BNPT Akui Ketidakadilan Ciptakan Terorisme

Publikasi: Kamis, 2 Rabiul Akhir 1439 H / 21 Desember 2017 12:59 WIB

(mtf-online.com), Jakarta – Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol Himli mengatakan bahwa banyak penyebab orang menjadi radikal dan melakukan aksi terorisme. Menurutnya, yang paling signifikan yakni pemahaman yang keliru.

“Radikalisme penyebabnya tidak satu faktor. Meskipun signifikansinya di pemahaman yang keliru itu tadi,” ujarnya di Hotel Grand Sahid, Jakarta pada Rabu (20/12/2017).

“Tapi juga melingkupi ketidakadilan, aksi pemicu ini jadi lahan subur. Selain itu ada ekonomi, ketidakpercayaan hukum,” ujarnya.

Lebih lanjut, Himli mengungkapkan bagaimana metode BNPT melakukan deradikalisasi. Yakni memperhatikan kesejahteraan para teroris.

“Tanya anakmu gimana, istrimu gimana. Sudah makan apa belum, masuknya di situ,” katanya.

Terakhir, ia mengatakan bahwa 10 persen aksi terorisme dikarenakan dendam. “Jadi ditangkap langsung mati, jadi di Poso gitu. Dendam Kristen-Islam itu juga pemicu juga,” tukasnya. (rahman/kiblat)