Definisi, Kewajiban dan Keutamaan Shalat

Publikasi: Senin, 19 Rajab 1435 H / 19 Mei 2014 11:20 WIB

Pemateri : Ust. Fathuddin Ja’far, MA.

Shalat Istikharah dan DoanyaSeperti yang kita ketahui bahwa perintah shalat itu baru bisa kita laksanakan apabila kita suci, makanya disebutkan bahwa bersuci itu syarat sahnya shalat. Pertanyaanya apa bedanya syarat dengan rukun?

Pengertian syarat.

Syarat adalah sesuatu hal yang wajib dilaksanakan sebelum kuwajiban itu, akan tetapi dia diluar bagian ibadah itu seperti thoharah sebelum shalat ini. Orang  yang akan shalat wajib bersuci, akan tetapi bersuci ini bukan bagian dari shalat. Nah inilah contoh syarat.

Pengertian rukun.

Rukun adalah suatu yang wajib dilakukan pada waktu ibadah itu dan dia juga bagian dari ibadah itu. Misalkan takbiratul ihram, ruku’ sujud. Makanya ketika mempelajari kitab ibadah mau tidak mau kita pasti harus membahas kitab tharah. Dan sekaran kita akan bahas pembahasan masalah shalat.

Dalam pembahasan masalah shalat ini maka ada sekitar lima belas masalah, antara lain: pengertian shalat, keutamaan shalat, shalat yang lima, adzan dan ikomah, waktu shalat, syarat shalat, rukun shalat, sunnah shalat, yang dimakruhkan dalam shalat, hukum orang yang meninggalkan shalat, shlalat tatawwu’, sujud syahwi. Dan masih banyak pembahasan masalah shalat dan insya Allah akan kita bahas satu-persatu. Dan sekaran kita bahas masalah salat saja dulu.

                Devinisi shalat.

Secara bahasa: shalat adalah berdoa. Dan secara istilah: sebuah ibadah yang memiliki ucapan-ucapan dan gerakan-gerakan yang khusus dimulai dengan tkabir dan diakhiri dengan salam. Makanya iling (ingat) tidak termasuk shalat, dan salah orang yang mengatakan: “Yang pentingkan iling”. Para ulama dahulu biasa membuat devinisi tentang sesuatu sehingga suatu hal itu menjadi jelas.

                Keutamaan shalat.

Keutamaan shalat: shalat adalah rukun islam yang terkuat setelah shahadat, dan bahkan shalat itu adalah tiangnya islam, Allah telah fardhukan kepada nabi salallahu alaihi wasallam dari atas langit yang ketujuh. bayangkan ibadah lain diwajibkan dengan diturunkanya wahyu sedangkan shalat itu diwajibkan dengan dijemput, dari sini Allah sudah membedakan tidak seperti ibadah-ibadah yang lain, begitulah sunnatullah ada ibdah lain yang lebih dan ada yang dilebihkan, ada yang utama dan ada yang diutamakan, sebagaimana jari kita misalkan semuanya beda ada yang jempol ada yang jari manis ada yang kelingkin semuanya beda akan tetapi ada keutamaan masing-masing. Dan begitu juga dengan ibadah-ibadah semua itu ada peringkat-peringkatnya. Hal itu semua sebenarnya sudah cukup menjadi alasan urgensinya shalat ini dalam kehidupan seorang muslim.

Rasulullah biasa bila ditimpa sesuatu maka nabi bergegas untuk shalat dan banyak sekali hadits yang membahas keutamaan dan motivasi masalah shalat ini. Makanya perlu dirombak kuri kulum pendidikan itu yang benar adalah yang pertama kali ditanamkan pada seseorang adalah syahadat tentunya sesuai dengan kualitas dan keintelektualitas otak anak, mengenal Allah melalui ciptaanya, hewan tumbuhan, kemudian asmaul husna. Dankemudian setelah syahadap maka kita ajarkan pada mereka shalat, karena kedua-duanya ini adalah syarat pertama untuk prospeknya orang untuk islam.

makanya salah jika yang diajari pertama adalah iqro’, makanya apa susah matangnya kepribadian anak-anak kita ini sehingga dalam hidup ini banyak terjadi kekacauan, sampai-sampai kita tidak mengerti mana yang prioritas dan mana yang bukan prioritas, mana yang utama, mana yang lebih utama, dan mana yang paling utama. Maka salah kita hidup sesuai dengan perkembangan kehidupan masyarakat, karena perkembangan masyarakat ini banyak yang tidak sesuai dengan islam, akan tetapi jika masalah teknologi tidak masalah.

Filosofi orang beriman adalah, orang islam ibarat pohon yang dahanya menjulang kelangit dan akarnya menghujam kuat ke bumi, maka dari itu jika hanya dahanya saja yang menjulang kelangit akan tetapi tidak ada akarnya maka sekali tertiup angin maka akan roboh. Makanya kita harus benar dalam menanamkan pondasi kehidupan ini yaitu aqidah.

