Kelemahan Fatwa Syekh Nashiruddin Al-Bani Terkait Keharusan Hijrah dari Palestina

Publikasi: Rabu, 24 Rabiul Awwal 1439 H / 13 Desember 2017 17:08 WIB

Oleh : Ustadz. Fathuddin Ja’far, MA.

(MTF) – Alhamdulillah sy sdh baca fatwa syekh Nashiruddin Al-Bani secara keseluruhan terkait keharusan umat Islam Palestina Hijarah. Sy melihat dg ilmu yg sy pelajari bhwa fatwa tsb memiliki kelemahan2, di antaranya :

1. Kondisi Sahabat dan Rasulullah Hijrah ke Habasyah dan Madinah sngt berbeda saat ini. Dulu Raja Habasyah mau menerima dan melindungi Sahabat yg berhijrah ke sana dg senang hati. Dia meyakini apa yg diceritakan Sahabat ttg Rasulullah adlh kebenaran seorang Nabi Akhir zaman.

Sekarang mana ada negara2 Arab mau menerima n melindungi umat Islam Palestina, kecuali dg memposisikan muhajirin sbgi pendatang/asing yg hrs diawasi setiap saat.

2. Hijrah Sahabat n Rasulullah ke Madinah setelah mayoritas penduduk Madinah masuk Islam dan berjanji akan membela Rasulullah dan Islam spt membela anak dan keluarga mereka sendiri/loyal 100%. Sehingga Madinah akhirnya menjadi negara dan ibu kota negara Islam pertama.

Sekarang mana ada negara Arab yg spt itu, apalagi membolehkan muhajirin Palestina menyusun kekuatan Jihad di dalamnya, krn smeua negara Arab anti Jihad dan bhkn sejak th 48 merekalah yg menggagalkan gerakan jihad utk pembebasan Palestina. Puluhan ribu Mukahidin dipenjara dan dinunuh krn mereka berjihad membebaskan Palestina dari cengkraman Yahudi.

Mungkin ada yg heran. Jgn heran krn negara2 Arab berdiri berdasarkan perjanjian sykes-Picot utk menjadi negara2 nasionalis kendati sebagiannya secara formal membawa nama Islam.

3. Sahabt dan Rasulullah hijrah krn minoritas, hijrahnyapun berdasarkan perintah Allah dan Allah larang angkat senjat di mekkah krn akn ada masanya di Madinah.

Mereka hijrah krn Mekkah blm bisa dan blm pernah dikuasi Islam dan umat Islam ketika itu. Sdgkan Palestina sdh dikuasai Islam dan umat Islam sejak zaman Umar Ibnul Khattab dan diwakafkan oleh beliau untk umat Islam.

Sebb itu, ketika Pelestina dikuasai kaum Salibis Eropa abad ke 6 H selama 91 thn, umat Islam berperang terus utk memerdekannya sampai Allah lahirkan Sholahuddin Al-Ayubi utk memerdekakannya dg jihad fi sabilillah..

Kondisi Palestina saat dijajah Salibis dahulu selama 91 thn dg sekarang dijajah Yahudi sejak 1947 S sama persis.

4. Fatwa syekh Al-Bani bertentangan dg fatwa Ulama Mazhab yg empat (Hanafi, Hanbali, Syafii dan Maliki) bahwa apabila sejengkal negeri Islam diduduki kaum kafir, maka jihad hukumnya fardhu ‘ain bagi umat Islam di negeri itu, sehingga anak tdk perlu ijin orangtua, istri tdk perlu ijin suami. Apabila umat Islam negeri itu blm sanggup memerdekakannya, maka hukum fardhu ‘ainnya melebar ke wilayah/negeri Islam lainnya sampai negeri yg diduki itu bebas.

5. Palestina dg Masjid Aqshanya memiliki keutamaan yg sama dg Mekkah dan Madinah krn satu dari 3 Harom yg Allah tetapkan. Apalagi Masjid Aqsha menjadi kiblat pertama umat Islam, Masjid Aqsho connecting dg Masjid Haram dan Nabawi, sbb itu 3 Masjid tsb berbeda pahala ibdadah di dlmnya dibanding dg masjid2 lain. Bhkn Rasulullah sangat menganjurkan umatnya utk rihlah/ziarah ke 3 tempat tsb kendati dlm kesulitan.

6. Palestina adalah bagian dari Syam yg dikerat-kerat oleh penjajah Ingris dan Perancis menjadi 4 negara; Palestina diserahkan ke Yahudi, Suriyah ke Syi’ah, Libanon ke Kristen dan Syiah dan Jordania jadi boneka Yahudi.

Sdgkan Syam Allah rancang menjadi pusat kemenangan umat Islam akhir zaman melawan bangsa Romawi masa kini (AS, Eropa, Australia, Rusia) dg 80 negara pendukungnya pada Al-Malhamatul Kubra yg akan terjadi di wilayah A’maq/Dabiq; perbatasan Aleppo dg Turki.

Tetulah peperangan umat Isalm dg Yahudi di Palestina bagian dari agenda utama kemenangan umat Islam shngga umat Islam dikabarkan Rasulullah pasti akan membunuhi kaum Yahudi sblm kiamat terjadi, batu dan kayupun bicara berpihak kepada umat Islam dst. (Riwayat Muslim).

7. Paling tdk fatwa syekh Nashiruddin Al-Bani terkait keharusan umat Islam Palestina sekarang hijrah, berlawanan pula dg kaedah ushul yg mengatakan : Perbedaan waktu dan tempat bisa menyebabkan perbedaan fatwa. Sdgkn jarak hijrahnya Rasulullah dan Sahabat dg sekarang lbh 14 abad.

Buktinya, ketika Saddam Husen menyerang Kuwait 1991, dan diisyukan akan menyerang Saudi, kompak ulama negara2 Teluk memfatwak wajib melawan/Jihad. Kenapa tdk keluar fatwa agar masyarakat Kuwait hijrah saja? Dan bahkn fatwa boleh minta tolong kepada orang kafir wabil khusus AS.

8. Tdk sedikit bukti bahwa negara2 Arab sekarang, khususnya negara2 Teluk, Mesir dsb, menjalankan agenda Yahudi dan Nasrani agar Yahudi menjadi bangsa yg sah menduduki Palestina. Sbb itu para penguasanya berlomba2 utk mengakui keberadaan negara Yahudi di Palestina dg cara normalisasi hubungan politik, dagang, ekonomi, budaya dst.

Sebaliknya, mereka memusuhi dan memerangi setiap ulama, pemuda dan gerakan Islam memiliki semangat dan agenda memerangi Yahudi di Palestina dan menuduhnya dg tuduhan keji spt, teroris, ekstrimis, radikalis, intoleran dst.

Jika ada ulama, tokoh Islam atau da’i tdk mengetahui hal tsb, sunggu mrk telah buta mata hatinya.

Demikian, semoga jadi bahan masukan. Tdk ada yg kami inginkan selain perbaikan menuju kebaikan. Taufiq itu hanya dari Allah. Kepada-Nya jua kami bertawakkal.

(rahman/mtf-online.com)