Menghidupkan Hati dengan Doa

Publikasi: Rabu, 13 Jumadil Akhir 1437 H / 23 Maret 2016 08:24 WIB

Tulisan ini masih membahas Fikih Akhlak yang merujuk pada kitab “Tazkiyatun Nufus wa Tarbiyatuha Kama Yuqarriruhu Ulamaus Salaf” yang ditulis oleh Syaikh Ahmad Muhammad Kan’an. Tulisan berikut akan membahas terkait “Menghidupkan Hati dengan Doa”.

Dengan doa bukan hanya hati bisa hidup tapi lebih dari itu, dia kan mengangkat kapasitas diri kita menjadi luar biasa, karena doa ini kecanggihannya melebihi kecanggihan dari tekhnologi, karena doa ini pada dasarnya menggantungkan diri pada Allah yang Maha Kuasa.

Maka Nabi Ibrahim ketika mendapati sakit dia berkata, “fa idza maridtu fahua yasyfi’ “ (Kalau saya sakit maka Allah yang akan menyembuhkan). Ketika kita berdoa memohon kesembuhan maka Allah akan sembuhkan, cuma persoalan kita kembali kepada hati kita yang kadang lebih bergantung pada obat, padahal semua itu adalah permainan kapitalis dan materialisme agar kita lupa Allah. Ingatlah ketika kita sakit janganlah dulu meminta kepada siapa-siapa, tapi mintalah kepada Allah terlebih dahulu

Rasulullah mengajarkan kita ketika sakit letakkan telapak tangan di tempat yang sakit lalu berdoa

اللَّهُمَّ أَذْهِبْ البَأْسَ رَبَّ النَّاسِ ، وَاشْفِ فَأَنْتَ الشَّافِي ، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Ya Alloh, Tuhan manusiia, lenyapkanlah segalla penyakit, sembuhkanlah, Engkau Tuhan yg menyembuhkan, tiada kesembuhan kecualli kesembuhan-mu, yaitu kesembuhan yg tidak meninggalkan suatu penyakitpun (HR: Bukhari Muslim)

Ada sebuah eksperimen seorang dokter di inggris ketika dia menerapi pasien yang didoakan dan yang tidak di doakan maka akan berbeda pengaruhnya. Doa bisa mendekatkan yang jauh dan menyembuhkan yang sakit, bisa membuka peluang yang tadinya sudah tertutup menurut manusia, bisa menanamkan rasa optimisme dan menyampaikan semua keinginan kita asalkan yang baik.

Ketika kita berdoa kepada Allah maka efeknya akan mengena ke seluruh alam dan Allah Maha Tau. Salah satu kuncinya adalah kesabaran, jangan sampai kita yang menentukan timengnya, biarkan Allah yang menentukan timengnya pasti nanti akan ketemu.

Jika sekarang ada metode apa yang disebut (lo atraction), alam bisa berkidmat kepada kita, onta saja bisa berkhidmat kepada kita … washakhara lakum ma fissama wati wal ardh….dan Allah telah tundukkan apa saja bagimu di bumi.

Persolan hidup kalau Allah sudah ada dalam diri kita maka 24 jam kita akan bersama Allah, kalau ini sudah ada maka tidak akan ada yang bisa menghambat. Selama keinginan-keinginan kita dalam ridho Allah swt, maka jangan pula kita berniat maksiat dan bukan untuk di jalan Allah, semuanya harus di persembahkan kepada Allah:

قل إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين ( 162 ) لا شريك له وبذلك أمرت وأنا أول المسلمين ( 163(

Katakanlah (Muhammad): ”Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim).” (Al-An‘am: 162–163)

Hati kita akan bersih dan bisa nyambung kepada kebaikan dan sulit sekali diarahkan kepada keburukan mana kala kita dekat dengan Allah. Dan salah satu bentuk untuk mensucikan hati adalah dengan doa, dan doa ini luar bisa bagi kita. Walaupun tidak dikabulkan di dunia akan tetapi akan menjadi pemberat timbangan amal kita di akhirat, karena konsep kita kebaikan maka tidak perlu kita memaksakan kehendak dan keinginan kita , biarlah Allah yang mengaturnya.

