Definisi Ilaa’ dan Dalilnya.

Publikasi: Jum'at, 19 Jumadil Awwal 1435 H / 21 Maret 2014 18:09 WIB

Pemateri : Ust. Fathuddin Ja’far, MA.

suami-isteri-300x185Ilaa’ secara bahasa diambil dari frase kata aliyah yang berarti: sumpah. Secara syar’i : seseorang suami bersumpah menyebut nama Ilaa’ atau dengan sifatnya (misalkan : demi Ilaa’, demi al-Malik, demi ar-Rohim)pada waktu bersumpah itu dia mampu menggauli istriya, dia bersumpah untuk tidak menggauli istrinya selama-lamanya atau selama 4 bulan atau lebih.

Mungkin hal ini jarang terjadi di Indonesia, akan tetapi hal ini sering terjadi di Arab, kalau marah kepada isrtrinya terkadang di antara mereka akan mengatakan “demi Ilaa’ aku tidak akan menggaulimu selama-lamanya”  nah itulah contoh ilaa’. al-Qur’an membahas masalah ilaa’ ini sebagai mana firman Ilaa’:

{لِلَّذِينَ يُؤْلُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ تَرَبُّصُ أَرْبَعَةِ أَشْهُرٍ فَإِنْ فَاءُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ} [البقرة: 226]

“kepada orang-orang yang meng-ilaa’ isterinya[1] diberi tangguh empat bulan (lamanya). kemudian jika mereka kembali (kepada isterinya), Maka Sesungguhnya Ilaa’ Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”  (al-Baqarah : 226)

{وَإِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَإِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ} [البقرة: 227]

”Dan jika mereka ber’azam (bertetap hati untuk) talak, Maka Sesungguhnya Ilaa’ Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (al-Baqarah : 227)

Di dalam Islam ini tidak ada satu masalah pun yang tertinggalkan, misalkan dalam masalah keluarga, pastinya akan ada konflik antara suami dan istri dan bisa jadi konflik ini sampai pada yang demikian (ilaa’), walaupun ilaa’ ini tidak sampai perceraian karena bercerai lafadznya beda dan ilaa’ ini hanya ngambek tidak mau menggauli istrinya dengan sumpah kepada Ilaa’. Ilaa’ jelaskan semua itu di dalam al-Qur’an.

Syarat ilaa’

  1. terjadi pada suami yang masih mempunyai kemampuan untuk menggauli istrinya, ilaa’ tidak terjadi pada suami yang memang tidak sanggup menggauli istrinya karena sakit, lumpuh, atau lumpuh total,
  2. bersumpah dengan menyebut nama Ilaa’ atau dengan sifat-sifatnya,
  3. tidak dengan uslub talak (cerai) memang bener-bener sumpah kepada Ilaa’.
  4. Bersumpah tidak menggauli istrinya lebih dari 4 bulan, jika kurang dari 4 bulan maka tidak di anggap ilaa’
  5. Maksud tidak menggauli istrinya, yaitu menggauli pada farjinya.
  6. Istrinya harus masih haid. (belum menapaus, masih bisa hubungan suami istri) adapun apabila istri yang di ilaa’ sudah menapous maka tidak termasuk ilaa’

Hukum Ilaa’

Hukum ila adalah haram di dalam Islam. Karena sumpah meninggalkan yang wajib hukumnya haram, (misalkan demi Ilaa’ aku tidak mau sholat). Maka barang siapa yang melakukan ilaa’ maka ia berdosa dan ia harus membayar kafarat sumpah[2] jika sampai lebih 4 bulan. Jika sebelum 4 bulan ia membatalkan sumpahnya maka Ilaa’ ampuni, dan apa bila sampai 4 bulan dan dia belum membatalkanya maka hakim hakim memerintahkan untuk membatalkan sumpahnya atau jika tidak maka ia harus menceraikanya. Jika suami tetap juga tidak mau menceraikan dan tidak mau membatalkan sumpahnya maka hakim harus berhak untuk menceraikanya. Maka dalam kasus seperti ini hakim menjadi wali yang sah untuk menceraikanya.

Jika masa ilaa’nya sudah habis misalkan 4 bulan atau 5 bulan tapi ada udzur untuk menggauli istrinya maka ia harus mengatakan dengan menjelaskan dengan lisanya, misalkan “nanti kalau sudam mampu lagi aku akan menggauli kamu” misalkan orang bersumpah dengan nama Ilaa’ tidak akan menggauli istrinya selama 5 bulan tapi kemudian dia kecelakaan yang menjadiknya sakit, padahal ia ingin mambatalkan sumpah itu, maka ia harus menjelaskan dengan lisanya.

Hukum-hukum yang berkenaan dengan ilaa’

  1. Ila’ terjadi pada suami yang sah menjadi istrinya. Bukan suami yang tidak syah, hukum ini baik berlaku untuk muslim ataupun kafir, merdeka ataupun tidak.
  2. Ilaa’ memerintahkan untuk membatalkan ilaa’ atau menceraikanya untuk menghilangkan kedholiman dan budaya jahiliyah, karena hal tersebut memberi madhorot pada wanita.
  3. Jika ketika waktu meng ilaa’ suminya gila, atau hilang akal maka maka ilaa’nya tidak berlaku. Karena orang itu tidak sadar dengan apa yang di ucapkanya

Wailahu’u A’lam Bisshoab


[1] Meng-ilaa’ isteri Maksudnya: bersumpah tidak akan mencampuri istri. dengan sumpah ini seorang wanita menderita, karena tidak disetubuhi dan tidak pula diceraikan. dengan turunnya ayat ini, Maka suami setelah 4 bulan harus memilih antara kembali menyetubuhi isterinya lagi dengan membayar kafarat sumpah atau menceraikan.

[2] Memeberi makan 10 orang miskin.

 

(saef/mtf-online.com)