Kepribadian Lelaki Shaleh

Publikasi: Rabu, 10 Zulqa'dah 1433 H / 26 September 2012 07:33 WIB

Kepribadian Laki-laki yang Shaleh diantaranya:

A. Berpegang Teguh Pada Syari’at Islam

Laki-laki yang shaleh adalah seorang laki-laki yang senantiasa berpegang teguh kepada syari’at Allah dalam segala urusan kehidupannya. ia tunaikan kewajiban-kewajiban yang Allah telah tentukan kepadanya. jika ia menjadi seorang suami, ia akan melaksanakan kewajiban terhadap keluarganya dengan penuh tanggung jawab, bersemangat, penuh perhatian serta lapang dada.

B. Seimbang Antara Hak dan Kewajiban

Dalam kehidupan sehari-hari sikapnya tidak tamak, tidak menuntut hak lebih banyak dari yang semestinya, bahkan dia menerima dengan rela terhadap kekurangan-kekurangan yang ada. ia tidak pernah menyia-nyiakan kewajibannya, kewajiban ia tunaikan sebelum menuntut haknya.

C. Berpedoman Kepada Petunjuk Rasul Pilihan

Laki-laki yang shaleh tentu akan membahagiakan istrinya. Dalam kehidupan berumah tangga ia senantiasa berpedoman kepada hadits Rasulullah SAW yang artinya:

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik kamu adalah orang yang paling baik terhadap istrinya”. (HR. Tirmidzi dan Abu Daud)

“Sebaik-baik kamu adalah orang yang paling baik terhadap istrinya, dan saya adalah orang yang baik terhadap istri saya”. (HR. Tabrani dan Tirmidzi)

Itulah kesaksian Agung dari Rasulullah SAW bagi suami yang shaleh. kesaksian kebajikan yang diiringi dengan kesempurnaan iman serta akhlak yang mulia.

Ciri-ciri laki-laki yang shaleh yang akan membahagiakan kehidupan rumahtangga itu, yaitu:

  1. Mendirikan rumahtangga semata-mata karena Allah SWT.
  2. Melayani daan menasehati istri dengan sebaik-baiknya.
  3. Menjaga hati dan perrasaan istri.
  4. Senantiasa bertenggang rasa dan tidak menuntut sesuatu diluar kemampuan istri.
  5. Bersabar dan menghindari memukul istri deengan pukulan yang memudharatkan.
  6. Tidak mencaci istri dihadapan orang lain dan tidak memuji wanita lain dihadapannya.
  7. Bersabar dan menerima kelemahan istri dengan hati yang terbuka, yakin pasti ada hikmahnya dibalik ciptaan semua ciptaan Allah.
  8. Memberi nafkah terhadap istri dan anaknya.
  9. Menyediakan keperluan dan tempat tinggal yang layak untuk anak dan istrinya.
  10. Bertanggung jawab mendidik akhlak istri dan anaknya sesuai dengan syari’at islam.
  11. Menjaga ketentraman dan keselamatan istri dan anak-anaknya.
  12. Memberi kasih sayang dan rela berkorban apa saja demi kepentingan dan kebahagiaan bersama.