Kematian Militer AS Non-Tempur Meningkat

Publikasi: Senin, 25 Muharram 1439 H / 16 Oktober 2017 16:08 WIB

Foto: Militer AS

(mtf-online.com), Washington – Empat belas anggota marinir AS dan personil Angkatan Laut lainnya mengalami luka-luka, sementara beberapa dalam kondisi kritis ketika program latihan yang mereka jalani berubah menjadi insiden kecelakaan. Kendaraan tempur amfibi yang mereka tumpangi tiba-tiba terlalap api yang membakar hampir seluruh bagian kendaraan.

Kisah tragis semacam ini semakin sering terjadi di lingkungan militer AS yang juga semakin menambah jumlah pasukan yang tewas maupun terluka akibat situasi non-tempur. Dan memang, mayoritas insiden terjadi saat pasukan sedang menggelar latihan. Dalam tiga tahun terakhir, yaitu sejak 2014, angka kecelakaan di lingkungan Korps Marinir selama sesi latihan mengalami kenaikan hingga 60 persen.

Belum ada keterangan resmi yang bisa menjelaskan latar belakang berbagai peristiwa tersebut. Kendati demikian, diduga kuat bahwa banyaknya operasi militer yang mengerahkan pasukan dalam jumlah besar ke seluruh dunia mengakibatkan skedul latihan harus dipercepat secara dramatis. Tingginya ritme latihan ini tidak diimbangi dengan ketersediaan fasilitas dan peralatan yang memadai akibat minimnya “maintenance”.

Bukan hanya saat latihan, jumlah kecelakaan dalam operasi-operasi non-tempur lainnya secara umum juga mengalami lonjakan. Hingga saat ini, beberapa insiden “senggolan kecil” antar kapal perang belum bisa dijelaskan, termasuk peristiwa kapal kandas. Meskipun berdaya rusak kecil, bom meledak di luar kendali yang terjadi secara acak sudah tak terhitung lagi jumlahnya. Ditambah, tingginya angka kecelakaan kendaraan tempur taktis sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. (rahman/kiblat)