Hadits yang menerangkan keutamaan shalat diantaranya:

الصلوات الخمس والجمعة إلى الجمعة ورمضان إلى رمضان، مكفرات لما بينهن ما اجتنبت الكبائر

                “shalat yang lima, dan jumat ke jumat berikutnya, dan romadhan keromadan, menghapuskan dosa diantara keduanya, selama dia menjauhi dosa-dosa besar”

Jika dosa besar maka kita harus taubat kepada Allah. kemudian nabi juga bersabda:

أرأيتم لو أن نهراً بباب أحدكم يغتسل منه كل يوم خمس مرات، هل يبقى من دَرَنه شيء؟) قالوا: لا يبقى من دَرَنه شيء.

قال: (فذلك مَثَلُ الصلوات الخمَسَ، يمحو الله بهن الخطايا)

                “Bagaimana pendapat kalian jika ada sebuah sungai di depan pintu kalian kemudian kalian mandi di situ setiap hari limakali apkah masih ada kotoran? Mak para sahabat menjawab: tidak ya Rasulullah. Kemudian nabi berkata: begitulah perumpamaan shalat lima waktu, Allah hapuskan kesalahan itu dengan shalat yang lima itu”

Begitulah Allah akan menghapuskan dosa-dosa kita selam tidak dosa yang besar.

Wajibnya shalat.

Wajibnya shalat lima waktu ini sudah bisa langsung kita ketahui melalui al-Qur’an dan sunnah dan ijma’ ulama dan di ketahui dengan mudah firman Allah sangat sederhana:

 (وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ) [البقرة: 43]

“dirikanlah shalat”

Ulama membuat devinisi asal dari sebuah perintah adalah wajib kecuali ada dalil yang menyelisisnya. Makanya hukum shalat ini adalah wajib. Dan banyak sekali perintah shalat dalam al-Qur’an

 (قُلْ لِعِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا يُقِيمُوا الصَّلَاةَ) [إبراهيم: 31]

“katakanlah wahai Muhammad pada hamba-hambaku yang beriman hendaklah mereka menegakkan shalat”

Begitu juga banyak dalil dari hadits diantaranya adalah hadits masalah mi’raj:

هي خمس وهي خمسون))

                “lima yang lima” dan dalam hadits:

 (خمس صلوات في اليوم والليلة) قال السائل: هل عليَّ غيرهن؟ قال: (لا، إلا أن تَطَّوَّع)

                “shalat yang wajib dalam sehari semalam ada lima” kemudian ada yang bertanya adakah yang lain? Maka nabi mengatakan: “tidak” kecuali tatawwu’”

Kapan wajibnya shalat.

Kapan diwajibkanya salat bagi orang islam adalah ketika seseorang baligh dan berkal, makanya shalat ini tidak wajib bagi orang yang kafir dan anak-anak dan orang gila sebagai mana sabda nabi:

رفع القلم عن ثلاثة: عن النائم حتى يستيقظ، وعن المجنون حتى يفيق، وعن الصغير حتى يبلغ

“ pena itu di angkat dari tiga orang: orang yang tidur sampai dia bangun, orang gila sampai dia waras otaknya, dan anak anak sampai dia dewasa”

Akan tetapi perintah shalat ini sudah masuk pada anak usia 7 tahun dan boleh dipul ketika umur 10 tahun. Dan barang siapa yang mengingkari kuwajiban shalat ini maka dia telah kafir dan murtad dari islam sebagaimana sabda Nabi:

 (العهد الذي بيننا وبينهم الصلاة، فمن تركها فقد كفر)

                “Komitmen antara kita dan mereka (orang kafir)adalah shalat, maka barang siapa yang meninggalkanya maka ia kafir”

Makanya berdasarkan dalil ini maka ulama berbeda pendapat, ada yang mengatakan siapa saja yang meninggalkan maka dia kafir, dan yang lain mengatakan apabila meninggalkan tapi masih mengakui shalat itu wajib maka tidak kafir.

Yang penting bagi kita adalah meninggalkan shalat adalah dosa yang sangat membahayakan bagi kita, dan shalat ini adalah bukti utama ikrar shahadat kita dan kemudian baru yang lainnya. WAllahu a’lam mudah mudahan Allah memberkahi semua ilmu dan rizki yang diberikan kepada kita dan Allah berikan ilmu yang bermanfaat dan dimudahkan untuk mengamalkan ilmu yang kita dapatkan dan mudah-mudahan Allah bukakan rizki yang halal seluas-luasnya dan Allah tutup pintu rizki yang haram sesempit-sempitnya. Dan mudah mudahan Allah matikan kita ini dalam keadaan khusnul khotimah. Amin

 Wallahu Ta’ala A’lam  

(saef/mtf-online.com)