalu Allah kirimkan sebab-sebabnya yaitu Allah kirimkan rasul-Nya, Allah turunkan wahyu-Nya Al-qur’an untuk memberi mereka petunjuk, maka selamatlah meraka, kenapa mereka diselamatkan agamanya karena Allah yang mnejaganya dengan cara Allah mengutus rasul-Nya dan menurunkan wahyu-Nya sehingga manusia terjaga dari kehancuran agama.

Demikian juga kita dan anak-anak kita, ketika kita ingin mereka selamat agamanya tapi kita tidak arahkan kepada al-Qur’an dan ajaran rasulullah maka tidak akan bisa karena adanya sebab dan akibat. Sebab Allah menciptakan sebab-sebab kehancuran dan Allah menciptakan sebab sebab keselamatan,

Seseorang hancur karena dia melakukan sebab-sebabnya, kenapa orang ini murtad.? karena dia mengikuti agama lain atau karena mengikuti agama lain tidak mau belajar islam.

Kenapa orang ini selamat karena dia belajar islam dan mengikuti islam serta meninggalkan agama lain kendatipun merugikan dunianya tidak menjadi masalah baginya yang penting agamanya terjaga, ini salah satu contoh menyangkut masalah agama.

Kemudian masalah badan bagaimana badan kita Allah jaga, karena sifat penciptaan badan kita ijbari bukan ikhtiari seperti agama,(pilihan), Maka Allah menjaga secara otomatis.

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (At-Tiin: 4)

Makanya sistem juga ada yang di buat otomatis salah satunya kalau kita terserang virus badan kita akan memberikan sinyal terasa panas dingin, dan itu tidak langsung koleps, inilah yang Allah ciptakan alaram-alaram dalam tubuh sebagai peringatan bagi diri kalau dia akan mendapatkan kehancuran, apakah karena salah makan, kurang makan, atau karena polusi udara dan ketularan penyakit dan kurang istirahat. Jadi Allah sangat fokus terhadap penjagaan agama dan badan kita. Baca: Surah Al-Mukminun Ayat 43-59 (Seri Tadabbur Al-Qur’an)

Jadi Allah tidak menciptakan kita begitu saja lalu Dia meninggalkan kita, tidak..!! agar hidup kita selamat dan barokah Allah berikan agama, agama artinya nizhomul hayah, atau sistem hidup, begitu juga agar badan kita sehat dan selamat Allah beri kita aturan, makan harus baik, halal dan toyyibah, istirahat malam bukan siang.

Setiap penjagaan konsekuensinya harus ada pemeliharaan sebagai contoh toko ataupun mall pasti ada yang memelihara dan menjaganya yaitu satpam, itu sudah merupakan sistem yang masuk akal. Sebagaimana Allah yang sifatnya menjaga, menghindarkan dari hal-hal yang telah di buat-Nya.

Orang yang paham tentang makna Al-Hafidz maka dia akan paham juga tentang makna Al-Mani’ tapi Al-Mani’ lebih kepada faktor kehancuran , kalau Al-Hafidz dia lebih kepada secara umum, maka kehancuran manusia di jaga dengan agamanya, kehancuran fisik Allah jaga dengan sistem yang ada di tubuhnya, seperti haus ketika butuh air, ketika badan kita butuh energi kita lapar dll.

Kalau hifz  (Al-Hafidz) lebih kepada penjagaan kepada kehancuran kalau Al-Mani’ itu sebabnya atau sistem yang di buat kalau Al-Hizf langsung penjagaan dari kehancuran dan itulah tujuan dari mana’ dan tujuannya berarti Al-Mana’ maksudnya juga adalah pemeliharaan. Tapi kalau Al-Hifz tidak di maksudkan untuk Al-Mana’, karena setiap yang Hafidz pasti Maani’ dan tidaklah semua yang Mani’ itu bisa Hafidz kecuali dia maani’ yang mutlak bagi semua sebab kehancuran dan kekurangan sehingga terjadilah pemeliharaan itu secara berdasar kebutuhannya.

Kita yakin dengan Al-Mani’ dan Al-Hafidz yang menjaga dan menghindarkan kita dari kehancuran badan, sebagaimana cara Allah menjaga kita dari kehancuran agama maka Allah utus rasul, turunkan wahyu ulama mujtahid-mujtahid, jelas agar agama kita terjaga, maka ketika kita tidak faham agama dan rasul kita maka itu merupakan salah kita sendiri karena Allah telah memberi kita akal. Allah sering sebutkan dalam Al Qur’an

Baca: Sebanyak 13 Anggota Elit Garda Revolusi Iran Tewas

Afala ta’kiluun….

inni fi dzalika laayatil.