Orang-orang yang tau hakikat kehidupan di dunia dan akhirat, tentunya akan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah Ta’ala, karena yang penting bagi Allah adalah

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ (60(

“Dan Robbmu berfirman, berdo’alah kepada-Ku niscaya akan Ku perkenankan bagimu”. Sesungguhnya, orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (Ghafir: 60)

Allah perintahkan kita berdoa dan Allah menjadikan ijabah. Orang-orang yang sombong dalam beribadah dan berdoa kepada Allah maka akan mendapatkan neraka dalam keadaan hina dina.

Ternyata doa akan Allah berikan kepada siapa saja, apakah dia ahli maksiat dan taat. Hanya yang membedakan adalah pengkabulannya saja, kalau ahli maksiat jelas doanya untuk kepentingan dunia saja, tetapi kalau ahli taat maka akan menjadi nilai ibadah baginya. Untuk itu pengkabulan sebuah doa serahkan saja kepada Allah.

Adapun orang  yang sombong yang tidak mau berdoa kepada Allah maka akan masuk ke neraka dalam keadaaan hina dina. Maha Suci Allah yang Maha Agung, memiliki karunia yang berlimpah kedermawanan yang terus menerus.

Nikmat Allah tidak bisa dihitung walaupun dikumpulkan orang yang kaya seluruh dunia, tidak akan mampu menyamai kekayaan Allah, dan bahkan itu hanyalah sedikit.

Allah berfirman, “kalaulah seandainya semua jin dan manusia dari dahulu sampai sekarang berkumpul dalam satu tempat dan setiap mereka minta yang paling banyak dan semua Saya berikan belum berkurang karunia-Ku”.

Inilah Allah Ta’ala Yang Maha Kaya. Bahkan Allah mengancam apabila kita tidak meminta kepada-Nya.

Oleh karana itu yang lebih dasyat lagi adalah Allah jadikan permintaan seorang hamba untuk memenuhi kebutuhannya itu sebagai ibadah bagi-Nya, maka jangan mengira hanya shalat dan puasa saja ibadah, bahkan berdoa merupakan ibadah yang luar biasa. Meminta kepada Allah merupakan ibadah dan Allah mencaci orang yang tidak mau meminta kepada-Nya dengan cacian yang sangat dahsyat dengan mengatakan bahwa orang tersebut adalah orang yang sombong.

Diiriwayatkan dari Tirmidzi dari Abu Hurairah, dari Nabiullah sallalllahu alaihi wasallam:

من لم يسأل الله يغضب عليه ” ( رواه الترمذي (

“Orang yasng tidak mau meminta kepada Allah maka Allah akan marah padanya (HR Tirmidzi)

Alangkah indahnya ucapan syair ini:

Janganlah kamu minta kepada anak adam akan kebutuhanmu
Mintalah pada Zat yang pintunya tidak pernah di tutup (Allah)
Allah marah kalau manusia tidak meminta kepadanya, tetapi
Manusia akan marah kalau kamu selalu meminta kepadanya

Maka sungguh ironi kalau berdoa setelah shalat saja kita tidak mau. Dalam hadits dijelaskan salah satu waktu yang utama untuk berdoa yaitu ketika selesai dari shalat, mengapa di waktu-waktu ijabah kita tidak berdoa malah kadang mengomel, ketika sujud tidak mau memanjangkan doanya, demikian juga di tengah malam tidak mau berdoa, yang di ingat hanya kerja saja makanya terkadang yang kita dapatkan hanya banyak kerja tanpa ada barokahnya/karunianya.

Banyak hal yang berhasil karena doa yang tidak bisa dihasilkan dengan kerja, kalau kita kerja belum tentu akan dapat apa yang kita inginkan, tetapi dengan doa kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, tetapi bukan berarti kita tidak bekerja karena kerja juga harus tetapi jangan sampai melalaikan doa.

