Isu Penjualan Bandara Soetta, Rizal Ramli: Pernah Jadi Rencana Megawati

Publikasi: Senin, 23 Safar 1439 H / 13 November 2017 16:03 WIB

Foto: Presiden Jokowi meninjau proyek kereta di Bandara Soetta saat umat Islam menggelar Aksi Bela Quran di depan Istana [foto: Suara.com]

(mtf-online.com), Jakarta – Isu penjualan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) sempat ramai di publik akhir-akhir ini. Hal tersebut kemudian mendapat tanggapan dari mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Indonesia, Rizal Ramli.

Dalam komentarnya terkait isu ini, ia mencium isyarat buruk tentang adanya penjualan Bandara Soekarno-Hatta milik BUMN ke swasta.

Melalui akun resminya @RamliRizal, ia berkelakar bahwa dulu tahun 2002, saat masih menjabat sebagai presiden RI, Megawati juga sempat akan menjual Bandara Soekarno-Hatta, namun gagal.

“Megawati rencana jual Soekarno-Hatta 2002. Saya umumkan: “Silahkan jual bagian Soekarno saja, Hatta jangan!” Batal😀 ,” tulisnya pada Ahad (12/11/17).

Menurutnya, rencana penjualan bandara Soekarno-Hatta adalah cara berfikir yang keblinger dan konyol. Sebab rencana ini sangat melenceng dari nawacita yang selama ini selalu digembor-gemborkan oleh pemerintahan Jokowi-JK.

“(Ini) cara berfikir keblinger & konyol. Menyedihkan, ternyata Nawacita & Trisakti hanya jadi slogan, bukan jadi referensi kebijakan.🙏🙏 Semakin menjauhkan diri dari cita2 kemerdekaan 🙏🙏,” ujarnya.

Laporan Megahubs International Index 2017 versi lembaga OAG asal Inggris, beberapa waktu lalu menyebutkan Bandara Soeta bertengger di peringkat ketujuh dalam daftar bandara paling terkoneksi di dunia dan urutan kedua dalam daftar serupa untuk kawasan Asia Pasifik.

“Soekarno-Hatta adalah bandara paling menguntungkan, paling cash-rich. Kok malah mau diswastakan?,” ujar Rizal.

Mengenai penjualan aset negara tersebut, Rizal Ramli menegaskan bahwa negara harus mampu menjaga marwah NKRI, sebagai negara yang berdaulat.

“Barusan Mentri Perhubungan Budi Karya wa saya, bahwa “Bandara Soeta tidak akan dijual”. Ide2 lain sdg dibahas. Saya ucapkan tks dan katakan,”Marwah NKRI perlu dijaga. Tks Mas Budi 🙏,” tutupnya. (rahman/kiblat)