Hamas: Kunjungan Bahrain ke Israel Lukai Perasaan Umat Muslim

Publikasi: Senin, 22 Rabiul Awwal 1439 H / 11 Desember 2017 22:20 WIB

Foto: Lambang Hamas (sumber: Hamas.ps)

(mtf-online.com), Yerusalem- Juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum mengecam keras kunjungan delegasi Kerajaan Arab Bahrain ke Israel. Menurutnya, kunjungan tersebut telah melukai perasaan kaum Muslimin di seluruh dunia.

“Kunjungan ini menunjukkan ketidakpedulian total terhadap kemarahan bangsa Palestina, Arab dan Islam atas keputusan Trumps untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel yang disebut,” tegas Fawzi Barhoum dalam rilisnya pada Ahad (10/12/2017).

Fawzi Barhoum menjelaskan bahwa Israel adalah penjajah. Israel disebutkan telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan terlibat dalam pembersihan etnis terutama orang-orang Palestina dan tempat-tempat suci mereka.

“Kami menganggap kunjungan ini sebuah kejahatan terhadap bangsa kami dan melukai perasaan Muslim dan Arab dan pendukung para pejuang Palestina, dan juga menjadi simbol lampu hijau bagi pendudukan Israel untuk melanjutkan lebih banyak kejahatan dan pelanggaran terhadap orang-orang Palestina,” sambungnya.

Kemarahan Hamas terhadap Israel semakin memuncak pasca diakuinya Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Padahal jauh sebelumnya Hamas telah mengkampanyekan bahwa Israel adalah simbol terorisme, rasisme dan ekstremisme di dunia dan harus diboikot, diisolasi dan tak seharusnya dikunjungi.

“Kami juga menyerukan agar segera mengakhiri semua jenis normalisasi dan komunikasi dengan pendudukan Israel dari pihak manapun dan pada tingkat manapun. Kami mendesak untuk memobilisasi semua energi dari negara Islam dan Arab untuk mendukung perjuangan Palestina dan rakyat Palestina serta hak dan masalah mendasar mereka,” pungkasnya. (rahman/kiblat)