Ayat dan Hadits Yang Terkait Dengan Roja’ (Pengharapan)

Publikasi: Senin, 16 Zulhijjah 1437 H / 19 September 2016 10:19 WIB

roja harapanOleh : Ust. fathudin Ja’far, MA.

Mengenai ayat-ayat yang terkait tentang Roja’, Allah berfirman dalam surat Az-Zumar: 53

قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53).

Maksud dari Allah mengampuni dosa semuanya adalah jika dengan istighfar dan bertaubat. Termasuk dosa syirik.

Allah berfirman dalam surat Ar-ra’du ayat 6:

وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغْفِرَةٍ لِّلنَّاسِ عَلَىٰ ظُلْمِهِمْ ,وَإِنَّ رَبَّكَ لَشَدِيدُ الْعِقَابِ

“ Tuhanmu benar-benar memiliki ampunan bagi manusia atas kezaliman mereka, dan sungguh, Tuhanmu sangat keras siksaan-Nya.”

Kedzhaliman disini maksudnya adalah kejahatan-kejahatan dan pelanggaran-pelanggaran hukum Allah Ta’ala. Tak terkecuali mendzhalimi manusia.

Dalam hadist Shahih dijelaskan dalam kitab taubat, Rosulullah bersabda,”Tidaklah mati seorang muslim kecuali Allah akan masukkan tempatnya didalam neraka yahudi atau nasroni”. (HR. Muslim)

Artinya bahwa seorang muslim itu jika mati akan masuk syurga. Insya Allah. Ini sesuai dengan hadist Nabi Shallallahu alaihi wasallam,

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى

“Setiap umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan. Mereka (para sahabat) bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang enggan masuk surga itu?’ beliau menjawab, “Siapa yang mentaatiku ia masuk surga dan siapa yang mendurhakaiku suggu ia telah enggan masuk surga.” (HR. Al-Bukhari dalam Shahihnya, dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu)

Orang yang enggan masuk syurga adalah mereka yang tidak mau diajak oleh Rosulullah untuk taat. Dan siapa yang taat berarti dia mau masuk syurga.

Ada kasus seseorang yang tertawan. Tiba-tiba ada seorang wanita yang berusaha untuk merangkul bayinya. Tiba-tiba diambil dan ia peluk. kemudian dia susukan. Lalu Rosulullah berkata kepada para sahabat disekitarnya. “Coba kalian lihat apa mungkin wanita ini melemparkan anaknya ke api unggun”.

Para sahabat mengatakan “Tidak mungkin”.

Lalu Rosulullah katakan, “Allah lebih sayang kepada hambanya dari pada ibu ini kepada anaknya”.

Jadi Allah tidak tega kita masuk neraka. Hanya kita saja yang tidak mau, malah milih masuk neraka dengan malas melakukan perintah-perintahnya. Padahal Allah maunya kita masuk syurga.

Inilah yang bernama Roja’, harapan kepada Allah. Sebanyak apapun dosa kita, Allah punya cara untuk menghapusnya. Kalau kita ikuti cara-cara itu maka Allah akan ampuni. Tapi jika tidak, Allah tidak akan ampuni.

Itu menunjukkan Allah sayang kepada kita. Jika tidak sayang kepada hambanya, saat berbuat dosa tidak ada aktifitas taubat. Juga bila hanya diberi satu kebaikan. bukan sepuluh. Tapi karena sayangnya Allah, saat hambanya berbuat dosa ada aktifitas taubat. Dan jika berbuat satu amal shalih, maka dibalas dengan sepuluh kebaikan, serta yang berbuat dosa hanya diberi satu keburukan. Kemudian yang berbuat dosa dihapus juga dengan taubat. Itu semua tanda Allah sayang kepada kita.

Makanya taubat itu adalah pintu Allah yang paling besar setelah iman. Bila tidak ada taubat, maka kita akan pesimis masuk syurga.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ الْخَلْقَ كَتَبَ فِى كِتَابِهِ – هُوَ يَكْتُبُ عَلَى نَفْسِهِ ، وَهْوَ وَضْعٌ عِنْدَهُ عَلَى الْعَرْشِ – إِنَّ رَحْمَتِى تَغْلِبُ غَضَبِى »

Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, Tatkala Allah menciptakan makhluk-Nya, Dia menulis dalam kitab-Nya, yang kitab itu terletak di sisi-Nya di atas ‘Arsy, “Sesungguhnya rahmat-Ku lebih mengalahkan kemurkaan-Ku. (HR. Bukhari no. 7404 dan Muslim no. 2751)

Hadist di atas adalah bukti sebesar apapun dosa, akan Allah ampuni.

Sebagai contoh hamba yang durhaka, Yaitu fir’aun. Ia kisahnya panjang dan banyak catatan dosanya. Didakwahi dalam waktu yang panjang oleh Musa. Kemudian sempat mengatakan bahwa dirinya adalah “tuhan semesta alam”. Kemudian Allah Adzab dengan menenggelamkannya.

Jadi bukti yang lain akan keluasan Rahmat-Nya, Dia tidak langsung bertindak jika seorang hamba sekali berbuat dosa.

Rosulullah bersabda dalam hadist Qudsi,

عَنْ أَنَسِ بنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : (( قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَـى : يَا ابْنَ آدَمَ ، إنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيْكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ، ثُمَّ اسْتَغفَرْتَنِيْ ، غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ، ثُمَّ لَقِيتَنيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا ، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابهَا مَغْفِرَةً )).

Artinya: Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allâh Azza wa Jalla berfirman, ‘Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.” [HR. at-Tirmidzi, dan beliau berkata: Hadits ini hasan shahih].

Yahya bin Muadz berkata ”Diantara ketertipuan yang paling besar adalah terus menerus melakukan dosa, dengan harapan mendapat ampunan tanpa ada penyesalan. Mengharapkan dekat kepada Allah tetapi tidak ada ketaatan. kamu memetik buah di syurga tetapi menanam biji di neraka. Kamu mengharapkan kampung bersama orang-orang yang taat, tetapi kelakuannya ahli maksiat. Kamu berangan-angan dengan pahala Allah, tetapi kamu acuh tak acuh terhadap perintah-perintah Allah.”

Hal ini sebagaimana yang dikatakan dalam sebuah syair.

“Engkau berharap sukses berhasil namun tak menempuh jalannya Ketahuilah, tak ada kapal yang bisa berlayar di atas daratan kering.”

Segala sesuatu membutuhkan usaha. Ingin banyak dapat pahala harus banyak beramal. Dan orang yang roja’ berbeda dengan orang sekedar berangan angan. Orang yang hanya berangan saja mereka banyak harap tanpa dibarengi dengan bekerja keras. Namun Roja’ ada 3 usaha. Yaitu harapan, doa dan amal.

Semoga Allah memudahkan untuk menuntut ilmu dan mengamalkan ilmu. Dan menjaga iman hingga akhir hayat kita.

Wallahu Ta’ala A’lam

(saef/mtf-online.com)