Enggan Mengaktifkan Fitur Safety Check Facebook Dinilai Tidak Peka Terhadap Tragedi Aleppo

Publikasi: Kamis, 27 Rajab 1437 H / 5 Mei 2016 10:31 WIB

fbMTF-ONLINE.COM, Damaskus – Tak sedikit pengguna Facebook lebih memilih menonaktifkan akunnya, sebagai bentuk sindiran untuk Facebook yang dinilai engan mengaktifkan fitur Safety Check untuk warga korban pembantaian di Aleppo.

Fitur Safety Check merupakan terobosan facebook yang dibuat untuk mengetahui situasi bencana antara satu dengan yang lainya. Fitur ini kemudian menjadi viral, pasca serangan bom di Paris dan Brussels, Belgia.

Selain itu, sindiran berupa tagar #MakeFacebookRed (buat fecebook bewarna merah) sebagai simbol solidaritas untuk Aleppo, kini mulai tersebar luas.

Baca juga update MTF lainnya:

Pada Ahad (01/04), Al-Jazeera di lamannya menampilkan sejumlah kritikan masyarakat yang ditujukan  kepada perusahaan milik Mark Zucjerberg, lantaran perbedaan sikap yang diambil perusahannya tersebut. Kritikan itu diambil dari kicauan akun Tweetter para pengguna Facebook.

“Kenapa Facebook tak menyediakan Savety Check untuk Aleppo?” kicau pemilik akun @mohd_uda

Lebih dari itu, pemiliki akun @Maram3adel menyarankan untuk menghapus akun Facebook, karena perbedaan sikap yang diambil oleh perusahaan sosial media tersebut.

“Yang terlihat di sini sungguh sebuah ketidakberdayaan, yang lebih tepat yang Anda lakukan saat ini adalah menghapus Facebook Anda,” kicau @Maram3adel.

Ada pula akun @Mirhan91 yang menyatakan sudah menghapus Facebook miliknya. “Mudah-mudahan banyak yang melakukan ini (menghapus Facebook). Kalau tidak, kita akan diabaikan lagi,” ujar akun tersebut.

Ada lagi, pemilik akun Amal H. Sulaiman. Melalui akun Tweetter dan Facebooknya, ia mempertanyakan perbedaan sikap yang diambil oleh perusahaan bentukan Mark Zuckerburg tersebut.

“Teruntuk Mark Zuckerburg…. Mengapa keluarga kami dan teman-teman di Aleppo tidak bisa check in di Facebook untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan mereka? Mengapa ada tidak ada opsi untuk foto profil kami untuk menampilkan bendera Suriah sehingga kami dapat menunjukkan solidaritas dengan Aleppo? apakah kita tidak manusiawi?”

Facebook diketahui belum menyatakan sikap atas kritik masyarakat ini. Padahal, tak lama setelah kasus Brussels, perusahaan ini sudah berjanji akan memperluas aktivasi Safety Check untuk mencegah timbulnya korban, termasuk ke negara-negara Timur Tengah yang rawan konflik.

Janji tersebut ditelurkan sendiri oleh Pemimpin Eksekutif Facebook, Mark Zuckerberg di akun Facebook resminya pada November 2015. “Sampai kemarin, kebijakan kami adalah hanya mengaktifkan Safety Check untuk bencana alam. Kami baru mengubah kebijakan ini dan sekarang berencana mengaktifkan Safety Check untuk bencana kemanusiaan juga,” katanya.

Sementara menanggapi keritikan itu kepada Reuters, Facebook mengatakan bahwa, “selama krisis yang sedang berlangsung, seperti perang atau epidemi, fitur Safety Check dalam situasi yang sekarang ini tidak berguna bagi orang-orang.”

(kiblat.net/Abu 2H)