Semua ayat ini kepada orang-orang yang disuruh berpikir mengapa kita tidak berfikir

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,(Al-Alaq:1)

Allah menyuruh unuk membaca mengapa kita tidak membaca

أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ

Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan?

وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ

Dan langit, bagaimana ditinggikan?

وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ

Dan gunung-gunung bagaimana ditegakkan?

وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ

Dan bumi bagaimana dihamparkan?

Allah memerintahkan kita untuk meneliti mengapa kita tidak meneliti

Jadi ada pemeliharaan dan sebab-sebab hal ini yang harus kita pahami dan kita tidak akan terpelihara agama kita kalau kita tidak megambil sebab sebabnya, kalau kita tidak tempuh dan kuasai sebabnya maka tidak bisa.

Katakanlah orang yang ingin bagus baca al-Qur’annya tapi tidak belajar tajwid maka tidak bisa, tajwid bukan hanya teori tetapi juga prakteknya walaupu tidak tau teori tapi tau prekteknya maka akan bisa.

Gunakan seluruh potensi, waktu kita, sehat kita, akal ekonomi dan kebaikan yang Allah berikan untuk belajar, sehingga tidak ada istilah terlambat dalam belajar dan belajar tidak mesti  harus di bangku karena belajar juga banyak cara, mengajarpun aslinya adalah belajar, dan mengajar itu merupakan wasilah untuk mencari ilmu yang luar biasa.

Maka mengajar merupakan aktivitas yang luar biasa, sehingga rasulullah bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Orang yg paling baik di antara kalian adl seorang yg belajar Al Qur`an & mengajarkannya” (HR. Bukhari)

Bukan hanya belajar saja tapi juga mengajarkan, maka setiap kita adalah murid dan guru Al-Qur’an sesuai yang kita mampu.

Terkait dengan pemeliharaan badan kita jelas, Allah buat sistem yang begitu rapi apalagi di dukung dengan sistem kedokteran yang ada sekarang yang canggih walaupun masih ada juga sisi kelemahannya dalam terapi.

Faktor-faktor penyelamatan agama Allah sudah buat luar biasa termasuk fisik kita yang terkadang kita zholim terhadap badan kita sendiri dan melamapaui kadarnya, kalau ada orang yang rusak badannya maka jangan disalahkan yang sakitnya, karena Allah telah menciptakan manusia sebauk-baik bentuk, walaupun ada juga sebagian tejadi memang karen ujian dari Allah.

Tapi kebodohan jangan dengan sabar, karena sabar itu untuk musibah, sabar menahan diri dari maksiat, melakukan ketaatan dan sabar menghadapi musibah.

Kita telah membahs nama- nama Allah yang husna, maka hakikatnya tidak ada lagi tempat untuk kita berkeluh kesah tidak bisa dan pikiran kita yang tidak mungkin selama Allah swt sebagai sandaran kita, Kita harus mengatur diri kita untuk selalu bergantung pada Allah karen itulah yang terpenting

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan” (Al-Fatihah: 5)

Fokuskan ubudiyah dan ketaatan kita kepada Allah dan jangan kepada selainnya, dan selalu memohon pertolongan kepada Allah, walaupun nantinya melalui perantaraan manusia tapi hakekatnya itu dari Allah

Jadi kesimpulannya adalah Allah lah yang Al-Ghoni wal Mugni, Al-Mani’ Al-Hafidz yang Al-Qodir Al-Muqsit maka untuk apa lagi kita terkantung pada makhluk, tinggal kita sabar hidup di dunia ini berdasarkan jatah dan keputusan yang Allah berikan kepada kita, jadi tidak ada peluang bagi kita untuk bersedih, dalam pengertian putus asa, apalagi kalau sampai kesedihan membuat kita berhenti untuk berikhtiar, karena terkadang kemudhorotan itu akan membewa manfaat selama kita bisa memahami, dan memanfaatkannya menjadi manfaat

Dengan Al-Mani kita akan menjadi lebih paham karena Allah menjaga kita dari kehancuran dan kekurangan agama dan badan,bagaimana agama kita terjaga dan badan kita terjaga.

Wallahu a’lam

====================

*Tulisan di atas ditranskrip dari audio rekaman kajian MTF disampaikan oleh Ust. Fathuddin Ja’far, MA dan diadakan setiap Sabtu Pagi di Masjid Al-Ikhwan, Bukit Cengkeh I, Cimanggis, Depok. Untuk mendengarkan audio rekamannya, klik Nama Allah Al-Maani’ (Allah Maha Memberi Perlindungan).