Lagi, Densus 88 Tangkap Lima Orang di Bima

Publikasi: Jum'at, 13 Safar 1439 H / 3 November 2017 10:19 WIB

Foto: Densus 88 anti-teror

(mtf-online.com), Jakarta – Tim Densus 88 bekerjasama dengan Polda NTB kembali menangkap 5 (lima) orang terduga teroris di Bima, NTB. Penangkapan itu lanjutan dari operasi yang dilakukan pada tanggal 30-31 Oktober 2017 di daerah Ambalawi – Kab. Bima, terkait dengan penembakan terhadap anggota Polres Bima pada September 2017. Di mana 2 (dua) orang terduga sebelumnya ditembak mati di tempat.

Karo Penmas Div Humas Mabes Polri, Rikwanto mengatakan penangkapan 5 (lima) orang di Bima merupakan tindakan lanjutan dari operasi Densus 88 sejak tanggal 30-31 Oktober. Kelima orang itu, Muhammad Ikbal Tanjung umur 28 tahun, Abdul Hamid alias Dami umur 60 tahun, Jasman Ahmad umur 28 tahun, Yaser Bin Thamrin umur 29 tahun dan Arkam umur 30 tahun.

“Kelimanya merupakan warga Kec. Mpunda dan Kec. Ambalawi, Kota Bima, NTB. Keterlibatan pelaku adalah eksekutor maupun membantu memberi logistik dalam penembakan 2 (dua) anggota Polri, atas nama Bripka Zaenal dan Bripka Abdul Ghofur dengan TKP di depan SMKN 2 Kota bima, September lalu. Selain itu, pelaku adalah yang mengikuti latihan fisik jaringan JAD Bima,” kata Rikwanto kepada Kiblat.net (1/11).

Menurut Rikwanto, dalam penjelasan Muhammad Ikbal, dirinya sebagai eksekutor penembak Bripka Zaenal dengan dibonceng oleh saudara Rahmat@Yaman (MD) dengan menggunakan SPM Yamaha Jupiter miliknya. Kemudian untuk TKP di depan SMPN 8 Kota Bima yang menjadi eksekutor adalah AMIR alias DANVCE alias ONE dan yang membonceng adalah IMAM MUNANDAR alias NANDAR dengan menggunakan motor Yamaha Vega milik NANDAR.

“Keterangan Ikbal, setelah kejadian mereka berempat melarikan diri ke arah Ambalawi dan bersembunyi di gunung di (Ambalawi). Hingga kini IMAM MUNANDAR alias NANDAR masih dalam pelarian dan menurut Ikbal, Nandar memegang satu pucuk senpi rakitan, dengan amunisi 3 butir kaliber 5,56 mm,” ujarnya.

Ikbal menjelaskan bahwa selama bersembunyi mendapat bantuan logistik dari saudara JASMAN dan YOGA berupa mie instan dan biskuit. Kemudian disalurkan melalui orang tuanya yang bernama DAMI alias DEMO untuk mengantarkan logistik tersebut ke tempat persembunyian.

“Keterangan Abdul Hamid, DAMI alias DEMO diketahui pada sekitar bulan Oktober 2017 sempat mengantarkan berupa mie instan berjumlah 10 bungkus (disimpan pada pondoknya), beras seberat 5 kg (disimpan di kebunnya) dan memberikan sebuah terpal (disimpan pada pondoknya ),” pungkasnya.  (rahman/kiblat)