Komnas HAM Prihatin, Ada Ormas yang Tolak dan Bubarkan Pengajian

Publikasi: Rabu, 18 Safar 1439 H / 8 November 2017 20:37 WIB

Foto: Komnas HAM

(mtf-online.com), Jakarta- Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution menyayangkan adanya penolakan hinggga pembubaran pengajian yang dilakukan oleh ormas tertentu. Ia menegaskan, salah satu tujuan reformasi adalah penjunjungan Hak Asasi Manusia (HAM).

“Kita menyampaikan keprihatinan. Hampir 20 tahun reformasi. Salah satu agenda reformasi adalah di samping mempertegas kita sebagai negara hukum, kemudian juga penjunjungan hak asasi manusia,” katanya kepada Kiblat.net di Gedung MUI Pusat, Jakarta pada Selasa (07/11/2017).

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa negara harus hadir dalam kasus ini. Menurutnya, negara perlu memastikan tidak ada aktor di luar negara yang ikut campur dalam fenomena pembubaran kajian.

“Yang terjadi di beberapa kasus pembubaran pengajian oleh kelompok masyarakat sebetulnya negara punya mandat untuk memastikan tidak ada aktor non state yang kemudian mengambil fungsi negara,” terangya.

Maneger juga menegaskan bahwa pengajian merupakan Hak Asasi Manusia. Maka, ia mempertanyakan sikap negara, dalam hal ini kepolisian, tidak turut mendamaikan suasana.

“Maka, negara harus hadir memastikan bahwa tidak ada lagi pembubaran kajian,” tukasnya. (rahman/kiblat)