Allah berfirman, siapakah yang bisa menjawab kebutuhan doa-doa orang yang terpaksa dan membuka kesulitan? hanya Allah. Allah katakan

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (Al-Baqarah:186)

Fenomena yang ada kita terkadang lebih dekat kepada pekerjaan dan dagangan kita dari pada kepada Allah. Buktinya hampir 99% kita memikirkan pekerjaan, kalau kita menyandarkan kepada Allah maka terserah kepada-Nya. Untuk itu ada sebuah doa;

اَللّٰهُمَّ اكْفِنِىْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَ اَغْنِنِىْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Ya Allah, cukupilah aku dengan rizki-Mu yang halal sehingga aku terhindar dari rizki yang haram dan perkayalah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak meminta kepada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563, Ahmad no. 1319 dan Al-Hakim no. 1973)

Ya Allah berikan kami merasa cukup kepada yang halal dari pada yang haram, cukupkanlah kami dengan keutamaan darimu. dan hapuslah kebutuhan kita kepada manusia itu, niscaya kita akan hidup bebas merdeka di dunia. Tetapi apabila kita masih tinggi ketergantungan pada manusia, maka tidak akan pernah kita bisa mengatakan yang haq itu haq dan yang bathil itu bathil. Jika seseorang sudah menanamkan kepentingan kepada manusia maka ia akan diatur oleh mereka. Padahal yang haq sekeras apapun harus disampaikan walaupun terkadang kita susah untuk menerimanya, ibarat obat yang pahit tatkala berani kita meminumnya maka kita akan sehat.

Maka dengan doa kita akan terbangun kebutuhan hanya kepada Allah اَللّٰهُمَّ اكْفِنِىْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ  tidak usah kita melirik pada yang lain lagi.

Ini kaitannya juga dengan iman, ilmu dan amal. Jangan hanya ilmu saja tapi iman dan amalnya tidak ada karena amal itu bukti iman dan ilmu, buah iman dan ilmu adalah amal

Diriwayatkan dari Numan bin Basyir, Rasulullah saw. bersabda, “Doa adalah otaknya ibadah.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

 

Doa itu dipastikan  dikabulkan dengan keumuman ayat yang telah disampaikan sebelumnya, demikian juga hadits hadits yang telah disampaikan sebelumnya, jika tercukupi syarat-syaratnya.

Sesungguhnya Allah Ta’ala maha Karim dan Dermawan, Dia malu kalau seorang hamba yang mengangkat tangannya Dia tolak dalam keadaan kosong, tidak mendapatkan apa-apa.

Jadi jangan pernah khawatir kalau doa tidak dikabulkan, Umar Bin Khattab berkata: “Masalah diterima itu pasti, yang menjadi masalah adalah dari diri kita

Dari Anas bin Malik: “Jangan kamu merasa lemah dalam berdoa karena tidak pernah akan sengsara seseorang dengan berdoa itu” sebagaimana juga hadits yang mengatakan bahwa tidak pernah akan sengsara orang yang berinfak, begitu juga tidak pernah akan sengsara orang dengan berdoa.

Dikeluarkan oleh Ahmad dan Abu Dzar dengan sanad yang baik dan Hakim berkata dari Said bin Alkhudri nabi saw berkata: Tidak ada seorang muslim yang berdoa selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi pasti Allah akan memberikannya salah satu dari tiga,

  1. Allah segerakan kabulnya,
  2. Allah simpan sebagai amal akhirat
  3. Allah akan hindarkan dia dari bencana

Ketiga-tiganya sama baiknya, oleh karena itu Umar bin Khattab mengatakan: “Saya tidak mempersoalkan dijawab dan tidak dijawabnya doa-doa saya, tapi yang menjadi masalah bagi saya apakah saya sudah memenuhi syarat di dalam berdoa.”

Orang yang sudah diberi ilham untuk berdoa pasti jawaban telah bersamanya.

* Tulisan di atas ditranskrip dari audio rekaman kajian MTF yang disampaikan oleh Ust. Fathuddin Ja’far, MA dan diadakan setiap Sabtu Pagi di Masjid Al-Ikhwan, Bukit Cengkeh I, Cimanggis, Depok.