Berawal dari Gerakan Menangkal LGBT dan Pemurtadan, Kini HOTS terus Berkembang

Publikasi: Rabu, 18 Safar 1439 H / 8 November 2017 20:56 WIB

Komunitas Hafizh On The Street saat berdakwah di area Car Free Day

(mtf-online.com) Bogor  – Bertepatan milad komunitas Hafizh On The Street (HOTS), lembaga Askar Kauny menggelar Pelatihan Duta Guru Tahfizh se-Nusantara sejak Senin (6/11) hingga Rabu (8/11) di Cakrawala Nuansa Nirwana, Bogor, Jawa Barat.

Ustaz Habiburrahman selaku master trainer dalam pelatihan tersebut mengungkapkan, komunitas HOTS pada awalnya adalah sebuah gerakan yang ingin memanfaatkan momen Car Free Day (CFD) sebagai ladang dakwah. “Di CFD kita tahu ada kelompok-kelompok yang menyebarkan misinya, seperti komunitas LGBT bahkan ada gerakan kristenisasi (pemurtadan). Karena itulah kita berfikir apa yang bisa kaum muslimin lakukan untuk mengimbangi gencarnya gerakan mereka,” ujarnya.

Saat itulah, kata Ustaz Habiburrahman, dibuat gerakan mengajak para pengunjung CFD untuk menghafal Alquran. “Kita berjalan keliling sambil murojaah, kalau ada yang tertarik maka kita ajak menghafal Alquran cukup 1 ayat saja. Metode yang kita gunakan menghafal Alquran semudah tersenyum,” ungkapnya.

Berawal dari situlah, akhirnya gerakan HOTS mulai banyak dikenal. “Bahkan ketika diperkenalkan dalam pengajian Ustaz Yusuf Mansur yang daftar sekitar 5 ribu orang. Dari situlah terus berkembang hingga kini anggotanya sudah sekitar 25 ribu orang yang terbagi dalam 800 grup Whatsapp. Tugas mereka menghafal 1 hari 1 ayat,” katanya.

Menurutnya, dengan digelarnya pelatihan guru tahfiz ini, para peserta yang hadir dari berbagai wilayah di Indonesia ini, mampu menjadi pengajar Alquran yang lebih baik dan tentunya menambah banyak jumlah penghafal Alquran.

“Selain itu kita ingin masyarakat secara umum juga lebih banyak yang hafal Alquran. Selama ini banyak yang ingin menghafal tapi terkendala waktu dan caranya. Karena itulah kita hadir, gerakan HOST itu fleksibel bisa sambil bekerja sambil menghafal. Dan siapa saja diantara kaum muslimin boleh bergabung dalam komunitas kita ini,” tandas Ustaz Habiburrahman. (rahman/SI)