AKALMU KEMANA?

Publikasi: Rabu, 17 Rabiul Awwal 1439 H / 6 Desember 2017 21:04 WIB

Oleh : Ustadz. Fathuddin Ja’far, MA.

(MTF) – Dalam Al-Qur’an ada ungkapan : أَفَلَا تَعْقِلُونَ yang terjemahan bebasnya : Mengapa kalian tidak menggunakan akal kalian/Akalmu kemana?

Ada sekitar 13 ayat yang terdapat di dalamnya kalimat tersebut. Yang menarik ialah kalimat tersebut Allah letakkan di akhir ayat seperti ayat di bawah ini :

(أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ) [سورة البقرة 44]

“Mengapa kalian menyuruh manusia berbuat baik sedangkan diri kalian sendiri melupakannya (kebaikan) dan kalian membaca Al-Kitab (Taurat /Injil). Mengapa kalain tidak menggunakan akal kalian?” (Al-Baqarah : 44)

Pada umumnya kalimat أَفَلَا تَعْقِلُون Allah gunakan untuk mengkritik Ahlul Kitab (Yahudi dan Nasrani) dan manusia lainnya yang tidak mau mengunakan akal dengan baik dan sehat sehingga mereka seringkali berkata dan berpendapat tentang Allah, para Rasul dan khusunsya tentang Al-Qur’an, Rasulullah dan Islam secara serampangan, alias ASBUN.

Akibatnya, mereka dengan mudah menolak kebenaran Islam, Rasulullah dan bahkan kebenaran Allah itu sendiri dengan konsep TAUHID seperti yang Allah perintahkan pada mereka, tanpa mau menggunakan akal sehat/lurus.

Dalam beberapa kasus, Allah ajak mereka untuk melihat kebenaran alam semesta seperti langit, bumi, pergantian siang dengan malam, fakta sejarah dan sebabagainya, agar jelas bagi mereka kebenaran Islam, Al-Qur’an dan Rasulullah.

Karena baik alam semesta maupun Islam sama-sama ciptaaan Allah. Kenapa kebenaran alam semesta dapat diterima dengan baik, sedangkan Islam ditolak kebenarannya.

Maka satu-satunya ungkapan yang paling pas untuk mereka adalah : Akalmu kemana?

Sama juga dengan manusia yang lebih memilih dan mementingkan dunia dari akhirat. Akalmu kemana?

Begitu pula dengan orang yang percaya pada Al-Qur’an, tapi tidak percaya pada sunnah/hadits Rasulullah. Akalmu kemana?

Juga orng yg percaya n menerima sistem ciptaan manusia, bhkn diagung-agungkan, tapi sistem Allah ditolak, dilecehkan dan bhkn dimusuhi/diperangi. Akalmu kemana?

Sama jg dg orang yg tdk percaya umat Islam bisa ngumpul di monas jutaan tanpa ditunggangi/adanya bohir/bandar dll. Akalmu kemana?

Spt itu pulang dg orang yg mengatakan dan berpendapat umat Islam tdk boleh bawa2 politik dlm masjid/ceramah /acara keagamaan, tdk boleh ada politik dlm Islam, tdk boleh membedakan agama dlm kepemimpinan, tdk bole ini dan itu, pdhl mereka baik jelas agamanya maupun yg tdk boleh2 saja dlm hal-hal tersebut. Akalmu kemana?

Spt itu jg mereka yg selalu menuduh umat Islam tadikal, intoleran, teroris, rasis dsb, sdgkn mereka memaksa umat Islam hrs spt mereka. Akalmu kemana?

Jadi, akal itu sangat penting sehingga bisa menimbang sesuatu dg timbangan yg adil. Jika akal tdk digunaka dg baik, maka jati diri manusia yg sngat mulia itu akan jatuh dg sendirinya ke lembah kehinaan yg lbh hina dari binatang.

Yaa Rabb.. Jagalah kesehatan akal kami yg Engkau anugerahkan kpd kami sbgi nikmat terbesar setelah Al-Qur’an..

(rahman/mtf-online.com)